Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 89


__ADS_3

Shacsya dan Khev tiba di sebuah villa yang berada jauh dari keramaian, membuat shacsya langsung merebahkan tubuhnya dan terlelap.


Khev hanya tersenyum melihat istrinya tertidur dengan pulas, dia sengaja menyelimuti tubuh istrinya lalu menjauh kearah sofa dan menghubungi seseorang.


" Iya tuan "


" Zean bagaimana ? "


" Belum ada pergerakan apa-apa tuan, tapi kami pastikan Tuan Willy dan Nona Aiza akan aman "


" Saya titip mereka pada kalian selama saya honeymoon, jangan ada kesalahan sedikitpun. Jika ada pergerakan yang kalian tidak bisa handel segara hubungi abang Mario atau Aston "


" Baik tuan "


" Ya sudah kamu istirahat "


" Baik tuan, semoga honeymoon tuan berjalan dengan lancar "


" Iya, terimakasih "


Tepat disaat Khev menutup panggilan telponnya, dia melihat kearah tempat tidur dan mendapati istrinya sudah duduk dengan muka cemberut.


" Hai kenapa cemberut sayang ? " Tanya Khev yang berjalan menghampiri istrinya.


" Laper "


" Astaga.... Sayangku, mau makan apa ? "


" Apa aja asal di suapin sama mas Khev " Khev cukup kaget dengan permintaan istrinya barusan.


" Tumben minta suapin ? " Goda Khev.


" Ya udah kalau nggak mau " Shacsya Kembali membaringkan tubuhnya dengan menarik selimutnya hingga menutup kepalanya.


" Oke . . . Oke mas suapin, mas telpon chef dulu biar disiapin makanan buat kamu "


" Enggak mau chef, maunya mas yang masak saja "


" Mas nggak bisa masak sayang ku "


" Ayolah mas "


" Oke, kalau nggak enak nggak boleh komplain "


" Oke mas "

__ADS_1


Shacsya mengikuti Khev berjalan ke dapur, dan ternyata benar Khev sudah mempersiapkan seorang chef disana saat melihat Khev masuk ke dalam dapur chef itu mengikuti Khev.


" Tuan bisa saya bantu ? Anda mau membuat hidangan makan malam apa ? " tanya pria.


" Tidak usah, biarkan saya saja yang memasak untuk istri saya. Kamu bisa istirahat "


" Tapi tuan ? "


Khev memberikan kode untuk Chef itu agar meninggalkan dapur, " Sudah kamu istirahat saja "


" Baik tuan "


Chef ini bernama pram, dia sudah mengikuti Khev sejak dia kecil karena Khev sangat suka masakan dia. Namun saat Khev menikah dengan Audi dia memutuskan hanya akan membawa Pram ketika berpergian jauh, karena Audi tidak menyukai pram.


" Malam nyonya " Sapa Chef Pram saat berpapasan dengan shacsya yang tadi sempat mampir dulu ke kamar mandi sebelum mengikuti suaminya ke dapur.


" Malam, Anda tuan ? " tanya shacsya yang memang belum pernah bertemu dengan Chef Pram.


" Saya Pram nyonya, chef yang selalu menemani kemanapun tuan pergi "


" Oh iya chef pram, chef tidur aja biar mas khev yang memasak untuk saya malam ini "


" Apa tidak apa-apa nyonya ? " Sikap Khev yang seperti ini baru pertama kalai pram saksikan setelah menjadi obrolan hangat dikalangan ART di Mansion Bawika, banyak dari mereka mengatakan bahwa Khev sekarang menjadi sosok yang lebih warm.


" Ternyata nyonya benar baik, seperti apa yang di perbincangkan selama ini "


" Wah siapa yang berani membicarakan istri saya " suara Bariton Khev membuat shacsya dan pram menoleh bersamaan.


" Semua orang bilang, istri tuan Khev baik banget. Dia juga nggak pernah mempersoalkan status sosial, bahkan semua orang di mansion boleh makan masakan nyonya "


" Wah ternyata kalian suka bergosip " Timpal Khev setelah mendapat penjelasan dari sang Chef.


" Bukan gosip tuan, tapi benar baik. Bahkan saya baru bertemu sekali saya sudah merasakan kebaikan nyonya, tuan beruntung menikah dengan nyonya "


" Beruntung sekali pram, kamu sudah saya bawa hingga kesini tapi malah saya yang di minta masak " Guman Khev sedikit kesal.


" Kalau nggak mau nggak apa-apa kog mas, kembali ke Jakarta aku nggak akan masak apapun buat mas ! "


" Eh nggak gitu sayang, mas mau masak ini. Kamu di tunggu lama sekali " Khev lalu merangkul istrinya dan membawanya ke dapur.


" Chef pram, ada buah apa aja ? "


" Semua buah kesukaan nyonya ada, bahkan bahan makanan yang nyonya suka juga sudah disiapkan "


" Oke, thanks chef pram. silahkan istirahat " Ucap Shacsya yang segera menyusul suaminya, sedang Chef Pram tersenyum bahagia melihat Bosnya kini sikapnya semakin terlihat warm apalagi ke istrinya padahal dulu hal seperti ini hanya bisa di liat saat bersama dengan Aiza saja atau bersama Willy.

__ADS_1


***


" Makan steak aja ya " Ucap Khev yang sudah bersiap memotong daging.


" Iya, aku mau mengupas mangga dulu " Entah sudah hampir tiga hari ini dia begitu suka makan mangga.


" Sayang " panggil Khev saat shacsya sedang duduk di meja makan dengan satu mangkok buah mangga yang sudah di kupas di tambah yogurt.


" Iya mas "


" Mas mau mangganya "


" Nanti di kupasin, mas selesain dulu masaknya "


" Mau yang kamu makan itu sayang "


" Nanti disisain dua potong "


" Sayang " panggi Khev dengan nada mulai sedikit meninggi.


" Mas apaan si, masih banyak itu loh buah mangganya nanti tinggal kupas lagi " Ucap Shacsya sambil berjalan mendekati suami dan menyuapkan sepotong mangga.


" Makasi sayang " Walaupun shacsya ngedumel tetapi dia tetap menyuapi potongan demi potongan buah mangga pada suaminya.


" Hmm "


" Makin cinta loh nanti sama aku " Goda Khev


" Biarin " Shacsya masih begitu ketus, dan pemandangan ini tidak luput dari Chef Pram yang ikut tersenyum bahkan terkadang tertawa tak bersuara melihat tingkah majikan yang selama ini begitu dingin sedingin kulkas dua pintu eh antartika mungkin hahaha.


" Sayang mangga di sini lebih enak "


" Sama aja, lebih enak lagi mas mengupas sendiri "


" Pelit amat sama suami sendiri "


" Mana ada pelit, hampir setengah mangkok yang makan mas loh " shacsya menunjukkan mangkuk yang penuh dengan potongan mangga kini sudah kosong tak bersisa.


" Nanti mas kupas buat kamu setelah ini "


" Janji ya "


" Iya sayang, kamu minta liburan aja mas langsung kabulkan, kamu minta mas masak juga mas masak, masa iya mengupas mangga saja nggak di kabulkan "


" Oke " Shacsya lalu mengambil dua gelas dan menuangkan jus ke dalam gelas dan meletakkan di meja makan, sedangkan Khev me plating steak buatannya.

__ADS_1


__ADS_2