Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 45


__ADS_3

Masih Di Bali


Setelah selesai mandi, shacsya tidak langsung merebahkan tubuhnya padahal sebenarnya rasanya aduhai.


" Sha "


Shacsya langsung menoleh kearah sumber suara dan melihat Khev mengenakan handuk namun dada bidanya di biarkan terekspos sempurna bahkan semua itu tak luput dari mata shacsya.


" Iya kenapa mas " Jawab shacsya langsung mengalihkan pandangannya.


" Kamu nggak siapin baju ganti buat saya "


" Eh " Shacsya langsung turun dari sofa dan berjalan menuju walk in closed yang ada di samping kamar mandi.


" Mau pakai apa mas ? "


" Apa aja terserah kamu, yang penting nyaman buat tidur "


" Ya "


Lima menit kemudian shacsya keluar dengan membawa celana dan kaos, dan tanpa memberikan komen apa pria itu segera melepas handuk yang dia kenakan dan menganti dengan kaos dan celana.


Shacsya yang kini sudah merasa sangat ngantuk, akhirnya memilih merebahkan tubuhnya sedangkan sang suami masih sibuk dengan Ipad nya.


Belum juga mata terpejam tiba-tiba terdengar panggilan dari sang suami " Apa mas " dengan suara yang sudah sangat parau.


" Udah mau tidur kamu ? "


" Kenapa ? " tanya shacsya yang kembali duduk dengan rambut yang terurai.


" Sinilah temenin gua dulu " Ucap Khev sambil menepuk sofa.


" Aku ngantuk mas " Jawab shacsya yang hendak kembali tidur.


" Sini bantu milih ini "


Akhirnya shacsya beranjak dari tempat tidur dan berjalan mendekati sofa lalu duduk di samping sang suami dengan mata yang sudah hampir terpejam.


" Tolong pilih lokasi baut promosi produk brand baju "


" Desainnya seperti apa ? " Shacsya masih belum melihat kearah layar ipad milik Khev.


" Semi formal "


" Mau out door apa in ? "


" Bagusnya ? "


" Buat aja out door, dengan suasana pesta mungkin atau suasana menghadiri acara penting "


" Oke "

__ADS_1


" Adalagi nggak "


" Mau kemana ? "


" Tidur mas "


Shacsya yang sudah berdiri di tarik duduk kembali di dekat Khev, pria itu sibuk mengeser-geser layar Ipad nya dan shacsya sudah menguap beberapa kali.


Shacsya yang tadinya duduk tegak kini sudah menyandarkan kepalanya di bahu milik Khev dan matanya sudah terpejam, membuat pria itu mengeser duduknya agar sang istri bisa rebahan dan kepalanya berada di pangkuannya.


" Maaf istriku aku hanya ingin kamu menemaniku disini, rasanya aneh aja di ruangan yang sama kamu tidur di sana dan aku disini " Ucapnya pelan sambil mengusap rambut shacsya.


Setelah hampir dua jam mengechek pekerjaannya, khev akhirnya mengendong sang istri memindahkan wanita itu keatas kasur.


" Selamat tidur istriku " Ucap Khev lalu mengecup kening sang istri, dan ini kali pertama dia mencium istrinya karena dulu walaupun tidur satu kamar dengan Audi dia tidak pernah menyentuh wanita itu.


Khev merebahkan tubuhnya tepat di samping shacsya lalu beberapa detik berikutnya sudah tertidur pulas.


***


Saat shacsya membuka mata, dia sudah berada di dekapan sang suami karena perempuan ini gengsinya gede banget dia segera mengeser tubuhnya dan menggantinya dengan guling.


Shacsya keluar kamar dan mencari letak dapur karena ingin memasak untuk sarapan suami dan anaknya, walaupun dia bukan anak kandung shacsya namun dia akan tetap sayang padanya.


Setelah mengambil beberapa bahan yang ada di dalam kulkas, shacsya segera mengeksekusi bahan-bahan itu menjadi beberapa menu yang siap di santap untuk sarapan.


Khev tiba-tiba sudah berada di ruang makan saat shacsya hendak menyajikan sarapan.


" Bangun jam berapa ? "


" Mas kalau pagi suka minum teh apa kopi atau apa ? "


" Kopi aja "


Shacsya bergegas ke dapur untuk membuatkan kopi untuk suaminya dan segelas susu untuk anak gadisnya.


" Kamu kalau pagi memang selalu begini ? "


Shacsya menggeleng " Baru inilah, kan baru nikah juga sama mas Khev kalau tiap pagi mau nyiapin buat siapa " Ucap shacsya yang langsung ngeloyor pergi untuk membangunkan Aiza.


" Astaga bini gua " Guman Khev dengan senyuman tipis yang mungkin kalau ada orang di hadapannya juga tidak menyadari jika pria itu sedang tersenyum.


Setengah jam sudah berlalu, shacsya sudah membawa anak gadisnya yang sudah mandi duduk di ruang makan.


" Mau sarapan pakai apa Ai ? " Tanya shacsya saat melihat ada binar bahagia melihat semua makanan yang ada di meja makan.


" Semua boleh di cicip momma ? " Tanya anak itu dengan malu-malu.


" Boleh, kalau mau di makan semua juga boleh tapi sisain buat papa ya "


Entah dimana pria itu, sudah menghilang begitu juga secangkir kopi yang sudah disediakan shacsya ikut lenyap.

__ADS_1


" Papa kemana momma ? "


Shacsya mengangkat dua bahunya " Enggak pamit sama momma, apa perlu momma telpon bilang kalau Ai cariin papa ? "


Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya " Enggak perlu momma, papa nggak suka kalau kerja di gangguin "


" Ini masih pagi, masa iya sudah kerja ? Momma cari dulu ya, kita sarapan bareng aja. Nggak baik sisain makanan untuk orang yang lebih tua " Ucap shacsya pelan sambil berjalan menjauh dari sang anak.


Hampir setiap sudut ruangan di dalam Villa sudah shacsya masuki namun belum menemukan sosok yang dia cari, namun saat akan melangkah ke ruang makan dia melihat pintu kearah taman terbuka. Taman dimana kita kemaren melangsungkan pernikahan.


" Mas " Shacsya memanggil pria yang sedang sibuk telphone itu, dan pria itu memberikan kode istrinya agar diam terlebih dahulu sampai dia selesai telphone.


" Kenapa ? " Tanya pria itu saat selesai telphone


" Sarapan udah di tunggu Ai "


" Oke " Pria itu segera masuk ke dalam ruang makan dan mendapati sang anak sedang asyik nyemil makanan yang sudah di tata rapi diatas meja.


" Hayo kenapa nggak nunggu papa ? " Tegur sang papa pada sang putri kecil yang di balas dengan cengiran, lalu shacsya mengusap rambut anak gadis itu.


" Nanti siang kita kembali ke Jakarta "


" Mas "


" Kenapa ? " Khev langsung melihat kearah istrinya dengan tatapan yang tajam dan membunuh.


" Aku boleh tinggal di Bali dulu ? "


" Sampai kapan ? "


" Entah " Shacsya menjawab tanpa melihat kearah suaminya melainkan dia mengambilkan makanan untuk suaminya.


" Ingat kamu Ny Khev Bawika "


" Iya mas, sampai urusan disini selesai "


" Oke "


" Yah momma, kenapa gitu "


" Nanti kalau semua udah beres Momma pulang ke Jakarta sayangku, yok sarapan dulu "


Khev semakin di buat kagum oleh perempuan yang memintanya menikahinya itu, jiwa ke ibuan nya terlihat daripada sang mantan istri padahal kalau di pikir-pikir Audi adalah ibu kandung Aiza namun gadis kecil itu lebih terlihat nyaman bersama shacsya.


***


Menjelang petang shacsya sudah berada di airport mengantar suami dan anaknya kembali ke Jakarta, sebenarnya dia tidak benar-benar ada hal yang harus di urus cuma dia ingi memantapkan hatinya atas pilihan yang dia pilih.


" Momma cepat pulang jakarta ya " Rengek sang anak yang cukup manja walaupun dia bukan ibu kandungnya.


" Siap tuan putri Bawika "

__ADS_1


Sebulan di Bali shacsya hanya berdiam diri di Villa, belajar masak dengan Bu Niluh.


***


__ADS_2