Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 25


__ADS_3

Selama di Bali hampir satu bulan, shacsya sama sekali tidak pergi kemana-mana dia hanya di Villa semabari membantu Bu Niluh yang selalu dia panggil dengan sebutan 'ibu'.


" Gek, sudah satu bulan kamu disini tapi ibu liat kamu hanya di Villa nggak kemana-mana ? Apa ada masalah di Jakarta ? "


Pertanyaan yang sudah hampir satu bulan ini Bu Niluh simpan, karena dia enggan dan khawatir akan merusak suasana hati shacsya.


" Shacsya cuma mau istirahat aja ibu, dari hiruk pikuk Jakarta " Ucap Shacsya lalu membaringkan tubuhnya dan membiarkan kepalanya berada di atas pangkuan Bu Niluh.


" Ibu hafal kamu gek, hal yang sama dulu pernah terjadi sampai Raditya menyusul kamu kesini "


* Flashback


Sore itu hujan deras dengan deraian air mata shacsya berjalan masuk ke dalam Villa miliknya, tepatnya Villa ini hadiah dari Raditya untuknya.


" Gek, kenapa ini ? " Tanya Bu Niluh mendapati shacsya basah kuyup dan menangis sesenggukan.


" Ayoo masuk, biar ibu bantu keringkan badan kamu setelah itu baru mandi air hangat "


Bu Niluh merengkuh shacsya ke dalam pelukannya lalu membawanya masuk ke dalam Villa, mengusap kepalanya dan badannya dengan handuk.


" Sudah mandi dulu, ibu bikin minum hangat untuk kamu "


Shacsya berjalan masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamarnya memutar tuas pada air dingin, membiarkan tubuhnya terguyur air yang dingin kembali.

__ADS_1


Suasana hatinya saat ini sedang kacau, butik yang dia dirikan harus dia serahkan pada sepupunya karena paman dan bibi nya menguasai aset-aset perusahaan orangtuanya.


* Flashback off


" Hanya capek saja ibu untuk kali ini " Shacsya memberikan alasan yang dia rasakan sebulan ini, badannya terasa cukup lelah bahkan dia harus mengirim teamnya untuk melakukan segalanya sendiri.


" Gek, kalau emang suasana hati mu belum baik nggak usah cerita dulu. Ibu ndak apa-apa sayang "


" Dia benar sedang capek saja ibu, beberapa kegiatan harus maraton dia kerjakan kemaren. Satu hari bisa 5-6 make up yang harus dia tangani, tapi untuk orang-orang yang dia berikan pelatihan make up dapat menghandle semua " Alin membantu shacsya meyakinkan Bu Niluh.


" Syukur kalau seperti itu gek, makan siang dulu ibu sudah siapkan "


" Baik bu "


Shacsya mengandeng tangan Alin masuk ke dalam Villa, dan duduk di meja makan.


" Enggak ada, capek aja males gitu rasanya " Shacsya berkata jujur dengan apa yang dia rasa saat ini.


" Tn Khev sepertinya juga sudah tak berusaha menghubungi kamu "


" Koko gimana ? "


" Dia sempat mengirim pesan namun nggak aku respon, dia bilang Aiza masuk rumah sakit nyariin kamu "

__ADS_1


" Ha ? Kapan ? "


" Waktu kita tiba disini, namun aku sengaja tidak memberi tahu kamu. Maaf! "


" Kamu nggak perlu meminta maaf untuk itu, biarkan anak itu terbiasa dengan papanya "


" Sha, apa Tn Khev menyinggung mu ? "


Shacsya menghela nafas lalu menggeleng " Enggak Lin, kamu kan tau dia punya calon istri jadi sengaja bair nggak jadi gesekan juga dengan calon istrinya"


" Gua pikir lo sengaja menghindar "


" Hahaha buat apa coba ? "


" Sapa tau kamu ada rasa sama dia "


" Ngomong apaan si lo "


Shacsya langsung ngeloyor pergi meninggalkan Alin yang masih duduk di ruang makan.


" Lo mau mau kemana ? " tanya Alin saat masuk ke dalam kamarnya.


" Mau ke pantai bentar, daripada dengerin cerocosan lo "

__ADS_1


Shacsya meraih topi dan kacamata hitam, dan melangkah pergi meninggalkan villa.


Bruaaakk


__ADS_2