
Khev menarik nafas cukup dalam melihat suasana hati shacsya belum juga membaik, sedangkan dia tahu jika apapun yang dia lakukan tidak akan pernah bisa merubah statement yang ada jika dia pernah menikah walaupun tidak pernah melakukan hubungan badan ataupun jatuh cinta perempuan itu.
" Neysha Malika, bisa tolong liat saya " Pinta Khev pada sang istri mencoba meredam emosinya, karena dia menyadari semakin dia marah shacsya juga semakin tidak terkontrol.
Shacsya masih engan untuk menatap pria itu, walaupun sebenarnya shacsya sudah mempersiapkan semua ini tapi nyatanya hatinya merasakan sakit.
" Saya sama dia berbeda, apapun yang saya lakukan saat ini buat mas ataupun Ai itu semata-mata karena tugas dan tanggungjawab saya sebagai seorang istri serta ibu. Saya tidak pernah ingin mendengar bahwa dia dulu seperti ini atau seperti itu "
" Oke " Khev kembali menarik nafas perlahan lalu menghembuskan " Saya bisa bicara ? Dan tolong tatap mata saya " shacsya masih belum mau menatap mata itu karena dia takut air matanya akan menetes. Padahal shacsya bukan perempuan yang selemah itu sebenarnya namun entah kenapa hari ini dia cukup emosional mendengar ucapan itu.
" Neysha Malika " Khev mengulangi memanggil sang istri dan mau tidak mau akhirnya shacsya menatap mata sang suami.
Belum sempat Khev berbicara tiba-tiba
Bruaaak
Pintu ruang kerja Khev di dorong dari luar dan terbuka sangat lebar, Aiza berlari masuk ke dalam.
" Kenapa sayang ? " Shacsya bertanya pada Aiza yang masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu.
" Ai itu nggak suka sama tante jahat, Ai udah punya momma kenapa dia masih saja mau jadi mamanya Ai. Ai nggak suka " Ai yang sedari masuk sudah cemberut dan begitu bercerita dia semakin cemberut.
" Tante jahat yang mana sayang ? " Kini Khev mulai penasaran dengan orang yang di maksud oleh anaknya itu.
Ai menunjuk kearah pintu, dan ternyata disana sudah berdiri seorang wanita dengan setelan kantor dan membawa sebuah tas yang kalau di liat dari merk nya cukup mahal.
" Diela " Ucap Khev dengan ekspresi yang terkejut melihat wanita yang ada di ambang pintu ruang kerjanya.
__ADS_1
" Yah beiby, kamu ternyata masih mengingatku. Apa kabar dengan mu ? " Wanita itu memeluk lalu menc*um bibir milik Khev, dan shacsya langsung reflek menutup mata Ai dengan telapak tangannya.
" Maksud kamu apa ? "
" Bukan setiap aku bertemu denganmu, kita selalu melakukan hal ini " Wanita itu memutari Khev sambil meraba tubuh pria itu, shacsya yang melihat itu merasa risi dan hendak membawa Ai keluar.
" Mau kemana kamu ? " Khev menarik lengan shacsya, membuat wanita itu mengurungkan niatnya untuk pergi namun masih tetap memeluk tubuh Aiza.
" Oh jadi ini " Wanita itu menatap shacsya dengan tatapan yang sinis " Perempuan ****** yang mengambil kamu dari aku ? " Ucap wanita dengan salah satu sudut bibirnya terangkat keatas.
" Maaf nyonya, saya tidak tahu menahu urusan anda dengan Tuan Khev. Jadi selesaikan urusan kalian, dan biarkan saya keluar " Shacsya mengibaskan tangan Khev dan berjalan keluar dari ruangan itu.
" Neysha Malika " Panggil Khev dengan suara baritonnya, membuat perempuan itu menghentikan langkahnya.
" Selesaikan dulu urusan kalian berdua, biarkan saya dan Ai main di luar " Shacsya kembali melangkahkan kakinya meninggalkan ruang kerja milik Khev.
" Iya tuan " Lion menoleh kearah Khev.
" Cari istri saya "
" Baik " Lion sedikit membungkuk lalu berjalan mencari shacsya.
" Diela, maksud kamu apa ? "
" Haha, Stock wanita terbaikmu sudah habis ? sampai seorang MUA lo nikahin " Diela tersenyum miring dengan tatapan mata yang sinis dan mengejek.
" Bukan urusanmu " Khev menjawab dengan berjalan kembali ke kursi singgah sananya.
__ADS_1
" Hahaha, Saat kamu menikah dengan Audi mungkin saya akan diam saja tapi dengan MUA yang biasa saja, hahaha sepertinya saya tidak bisa tinggal diam "
" Tidak perlu anda repot-repot mengurusi semua itu, saya bisa mengurus sendiri " Khev lalu beranjak dari kursinya dan berjalan keluar untuk mencari shacsya agar tidak terjadi salah paham antara mereka.
***
Di rooftop shacsya sedang menutup matanya dengan menghirup udara yang sebenarnya tidak begitu menyejukkan namun dia berusaha menikmati itu, sedangkan Aiza bermain di playground yang letaknya tidak jauh jadi masih bisa di jangkau olehnya.
" Nyonya " Panggil Lion yang berjalan mendekati istri bosnya dan mensejajarkan berdirinya.
" Saya capek lion, menikah dengan mas khev memang pilihan saya karena tidak ingin melihat Tante Nadia dan Nandini hidup susah. Selain tidak ingin membuat om Raditya melakukan hal yang diluar kendalinya "
Lion hanya dia mendengarkan semua ucapan yang keluar dari mulut nyonya bosnya itu, dia bahkan tidak membuka mulutnya untuk memberikan komentar apapun.
" Aku juga tidak ingin tahu siapa perempuan itu dan apa hubungan dengan mas Khev, sikap ku ini bukan karena aku cemburu tapi aku lebih kecewa dia membiarkan Ai melihat dia di cium perempuan lain padahal disitu ada perempuan yang dia anggap mommanya " Air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya tumpah juga dan semakin membuatnya terisak.
" Aku tidak pernah meminta dia mencintaiku atau apalah itu, tapi tolong hargai perasaan Ai. Ai tidak perlu tahukan jika papa dan mommanya hanya sedang bermain peran untuk saling menguntungkan "
Khev yang tidak sengaja mendengarkan itu membuat hatinya terasa sakit, karena mendengar secara langsung jika shacsya belum jatuh cinta padanya.
" Apa yang saya lakukan itu semata karena kewajiban dan tanggung jawabku sebagai seorang istri dan ibu bagi Ai "
Shacsya semakin terisak, bahkan Khev semakin terluka melihat wanitanya menangis sampai seperti itu sedangkan Lion hanya dia disana. Sejujurnya Lion menyadari kedatangan Khev namun pria itu memberikan kode agar Lion tidak beranjak dari tempat itu.
" Aku kecewa sama kamu mas " Teriak shacsya yang membuat Khev semakin merasakan sakit di hatinya.
" Aku memang yang memilih kamu, karena aku yakin kamu tidak akan membuatku kecewa tapi belum ada tiga bulan kamu malah membuatku kecewa " Khev yang sudah tidak sanggup segera berlari dan mendekap tubuh shacsya, walaupun wanita itu terus memberontak namun tetap dia peluk dengan erat.
__ADS_1