Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 58


__ADS_3

" Menyiksa diri sendiri, suaminya aja protektif banget sama shacsya mana bisa lo deketin dia "


" Hak lo apa bilang gua menyiksa diri, gua cuma mau bantu dia bekerja "


" Tapi gua kecewa sama bos lo, dia buat wanita yang gua sayang bahaya " Zean tampak mengepalkan jemari tangannya dengan tatapan mata yang tajam.


" Nggak usah sok asyik lo, belum tentu dia kalau sama lo bakal aman-aman saja "


Khev mengurungkan niatnya masuk ke dalam ruangannya setelah mendengar obrolan diantara Zean dan Willy, pria itu melangkah ke ruang kerja shacsya lalu menutup pintu dan sengaja menggelapkan kaca agar tidak terlihat dari luar.


Clupp


C**man mendarat di bibir shacsya ketika pria itu membalikkan kursi dimana shacsya duduk, bahkan c**man itu semakin dalam dan intens sampai hampir membuat shacsya kehabisan nafasnya.


" Mas apaan si " Omel shacsya saat sang suami melepas c**man itu, lalu membuat sang istri duduk diatas pangkuannya.


" Itu hukuman buat kamu " pria itu memang begitu ketus namun jemari tangannya mengusap bagian-bagian yang sensitif pada tubuh shacsya.


" Mas please tangannya di kondisikan " Shacsya memukul kedua tangan milik Khev.


" Apa saja yang sudah kamu lakukan bersama Zean ? "


" Ngelakuin apa ? Aku baru ketemu dia loh hari ini setelah berapa tahun entah nggak ketemu dia " Shacsya yang ingin beranjak berdiri ditarik kembali sehingga membuat gadis itu kembali duduk di pangkuannya.


" Halah, dia mantan pacar kamu ? Bahkan Willy juga mantan kamu ? " tatapan mata intimidasi mulai di perlihatkan oleh presdir yang memang suka susah senyum.


" Mantan pacar darimana ? Dapat gosip darimana si ? " shacsya menempelkan punggung tangan pada dahi sang suami.


" Kenapa tangan kamu ? "


" Ngechek aja, takut suami aku kesambet "

__ADS_1


Khev kembali membungkam dengan c**man kali ini jauh lebih hot, bahkan shacsya sampai kehabisan nafas dan berulang kali memukul lengan sang suami.


" M.... mas u...dahh "


" Ternyata melakukan hal seperti ini menyenangkan " Ucap Khev dengan mengedipkan sebelah matanya.


" Apaan si " bibir shacsya sudah mulai manyun mendengar ucapan Khev yang ambigu.


" Kita lanjutkan nanti di rumah, atau kamu pergi ke hotel ? "


" ish apaan coba, mana remote nya ? " tanya shacsya saat mencari benda pipih untuk membuat kaca ruangnya terang.


" Aku masih belum puas " Khev kembali menempelkan sang istri pada sisi salah satu dinding.


" Mua apa mas ? " Detak jantung shacsya semakin tak menentu, apalagi saat ini jemari tangan shacsya berada diatas dada Khev dan detak jantung milik Khev juga menderu bagaikan peluru senapan yang sengaja di tembakkan membagi buta.


" Mas ini di kantor loh, nggak malu sama karyawan kamu ? "


" Istri ya istri tapi nggak gini, kita sedang kerja bukan liburan " Shacsya berusaha mendorong Khev, namun dorongan itu tidak membuat Khev mengubah posisinya bahkan bergerak pun tidak.


" Mas come on " shacsya masih berusaha melepas dekapan suaminya, namun bukan semakin melonggar tapi semakin mengerat.


" Biarin begini dulu, saya cuma ingin memastikan kamu tidak akan kemana-mana " Khev menduselkan kepalanya di leher jenjang sang istri.


" Kamu aneh mas, bukan selama ini ketus banget ya. Kamu selingkuh ya ? " Tebak shacsya yang membuat Khev melepas pelukannya.


" Coba kamu ulangi lagi apa yang barusan kamu ucapkan " Titah Khev dengan raut wajah yang tidak suka dan sudah pasti memerah karena marah.


" Se..ling.... " Ucapan itu hanya berhenti sampai disitu karena Khev kembali membungkam mulut istri dengan mulutnya, kali ini jauh lebih intens dan kasar ada amarah dari setiap gerakkannya.


" Au.... U sakit mas " Pekik shacsya saat jemari tangan Khev meremas dengan kuat dua buah yang menggantung dan berisi milik shacsya.

__ADS_1


" Kamu yang membuat saya melakukan ini, terimakasih saja jangan protes " Bahkan pria itu dengan ganasnya membuka kancing setelan milik shacsya, hampir semua inci tubuh milik istrinya di jamah dengan bibirnya.


" M...mas... U....udah...ahhh " ******* lolos begitu saja dari bibir mungil shacsya bahkan lolos begitu saja dan berulang hingga hampir semua leher shacsya merah seperti habis di gigit drakula di film Vampir.


" Buat apa saya selingkuh dari kamu, kamu yang sudah memilih saya. Seharusnya kamu yakin kalau saya memang pria yang tepat buat jadi pasangan mu " Khev meninggal istrinya begitu saja dengan baju yang masih acak-acakan bahkan rambut yang tadinya tertata rapi sudah ikut acak-acakan.


Shacsya segera berjalan ke dalam kamar mandi untuk merapikan pakaian dan rambut serta riasnya, dia tidak ingin reputasi suaminya buruk dimata karyawannya namun ada butiran air mata yang tiba-tiba mengalir dari sudut mata shacsya saat mendapati kondisi tubuhnya yang penuh tanda kepemilikan dari Khev.


" Astaga mas, kenapa harus sebanyak ini bagaimana aku harus pergi dari kantor ini " Guman shacsya yang kebingungan menutupi tanda merah-merah yang hampir memenuhi leher hingga pangkal leher.


" Wkwkwkwk, lo habis diterkam kakak gua ? " Goda Willy yang sudah menyandarkan pantatnya pada meja kerja milik shacsya.


" Koko please pinjem jacket " rengek shacsya dengan muka melasnya.


" O... Oke gua ambil dulu " Willy masih dengan tertawa keluar ruangan milik shacsya.


Lima menit berlalu, shacsya sudah membereskan beberapa berkas yang harus dicek oleh Khev dia memanggil Lion dari sambungan telpon.


" Bang Lion bisa ke ruang saya ? "


" Baik nyonya bos meluncur "


Ketika shacsya hendak membenarkan jacket yang dia pakai, Lion sudah berada di ambang pintu.


" Bisa saya bantu nyonya bos ? "


" Ishh panggil biasa aja bisa kali bang " omel shacsya yang isi di panggil dengan sebutan nyonya bos.


" Tolong berkas ini abang kasih ke mas Khev ya, saya mau pulang dianter sama Koko "


" Oke nyonya bos, kalau manggil nama takut kena omel saya. Bos saya lumayan galak " Kekeh Lion sambil berjalan ke luar ruangan.

__ADS_1


__ADS_2