Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 44


__ADS_3

Oh iya lupa belum menceritakan proses pernikahan Khev dan Shacsya, Let's go.


" Kalian yakin mau menikah besok ? " Raditya memastikan kembali keinginan sang keponakan yang selalu dapat membuatnya jantungan.


" yakin om " Shacsya menjawab dengan mantab.


" Bagaimana mempersiapkannya ? " Raditya semakin frustasi mendengar jawaban itu padahal dia sangat menginginkan dapat menghantarkan keponakannya menikah dengan penuh kemewahan dan bukan karena hal seperti ini.


" Mas Khev bisa kan mengurus semuanya ? " Shacsya hanya bisa mengatakan itu, dan pria itu mengangguk langsung berjalan menjauh dan menghubungi seseorang melalui smartphone miliknya.


" Semua akan beres sebelum jam 12.00 kita menikah jam 16.30, di Villa milik saya " Ucap pria itu tanpa ekspresi apapun, bahkan tidak ada ekspresi terpaksa hal itu membuat orang di sekitarnya menjadi bingung harus bagaimana bersikap dengan dia.


" Kamu tidur aja disini, saya ke Villa " Ucap Khev membiarkan shacsya tidur di kamarnya bersama sang anak dan Bu Niluh.


" Oke " Shacsya apalagi tidak sama sekali merasa bersalah dengan pilihannya ini membuat semua orang jadi kalang kabut.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 14.30 saat shacsya sudah selesai make up Aiza dan Bu Niluh, dan bergegas make up untuk dirinya sendiri.


" Sudah siap ? " tanya Raditya saat shacsya sedang bersiap menganti baju yang dia kenakan dengan gaun yang sengaja dia simpan di Villa karena dia berkeinginan menikah di Bali dengan gaun buatan sendiri.


" Tinggal ganti aja om " Jawab shacsya sambil tetap tersenyum bahkan dia tidak sama sekali gugup sedangkan Khev dia sedang bersiap memakai taksido berwarna navy.


" Kak yakin nikah sama shacsya ? " Tanya Willy yang sedang duduk bersama sang keponakan.


" Yakinlah, penghulu juga sudah akan tiba "


" Kakak gugup ? "


" Dikit "


Willy terkekeh geli karena saat menikah dengan Audi dia tidak sama sekali gugup bahkan untuk persiapan pernikahannya semua disiapkan oleh mama.


" Kenapa lo ? "


" Gua inget banget, jaman dulu kakak nikah sama Audi bahkan gak gugup sama sekali namun kali ini kenapa gugup ? Bahkan semua persiapan buat acara nikahan kakak sendiri yang mengechek "


" Entah "


" Gua jadi yakin lo serius nikah sama sahabat gua, jadi gua nggak perlu khawatir "

__ADS_1


" Lo mau khawatirin soal apa ? Dia bakal bahagia nikah sama gua ! " Ucap Khev dengan sombongnya


" Awas aja sampai dia nggak bahagia, gua bakal seret lo ke laut "


" Enggak bakalan "


Saat mereka sedang asyik ngobrol tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan terlihat Lion yang mengenakan setelan jas berdiri disana.


" Tuan penghulu sudah datang, nona shacsya dan tuan Raditya juga sudah sampai "


Ketengan itu kembali terlihat dari pancaran wajah Khev Bawika, dan sang adik hanya dapat tersenyum melihat tingkah kakaknya yang jarang sekali terlihat gugup.


" Kita ke tempat ijab " Ajak Khev sambil memegang kertas dan sesekali melihat kearah tulisan yang ada di kertas itu.


***


Khev penghulu dan Raditya sudah bersiap disana, Aiza masih duduk di kamar menunggu sang momma membenarkan gaun yang dia pakai.


" Wow momma so beautiful " Pekik Aiza saat melihat shacsya sudah selesai memakai gaun pengantin.


" Aku gandeng momma juga ya "


" Oke sayang ku "


" Bagaimana saksi ? "


" Sah "


Shacsya yang hanya bersikap biasa saja kini merasa detak jantungnya semakin kencang, langkah butiran air mata tiba-tiba menetes di pipi saat melihat Raditya Prayoga berdiri di depan pintu untuk menyambutnya.


" Sayang om akan menyerahkan kamu ke suami pilihanmu, tetapi kamu tetap tanggungjawab om sampai kapan pun. Kamu adalah satu-satunya keluarga yang om punya dan sampai kapanpun om akan selalu buat kamu " Ucap pria yang bertubuh atletis dan tegap itu dengan menatap sang keponakan dengan mata yang berkaca-kaca.


" Om adit tetap yang terbaik buat shacsya sampai kapanpun itu om akan selalu menjadi yang terbaik "


" Kita masuk ke tempat ijab, suamimu sudah menunggu disana " Ucap Raditya lalu mengandeng shacsya masuk ke halaman Villa itu dan tanpa di duga oleh shacsya pernikahan impian shacsya terwujud, menikah di outdoor dengan pemandangan langsung ke Laut dan bisa melihat gunung juga dihiasi bunga-bunga berwana soft pink dan Khev sudah berdiri disana "


" Ini ide siapa om ? " Bisik shacsya.


" Khev sepertinya "


' Thanks mas Khev impian menikah dengan nuansa seperti ini terlaksana '

__ADS_1


Raditya menyerahkan tangan shacsya pada khev dan pria dengan setelah jas navy itu menerima uluran tangan itu.


" Saya titipkan ponakan tersayang ku, jaga dan lindungi dia. Jika kelak kamu merasa sudah tidak bisa mengkontrolnya atau bahkan sudah tidak membutuhkan dia cari saya kembali'dia pada ku "


Ya Allah air mata kembali menetes membasahi pipi milik shacsya mendengar ucapan sang Uncle, sedangkan di sisi lain Mario dan Willy saling tersenyum namun berbeda dengan Alin dan Bu Niluh mereka juga menangis.


Tidak banyak yang menyaksikan pernikahan itu, bukan sengaja diam-diam atau disembunyikan namun memang sengaja tidak mengundang siapa-siapa biar semakin sakral.


Setelah selesai makan malam dan foto-foto Raditya dan Maurin memutuskan untuk terbang ke Jakarta begitu juga dengan Lion dan Willy, sedangkan Khev dan Aiza masih mau di Bali sampai dua atau tiga hari lagi.


" Abang thanks ya selalu menjadi salah satu support sistem ku " Shacsya memeluk pria yang berdiri di depannya itu, dengan mata yang sudah mengembun.


" As Always my lovely "


" Abang kita tetep bisa main kan ? "


" Kalau abang bisa lah, tapi kamu tanya suami mu dulu " Mario lalu memberikan kode pada shacsya karena sang suami ada di dekatnya.


" Mas " Shacsya memangil suaminya yang sedang menggendong anak gadisnya.


" Apa "


" Boleh main sama abang ? "


" Boleh silahkan "


" Murah hati sekali suami mu " Ucap Mario sambil mengusap kepala shacsya " Abang pulang dulu besok kita jalan, di jemput "


" Oke, hati-hati "


Shacsya mengikuti Khev yang mengendong Aiza ke dalam sebuah kamar, sepertinya kamar itu memang di desain untuk Aiza karena semua hiasannya princes.


Setelah menidurkan Aiza, Khev membawa shacsya ke sebuah kamar yang jauh lebih besar.


" Mandi duluan " Titah Khev pada sang istri yang sedang duduk melepas headpiece yang menempel di kepalanya sembari menghapus make up nya.


" Mas aja duluan, ini belum kelar " Shacsya bahkan tidak berniat meminta bantuan sang suami untuk melepaskan apa yang menempel di kepalanya namun tanpa di sangka pria itu mendekat lalu membantu melepaskan.


" Kamu hapus make up aja, biar ini aku yang bantu "


" Serius nggak ngerepotin mas ? "

__ADS_1


Pria itu menggelengkan kepalanya, dan bahkan tersenyum.


__ADS_2