
Mansion Khev Bawika _
Shacsya sedang asyik bermain dengan ipad nya sambil nunggu suaminya mandi, tiba-tiba decit pintu terbuka terlihat kepala Aiza masuk ke dalam.
" Apa sayang " Shacsya yang melihat itu langsung menyapa gadis kecil itu.
" Papa mana momma ? " Tanya nya sambil mencari sosok papa nya yang tak terlihat di area kamar.
" Mandi sayang, sini duduk deket momma "
Gadis itu segera berjalan mendekati momma dan duduk disamping sang momma.
" Sayang warna ini bagus nggak ? " tanya Shacsya pada anak gadisnya yang lumayan suka fashion.
" Ini bagus mom " tunjuk Aiza pada sebuah warna yang ada di layar ipad momma nya.
" Wih iyaa loh, kita bisa kolaborasi ini sayang "
" Boleh mom, baju buatan momma bagus-bagus ya " Aiza begitu mengagumi beberapa desain baju yang di buat shacsya.
" Ai suka ? "
" Suka mom, boleh buatin satu buat Ai nggak ? "
" Emmm boleh nggak ya " Shacsya sengaja menggoda sang anak agar bibirnya manyun dulu karena itu membuat dia terlihat lucu " Boleh sayangku, mau di buatin berapa ? " Goda shacsya yang tidak menyadari kalau suaminya sudah selesai mandi dan sedang mengenakan kaos.
" Ai, papa mau ngobrol dulu sama momma " Tegur Khev yang memang kurang suka jika sang anak itu ada di kamarnya, karena selama ini dia tidak pernah melihat hal seperti ini.
Dia bahkan tidak pernah ngobrol dengan Audi jika di dalam kamarnya dulu, namun entah kenapa di mansion nya ini dia sengaja meletakkan sofa di kamar tidurnya.
" Kita lagi seru nih pa " Aiza menolak pergi dari kamar papanya dan malah semakin mendekat pada shacsya.
" Aiza " Khev kembali memanggil sang anak dengan nada yang lebih tinggi dan penuh penekanan, membuat shacsya langsung mematikan ipad nya dan menatap sang suami.
" Papa mau bicara dulu sama momma, bisa ? "
" Nanti saja kan bisa pa " Aiza masih menolak untuk pergi dari kamar papa.
" Aiza bisa papa minta tolong, papa mau ngobrol dulu sama momma " Khev kali ini sangat marah mendapati penolakan dari sang anak.
" Papa kenapa sih bentak Ai, Ai cuma mau ngobrol sama momma "
" Ai bukannya dari tadi sudah ngobrol sama momma " Bentak sang papa, kondisi ini tidak pernah terprediksi oleh shacsya karena selama shacsya melihat Khev cukup menyayangi sang anak.
__ADS_1
Aiza langsung berlari keluar kamar dengan menangis, saat shacsya hendak bangun dari duduknya Khev menarik lengan shacsya sehingga membuatnya menjadi kembali duduk.
" Mas apaan si, apa sepenting itu sampai harus bentak anak ? " Shacsya langsung memprotes sikap Khev.
" Penting "
" Aku pikir mas itu orang yang sweet jika sedang bersama dengan anaknya ternyata aku salah " Shacsya langsung pergi begitu saja, dan berjalan menuju kamar Aiza.
" Sayang momma " Aiza duduk diatas kasur dengan terisak membuat hati shacsya ikut hancur.
" Maafin papa ya sayang, papa sepertinya sedang capek jadi membuat papa jadi sedikit kasar dengan kamu " Aiza hanya memeluk tubuh shacsya dengan air mata yang terus menetes.
" Sayang mau kan maafin papa ? "
" Iya mom "
***
Khev memukul sofa yang dia duduki, dia sungguh tidak menyangka jika shacsya lebih memilih anak mantan istrinya katimbang dia suaminya.
Mondar-mandir di kamar hampir satu jam yang Khev lakukan, bahkan dia cukup gengsi jika harus menyapa sang anak terlebih dahulu.
Tokk Toook Toookk
" Tuan, nyonya dan nona sudah menunggu di ruang makan " Ucap wanita itu saat melihat majikannya berdiri diambang pintu.
" Suruh makan duluan saja, saya masih ada hal yang harus di kerjakan "
" Baik tuan " Saat bi sumi akan pergi meninggalkan kamar tuannya alat hubung yang di bawanya berbunyi.
" Khev Bawika turun makan malam segera " ucap sang nyonya dari lantai satu yang langsung membuat raut wajah Khev memerah dan membanting pintu kamarnya.
Khev bahkan engan menggunakan lift dia memilih untuk menuruni anak tanga dengan sedikit berlari, saat tiba di ruang makan anak dan istrinya sudah asyik makan.
" Itu udah disiapin, buruan di makan keburu dingin " Sikap shacsya kali ini membuat para ART geleng-geleng kepala, merasa sedikit lucu namun mereka merasa perlu majikannya itu di perlakukan seperti ini.
Khev langsung duduk dan menyantap makanan yang sudah shacsya siapkan untuk dirinya, selama makan tidak ada obrolan apapun bahkan Aiza memilih menundukkan kepalanya.
" Momma, Ai udah selesai makannya. Piring ini biar Ai bawa ke belakang sendiri ya "
" Oke hati-hati ya "
" Siap mom "
__ADS_1
Pria itu hanya melihat dan mengamati sikap sang anak, karena selama ini dia bahkan tidak mau masuk ke dapur namun malam ini dia baru menyaksikan jika anaknya bisa dengan santai masuk ke dapur dan mencuci piring yang sudah dia pakai.
" Sha, saya mau ngomong sama kamu " Ucap Khev saat melihat istrinya sudah beranjak dari kursi yang dia duduki.
" Minta maaf dulu sana sama Ai "
Khev mendengus kesal, karena baru kali ini dia tidak bisa membantah orang sama sekali.
" Ai papa boleh bicara sebentar sama kamu ? " tanya khev pada gadis kecilnya yang melintas saat hendak masuk ke dalam lift, sebenarnya gadis kecilnya ini enggan untuk ngobrol dengan sang papa namun karena menoleh kearah shacsya dan dia memberikan kode setuju gadis itu akhirnya mendekat.
" Papa minta maaf udah bentak Ai tadi, papa sebenarnya juga nggak ingin marah namun papa sedang banyak kerjaan dan butuh momma buat ngobrol, lain kali bisa kita saling mengerti sayang ? "
' Bhahaaha, ini orang ngasih tau anak empat tahun tapi caranya seperti ngasih tau anak remaja ' Batin shacsya yang memang sengaja diam tanpa mau ikut campur urusan bapak dan anak itu.
" Sayang sini momma kasih tau " Saat keduanya kini saling diam shacsya baru berinisiatif untuk membuat anak gadisnya itu faham.
" Ai, ketika pulang sekolah pasti capek kan ? " Gadis itu mengangguk " Papa juga gitu sayang, papa capek pulang kerja trus pengen ngobrol sama momma biar bisa sharing... Ai tadi pulang sekolah kan juga gitu, langsung sharing sama momma. Tapi pas papa pulang mau ngajakin ngobrol momma, eh kita malah asyik ngasih warna baju " Shacsya memberikan kode pada sang anak lalu " Maafin kita ya pa " ucap kompak istri dan anaknya yang langsung di balas dengan senyuman kebahagiaan dan tulus " seharusnya apa yang harus kita lakukan sayang kalau papa pulang ? "
" Bersikap manis, maafin Ai ya papa " Gadis kecil itu memeluk tubuh papanya dan shacsya cukup bahagia melihat pemandangan ini.
" Papa boleh pinjam momma sekarang ? "
" Boleh, Ai mau tidur pa. Tapi mau menggambar dulu sebentar " Gadis kecil yang tadi murung kini sudah kembali terlihat ceria bahkan saat masuk ke dalan lift terdengar dia sedang bersenandung.
" Kamu ikut saya ke kamar " Titah Khev penuh dengan penekanan.
" Iya mas ke kamar dulu, saya beresin ini " Pria itu mengangguk lalu berjalan kearah tangga.
" Astaga nyonya, saya pikir nona sama tuan nggak bakal langsung baikan gitu " Rumpi bi Surti yang tiba-tiba sudah muncul membantu shacsya beberes meja makan.
" Menang mereka sering seperti itu ? "
" Sering nyonya, nona pernah kabur juga udah gitu nyonya Audi nggak mau cari anaknya akhirnya tuan juga yang cari. Ya gitu tuan marah-marah, nyonya malah ikutan marahin dia "
" Ooo, makasi ya bi infonya. Bibi saya ke kamar dulu ya takut macannya ngamuk lagi " kekeh saya yang di balas dengan anggukan kepala, karena seisi rumah ini sudah tahu bagaimana jika Khev Bawika marah.
Ceklek
Benar saja pria itu sedang menunggunya di sofa dengan Ipad yang selalu ada di tangannya.
" Kenapa mas ? "
" Besok kamu ikut saya ke kantor "
__ADS_1
" Ada apa ? "