Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 21


__ADS_3

" Udah ko nggak usah digagas, bawa aja Ai ke Tuan Khev "


" Lo nggak apa-apa gua tinggal "


" Tinggal aja, banyak orang disini, toh Alin juga sebentar lagi datang "


" Ok "


Willy masih sesekali menoleh kearah sahabatnya, namun perempuan itu masih asyik memoles wajah model yang ada di depannya bahkan perempuan yang tadi tiba-tiba masuk ke ruang make up pun tak dihiraukan.


" Eh lo " Ucap Nandini sambil ingin menarik masker yang shacsya kenakan namun shacsya berhasil menangkisnya.


" Eh lo siapa si, mengganggu aja dari tadi " Tegur salah seorang model yang duduk di samping shacsya.


" Gua nggak ada urusan sama lo ya " Ancam Nandini dengan suara yang menggelegar.


" Tapi lo sangat menghambat proses kita di Make up, kita disini dibayar buat jadi model bukan buat liat lo ganggu orang " Omel salah seorang model yang sedari tadi dia sudah merasa muak dengan kelakukan Nandini, sedangkan shacsya masih cukup santuy bahkan tidak bergeming sedikitpun.


" Tapi gua nggak ada urusan sama lo " Bentak Nandini tak kalah kerasnya.

__ADS_1


" Asal kalian tau perempuan yang sedang memakai masker itu, berusaha cari muka di hadapan Khev. Bisa jadi mendiang istri Khev meninggal karena dia "


" Eh Nona yang terhormat, sedari tadi yang nyerocos itu anda. Dia bahkan tidak menanggapi cerocosan anda sedari tadi, anda hanya iri melihat kedekatan shacsya sama anak tuan Khev kan ? Kalaupun dia mau nikah sama tuan Khev kenapa ? Salahnya dimana ? Mereka sama-sama single "


Bentak salah seorang model yang sedari tadi memang sudah sangat jengah mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Nandini, dan dia juga sangat marah melihat shacsya yang hanya diam saja dihina padahal dia cukup mengenal shacsya.


Alin yang sudah masuk keruangan itu mendapati sahabatnya di hina ingin rasanya mencakar mulut perempuan itu namun saat mendapati ada orang yang silih berganti membela shacsya membuatnya tersenyum.


Dan satu lagi ada Khev yang sedari tadi menyaksikan semua itu dan hanya tersenyum tipis, sebanar dia juga ingin bertindak karena merasa Nandini sudah sangat menganggu namun saat mendapati shacsya yang hanya fokus bekerja membuatnya mengurungkat niatnya.


" Nona manis, silahkan pergi dari sini " Alin menarik lengan Nandini keluar ruangan lalu mengkunci pintu itu dari dalam.


" Kita juga nggak suka lihat perempuan tadi, padahal dia yang selalu mengekori Tn. Khev kenapa jadi shacsya yang kena getahnya toh shacsya juga tidak pernah sekalipun mendekati Aiza, gadis kecil itu sendiri yang selalu datang ke dia "


" Sudahlah biarkan saja, Yuka tolong siapkan semuanya make up sudah selesai " Ucap Shacsya pada salah seorang anggota teamnya.


" Baik mbak "


" Oh iya saya mau langsung pulang ya kamu tolong pastikan semua berjalan lancar ya "

__ADS_1


" Oke mbakk, take care "


Shacsya berjalan merapikan alat make up nya lalu, berjalan kearah Alin dan merangkul sahabatnya itu untuk diajaknya pergi.


" Kenapa masih diem saja ketika di hina sama Nandini dan Nadia si tua bangka itu " Omel Alin saat sudah berada di luar ruangan.


" Nggak enak bikin kegaduhan di acara orang, acara ini udah di siapkan dari beberapa bulan yang lalu "


" Iya juga, kamu mau makan apa ? "


" Makan ice cream aja ke mall "


" Shiap Tuan Putri, gua bawa mobil lo "


" Ha ? " Shacsya terkejut mendengar ucapan Alin.


" Mobil sport lo yang typenya diatas mobil yang dikasih sama Khev " Cibir Alin sambil mengeluarkan kunci mobil dari dalam tas miliknya.


" Hahahaaa, lo ada-ada aja "

__ADS_1


Shacsya lalu mengambil kunci mobil itu dan bersiap mengendari dengan kecepatan yang tinggi agar rasa penatnya bisa terurai sedikit.


__ADS_2