
Selama di Bali hampir satu bulan, shacsya sama sekali tidak pergi kemana-mana dia hanya di Villa semabari membantu Bu Niluh yang selalu dia panggil dengan sebutan 'ibu'.
" Gek, sudah satu bulan kamu disini tapi ibu liat kamu hanya di Villa nggak kemana-mana ? Apa ada masalah di Jakarta ? "
Pertanyaan yang sudah hampir satu bulan ini Bu Niluh simpan, karena dia enggan dan khawatir akan merusak suasana hati shacsya.
" Shacsya cuma mau istirahat aja ibu, dari hiruk pikuk Jakarta " Ucap Shacsya lalu membaringkan tubuhnya dan membiarkan kepalanya berada di atas pangkuan Bu Niluh.
" Ibu hafal kamu gek, hal yang sama dulu pernah terjadi sampai Raditya menyusul kamu kesini "
* Flashback
Sore itu hujan deras dengan deraian air mata shacsya berjalan masuk ke dalam Villa miliknya, tepatnya Villa ini hadiah dari Raditya untuknya.
" Gek, kenapa ini ? " Tanya Bu Niluh mendapati shacsya basah kuyup dan menangis sesenggukan.
" Ayoo masuk, biar ibu bantu keringkan badan kamu setelah itu baru mandi air hangat "
Bu Niluh merengkuh shacsya ke dalam pelukannya lalu membawanya masuk ke dalam Villa, mengusap kepalanya dan badannya dengan handuk.
" Sudah mandi dulu, ibu bikin minum hangat untuk kamu "
Shacsya berjalan masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamarnya memutar tuas pada air dingin, membiarkan tubuhnya terguyur air yang dingin kembali.
__ADS_1
Suasana hatinya saat ini sedang kacau, butik yang dia dirikan harus dia serahkan pada sepupunya karena paman dan bibi nya menguasai aset-aset perusahaan orangtuanya.
* Flashback off
" Hanya capek saja ibu untuk kali ini " Shacsya memberikan alasan yang dia rasakan sebulan ini, badannya terasa cukup lelah bahkan dia harus mengirim teamnya untuk melakukan segalanya sendiri.
" Gek, kalau emang suasana hati mu belum baik nggak usah cerita dulu. Ibu ndak apa-apa sayang "
" Dia benar sedang capek saja ibu, beberapa kegiatan harus maraton dia kerjakan kemaren. Satu hari bisa 5-6 make up yang harus dia tangani, tapi untuk orang-orang yang dia berikan pelatihan make up dapat menghandle semua " Alin membantu shacsya meyakinkan Bu Niluh.
" Syukur kalau seperti itu gek, makan siang dulu ibu sudah siapkan "
" Baik bu "
Shacsya mengandeng tangan Alin masuk ke dalam Villa, dan duduk di meja makan.
" Enggak ada, capek aja males gitu rasanya " Shacsya berkata jujur dengan apa yang dia rasa saat ini.
" Tn Khev sepertinya juga sudah tak berusaha menghubungi kamu "
" Koko gimana ? "
" Dia sempat mengirim pesan namun nggak aku respon, dia bilang Aiza masuk rumah sakit nyariin kamu "
__ADS_1
" Ha ? Kapan ? "
" Waktu kita tiba disini, namun aku sengaja tidak memberi tahu kamu. Maaf! "
" Kamu nggak perlu meminta maaf untuk itu, biarkan anak itu terbiasa dengan papanya "
" Sha, apa Tn Khev menyinggung mu ? "
Shacsya menghela nafas lalu menggeleng " Enggak Lin, kamu kan tau dia punya calon istri jadi sengaja bair nggak jadi gesekan juga dengan calon istrinya"
" Gua pikir lo sengaja menghindar "
" Hahaha buat apa coba ? "
" Sapa tau kamu ada rasa sama dia "
" Ngomong apaan si lo "
Shacsya langsung ngeloyor pergi meninggalkan Alin yang masih duduk di ruang makan.
" Lo mau mau kemana ? " tanya Alin saat masuk ke dalam kamarnya.
" Mau ke pantai bentar, daripada dengerin cerocosan lo "
__ADS_1
Shacsya meraih topi dan kacamata hitam, dan melangkah pergi meninggalkan villa.
Bruaaakk