
Akhirnya setelah perjalanan kurang lebih 1 jam dengan kapal, mereka sampai ditempat dimana Carlos berkuasa, dapat mereka lihat dari pesisir pulau. Bayangan hitam dimana-dimana menatap kearah mereka dengan tajam dan ada juga yang ketakutan dan menghilang dibalik pohon
"Kakek!. Ini benar tempatnya kan?, kok serem banget sih kek?, pantes aja gak ada yang dateng kesini, palahan banyak yang larang kita kesini"tanya Agam dengan menggandeng tangan Ayah Arga karna takut dengan suasana yang begitu mencekam
Suasana di pulau, ditengah lautan dengan angin yang berhembus kencang, membuat tubuh seketika merinding. Apalagi pepohonan yang begitu lebat,suara burung hantu bersautan yang tiba-tiba diam, langkah kaki orang terdengar dengan jelas lalu hilang, cahaya matahari hanya hanya menembus sedikit, merasa di awasi dari berbagai sudut, lingkungan yang sepi dan tenang, membuat siapa saja yang masuk kesana, langsung memilih kembali dari pada harus masuk ketempat semenyeramkan itu
"Papa...Angga tatut"bisik Anggara dalam pelukkan Arka dengan menyembunyikan wajahnya di leher Arka
"Ada Papa sayang, jangan takut ya. Kita pasti aman kok, kan ada Allah. Berdo'a ya, biar kita aman?"ucap Arka dan di angguki oleh Anggara di lehernya
"Mama?"panggil Rafael kepada Hasna yang menggendong Medina
"Kenapa sayang?"tanya Hasna menatap putranya yang sedang menatapnya
"Kenapa disini gelap dan sepi?, apa ndak ada olah tinggal disini?"tanya Rafael kepada Hasna yang tersenyum mendengar pertanyaan putranya
"Sayang..kamu lihat pohon-pohon besar itu?"tanya Hasna dan mendapat anggukan kepala dari Rafael
"Kenapa disini gelap, karna...pohon-pohon besar itu begitu rimbun, tak pernah di potong jadi menutupi matahari untuk menyinari tempat ini. Kenapa tempat ini sepi, Karna mereka tidak mau merusak pulau ini sayang, mereka ingin menjaga tempat ini agar tetap asri dan indah"jawab Hasna dengan mengelus kepala Rafael, yang saat ini mereka tengah duduk dibawah pohon, karna anak-anak kelaparan
"Rafa makan dulu ya, adiknya juga sudah lapar. Rafa gak lapar?"tanya Ayah Arga kepada cucunya
"Enggak Opa, Lapa masih kenyang makan tadi di hotel"jawab Rafael dengan tersenyum manis
"Mau minum sayang?"tanya Hasna dan diangguki oleh Rafael dengan tangan mengambil botol minum ditangan Hasna
25 menit untuk beristirahat, mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju ke istana Carlos, dengan menyamar sesuai perintah Kakek Nicholas, mereka baru tau. Jika makhluk-makhluk disana menggunakan jubah hitam, dan jubah hitam itu digunakan untuk mengetahui anggotanya atau golongan yang sama
Kakek Nicholas memberikan jubah kepada mereka dan juga anak-anak lalu menutupnya rapat hingga kaki mereka tak terlihat, makhluk bayangan hitam tak akan pernah mengenali mereka penyusup atau bukan, bau dari jubah itu sama dengan bau makhluk bayangan hitam yang lain, hingga mudahkan mereka masuk
__ADS_1
Mereka masuk degan mudah, karna jubah yang kakek Nicholas berikan adalah jubah makhluk yang sudah masuk kedalam kalung giok Opa Abraham, dia mengambilnya untuk mengelabui makhluk bayangan hitam, saat mereka melangkah menuju istana. Mereka tak dapat dilihat dengan mata telanjang jika menggunakan jubah tersebut, karna jubah itu sudah dilapisi kekuatan gaib oleh Carlos. Hingga sampai didepan gerbang, Mereka langsung di hadang dan ditanya tentang tujuan dan sudah membuat janjikah atau belum dengan King-nya. Ya yang mereka maksud adalah Carlos
"Hai...ada tujuan apa kalian kemari?"tanya salah satu penjaga yang menunggu di depan gerbang masuk yang menjulang tinggi
"Ah..maafkan kami. Kami kesini ingin bertemu dengan King"jawab kakek Nicholas dengan menundukkan kepalanya
"Ada keperluan apa kalian ingin menemui King?, apa kalian sudah ada janji dengan King?"tanya pengawal satunya lagi
"Ya..kami memang belum membuat janji dengan King, tapi mohon izinkan kami masuk, aku ingin meminta keadilan dari King"jawab kakek Nicholas
"Keadilan untuk apa?, bukannya King selalu memberikan keadilan untuk rakyatnya, dan kau apa yang kau maksud dengan keadilan?"tanya penjaga tersebut dengan menaikkan sebelah alisnya bingung
"Begini, aku kehilangan Putriku, dia hilang di dekat istana 5 hari yang lalu, aku sudah mencari ia dimanapun. tapi aku tak bisa menemukan ia. Ini adalah putri pertamaku, suaminya dan ketiga anaknya, ini adalah adikku dan anak-anaknya. Tolong bantu kami tuan. Pertemukan kami dengan King"ucap kakek Nicholas dengan memegang tangan pengawal tersebut
"Haiss...lepaskan tanganmu dari jubahku. Aku tak sudi kau sentuh, menjijikan. Baiklah aku akan masuk dan berbicara dengan King"jawab penjaga tersebut
"Wahh...terimakasih tuan...terimakasih"ucap kakek Nicholas lalu mundur beberapa langkah dan berteduh di samping pohon besar depan tembok pembatas
"Kakek tadi ngomong apa sama mereka?, kok bahasanya aneh gitu?"tanya Ayah Arga penasaran
"Itulah bahasa kami di alam kami, kami menggunakan bahasa sejati kami, tidak dengan manusia yang menggunakan banyak bahasa, bahkan bahasa alien kalian pun bisa. Dasar aneh"ucap kakek Nicholas membuat Ayah Arga menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal, memang benar manusia aneh, tapi kan...
"Tapi kami juga mempunyai bahasa sejati juga, yaitu bahasa indonesia. Jadi kakek jangan salah kalo kami aneh ya, hanya orang seperti Arka dan Agam yang aneh disini, hanya mereka yang bisa mengggunakan banyak bahasa. Tapi tidak dengan bahasa kakek sih"balas Ayah Arga lalu duduk kembali di sebelah Rafael yang tidur bersandar pada Arka
"Yayaya...kau benar, aku yang salah"ucap kakek Nicholas memilih mengalah, dari pada harus berdebat dengan Arga yang sifatnya persis dengan Abraham
tak lama penjaga yang pergi tadi, dia datang lagi dengan membawa kertas juga stempel istana. Seperti di istana kakek Nicholas, disini juga sama peraturannya, yaitu jika ingin masuk ke istana dan mendapat ijin harus melakukan cap stempel di kertas peraturan yang telah ditetapkan. Jika melanggar, hukuman sesuai dengan peraturan didalam kertas tersebut yang sudah tertulis dengan jelas dan sudah disetujui oleh semua makhluk disana
"Cap stempel itu disini, lalu kalian boleh masuk"ucap penjaga tersebut memberikan stempel pada kakek Nicholas
__ADS_1
kakek Nicholas menerima stempel tersebut lalu mencapnya di atas tanda tangan Carlos , dengan jelas stempel itu tercetak. Setelah selesai penjaga itu menggulung kertas tersebut dan memberikannya kepada kakek Nicholas untuk diberikan kepada perdana mentri untuk di periksa kembali
"Baiklah, kalian silahkan masuk. Semoga berhasil meminta bantuan kepada King dan menemukan anakmu disekitar istana ini"ucap penjaga yang satunya, karna sedari tadi dia melihat saat Ayah Arga bertanya, dia pikir dia sedang berbicara tentang adiknya yang hilang
"Terimakasih banyak tuan. Kami permisi"ucap kakek Nicholas lalu masuk kedalam istana Carlos
mereka melewati banyak sekali pilar-pilar besar berdominasi warna hitam emas, obor disetiap pilar terpasang untuk menyinari lorong yang mereka lewati, patung kepala seperti kepala banteng terpasang didinding lorong, suara hewan buas mengaum dengan keras, suara burung hantu di sudut ruangan. Setelah 10 menit mereka berjalan dari gerbang munuju ke singgasana Carlos, dan akhirnya mereka sampai bahkan disana mereka sudah ditunggu oleh makhluk lain, namun makhluk itu memiliki logo di jubahnya membuat asap gelapnya lebih pekat
"Apa kalian yang ingin bertemu dengan King?"tanya makhluk itu
"Benar, kami kesini ingin bertemu dengan King, aku ingin mencari anakku yang hilang 5 hari yang lalu karna dia bilang ingin menemui King. Tapi sampai hari ini dia belum kembali, bantu kami tuan"ucap kakek Nicholas dengan memegang tangan makhluk itu
"Ya baiklah, berikan stempel itu padaku. Lalu kau boleh masuk menemui King"ucap makhluk yang di di panggil perdana mentri itu meminta surat yang telah di stempel
"Ini tuan"
"Baiklah, kalian boleh masuk. Jangan pernah membuat King marah, atau kalian akan tau akibatnya nanti"ancam perdana mentri itu lalu menghilang
"Ayo"
mereka melangkah kedalam dan disana mereka dapat melihat sang raja kegelapan, siapa lagi jika bukan Carlos. Ya meski tubuhnya terlihat seperti manusia, tapi tidak dengan wajahnya yang begitu menyeramkan
bagimana tidak, mata yang merah darah, kepala berbentuk seperti banteng, tanduk dikedua sisi kepalanya, telinga yang panjang dan lebar seperti gajah, mulut yang panjang dan tebal, hidung seperti babi, dan tangan cakar elang namun ada 6 jari
"I-itu Carlos kakek?"tanya Hasna kepada kakek Nicholas lalu langsung menggenggam tangan Arka kencang
"Kau benar Lia, dia Carlos. Dia adalah raja kegelapan. Apa kalian sudah siap untuk berperang?"tanya kakek Nicholas dengan senyum licik diwajahnya sambil menatap Carlos dan matanya berubah biru menyala
"Kami siap"jawab mereka pelan
__ADS_1
"Bagus, persiapkan diri kalian sebentar lagi, kita akan pancing emosinya dengan mengungkin perlakuannya padamu Lia"ucap kakek Nicholas kepada semuanya dan dijawab anggukan oleh semuanya
"Perang akan dimulai Carlos"gumam kakek Nicholas dengan matanya semakin bersinar membuat Carlos menyipitkan mata merahnya menatap kakek Nicholas