
" Lo dari mana ? Bukan kakak bilang jaga istri sama anak kakak " bentak Khev yang membuat shacsya langsung reflek memegang lengan suaminya.
" Koko nggak salah mas, dia bantu aku buat beli minum. Aku sama Ai juga nggak terluka sama sekali " Shacsya berusaha menenangkan suaminya.
" Maaf kak, saya sudah lalai " Willy memang merasa bersalah karena wanita yang dia jaga sampai terjatuh, dan disudut lain ada seseorang yang sedang mengawasi kejadian ini.
" Kenapa si will, nggak bisa banget tanggung jawab "
" Iya kak, maaf "
" Mas, udahlah. Koko nggak salah, mas yang katanya mau jagain aku kenapa malah pergi nggak pamit " Kali ini shacsya yang ngambek karena memang dia nggak suka Willy kena marah, padahal bukan salah Willy.
" Tuan maafkan saya, tadi saya tidak sengaja menabrak istri tuan "
" Lain kali hati-hati ya pak, saya tidak apa-apa silahkan bapak pergi " Ucap Shacsya mendahului suaminya karena dia sudah memprediksikan bakal kena omel juga pria itu.
" Tas kamu mana ? " Khev memilih tidak membela dirinya, karena memang dia juga merasa lalai dalam menjaga anak dan istrinya.
" Mau buat apa mas ? "
" Sini dulu semua barang-barang kamu " Ucap Khev yang langsung meraih barang-barang yang di bawa Shacsya, Aiza dan Alin.
Willy dengan sigap mengambil barang-barang yang ada di tangan sang kakak " Saya bawa ke mobil dulu "
" Heeem "
Khev berjalan mengikuti istri dan anaknya dengan ponsel di tangannya, ' Kak ada penyadap di salah satu paper bag ' Chat dari Willy yang membuat Khev membuang nafas kasar.
" Alin, lo masih ada belanjaan lagi ? "
" Masihlah pak bos, kenapa ? "
" Kita pindah mall aja, ke mall mili praya group saja biar kalian aman "
" Kenapa mas ? " Shacsya Langsung menoleh kearah suaminya.
" Kita pergi dulu dari sini "
Khev mengambil Aiza dan menggandeng tangan shacsya keluar dari mall, setibanya di pelataran mall sudah ada Lion dan Aston yang menunggu.
" Abang Aston ? "
__ADS_1
" Iya dek " Menjeda ucapannya lalu berbisik pada Khev "Pak Mario akan segara tiba di mall yang anda tentukan tuan "
" Kita segera kesana saja "
" Baik tuan "
***
" Bang Aston, ini ada apa ? " tanya Alin yang berada satu mobil dengan Aston sedang shacsya dan suami beserta anaknya berada di mobil yang lain bersama Lion.
" Ada yang sengaja mengikuti kalian sampai mall, ada penyadap di salah satu paper bag yang kalian bawa. Tuan Khev tidak ingin membahayakan adek "
" Bukan Zean sudah baik pada kalian ? "
" Saingan bisnis bisa " Jawab Aston singkat padahal sejujurnya mereka semua tidak percaya dengan sikap baik Zean.
Mobil sudah memasuki bastmen mall sekaligus hotel milik Praya group, Mall ini sengaja Khev beli untuk kenyamanan anak dan istrinya jika ingin pergi ke Mall.
" Selamat datang Tuan dan Nyonya beserta Nona " Sapa manager Mall saat Khev baru saja keluar dari lift.
" Pengaman sudah di perketat ? "
" Abang disini mas ? " tanya shacsya antusias.
" Itu " ucap Khev sambil menunjuk pria yang sedang menikmati secangkir coffe.
" Abang " panggil shacsya membuat Mario menoleh kearah sumber suara.
" Apakabar kamu sayang ? " Mario langsung memeluk tubuh shacsya, tanpa memperdulikan ada Khev disana hingga membuat pria itu " Eheem " Berdehem cukup keras.
" Kenapa Khev cemburu? " Goda Mario yang mengubah pelukan menjadi rangkulan.
" Enggak, gimana bang kondisi disini ? " Khev menjabat tangan Mario.
" Sejauh ini masih aman, kalian belanja saja " titah Mario.
" Alin lo muter-muter sama abang aston aja, gua mau duduk disini sama Abang io "
" Ya okeh deh "
" Bang, nitip istri saya dulu " Ucap Khev yang sengaja mengajak Aiza untuk ke Playground.
__ADS_1
***
" Gimana dek ? "
" Hidup aku semakin aneh aja ini bang, nggak ada musuh nggak ada apa tapi berasa was-was "
" Tenang aja dek, kita sudah memperketat pengaman buat kamu. Apalagi suami dan uncle kamu, gila-gilaan jagain kamunya "
" Apa ini hanya Zean atau ada yang lain ? "
" Emmm " Mario berfikir sejenak, dan menyeruput coffee yang ada di depannya.
" Biar saja aja nanti yang jawab bang, saya tidak mau dia menjadi banyak fikiran dan jadi makin malas keluar rumah " Entah sejak kapan Khev mendengar obrolan dirinya dan Mario.
" Bisa bicara sekarang aja nggak mas ? "
" Kita muter-muter dulu, nyari apa gitu sapa tau kamu butuh sesuatu " Khev mencoba mengalihkan obrolan.
" Mas " shacsya menekan panggilan untuk suaminya.
" Iya mas bakal ngasih tau semuanya sama kamu, kita nunggu uncle dulu "
" Oke "
Hallo pembaca menikah saja dengan ku
Terimakasih untuk dukungan selama ini,
Ini karya pertamaku yang langsung di baca oleh orang lain,
Mohon maaf masih banyak salah dan kekeliruan karena saya juga selalu belajar untuk menyajikan cerita ini menjadi lebih baik.
Like
Komen
Vote
Saya tunggu ya
Matur nuwun
__ADS_1