
Di Rumah Sakit milik keluarga shacsya, Raditya mempersiapkan beberapa strategi agar tidak menimbulkan spekulasi tentang Aiza nantinya, gadis kecil itu berjalan dalam gandeng tangan sang momma. Wanita yang mengandeng tangan gadis kecil itu berusaha untuk selalu tersenyum walaupun dia sendiri tidak tahu harus bersikap bagaimana jika hasilnya nanti sudah keluar, memang Zean sudah memberikan izin untuk shacsya dan Khev mengurus sang anak jika itu benar anak Zean namun jika ternyata Aiza bukan anak Zean kelanjutan akan seperti apa.
" Momma, tangan momma kenapa dingin sekali ? " Tanya Aiza yang merasa genggam tangan sang momma nya semakin terasa dingin.
" Enggak kenapa-kenapa sayang " jawab shacsya dengan senyuman khasnya, karena memang shacsya memutuskan untuk datang hanya berdua dengan sang anak agar tidak mencolok perhatian banyak orang.
Bergabung dua Keluarga Praya dan keluarga shacsya membuat para pebisnis semakin mengencangkan ikat pinggangnya demi kelangsungan bisnis mereka.
" Kita kesini mau apaa momma ? "
" Kita harus rutin melakukan pemeriksaan sayang, biar tetap sehat. Nanti kita ketemu opa kecil "
" Opa kecil disini momma ? " Aiza memang cukup antusias jika diajak bertemu dengan Raditya ataupun Mario.
" itu ada temen opa kecil " Aiza memang tidak salah mengenali, di dalam Rumah Sakit sudah ada Mario yang memang datang untuk membawa sample rambut milik Zean.
" Oh panggil dia opa muda ya sayang " Pinta Shacsya pada Aiza dan gadis kecil itu mengangguk cepat.
" Opa muda " Panggil Aiza pada Mario yang sedang berbincang dengan seorang dokter.
__ADS_1
" Hallo sayang, panggil uncle aja " Pinta Mario pada sang anak tiri dari shacsya.
" Kata momma suruh panggil opa muda " Shacsya tersenyum simpul sambil membuang muka menahan tawa.
" Setua itu kah abang ? " Bisik Mario.
" Hehehe, biar uncle Radit ada temennya di panggil opa "
Mario memang selalu kalah ketika beradu mulut dengan shacsya, karena dia selalu kalah.
" Siang Dokter yoga " Sapa shacsya pada pria yang sedari tadi berdiri di depan Mario
" Hallo, sehat kamu sha ? "
" Hallo opa dokter, nama Aku Aiza " gadis kecil itu memperkenalkan dirinya dengan gaya centilnya.
" Anak cantik, kita ke dalam ya sama opa " Kali ini dokter Yoga dengan senyuman tipisnya menyebut dia opa sesuai dengan apa yang shacsya perkenalkan tadi.
" Ai sendirian opa ? "
__ADS_1
" Sama opa, momma sama opa muda nunggu di luar. Kamu beranikan ? "
" Harus berani dong seperti momma " Kali ini shacsya di buat tersipu dengan pujian sang anak, entah sejak kapan dia punya pikiran seperti itu padahal selama ini shacsya tidak pernah mengajarkan secara lisan pada gadis kecil itu.
" Let's go " Yoga mengandeng tangan mungil milik Aiza masuk ke dalam Laboratorium.
Shacsya duduk di sebuah kursi semabari mengechek beberapa kerjaan yang belum selesai di urusi.
" Khev bagaimana ? "
" Aman bang "
" Kamu udah tau kalau Ai bukan anak dia ? "
Shacsya mengangguk lalu menoleh kearah Mario " Hanya sebatas tau untuk cerita lebih lanjutnya belum tahu juga sampai kemaren dia cerita itu aku baru tahu "
" Kalau Audi nggak meninggal lantas dia juga akan tetap berlakon ? "
Shacsya mengangkat kedua bahunya" Entah bang, mungkin sudah terlalu nyaman berlakon seperti itu "
__ADS_1
" Tapi sikap dia ke kamu terlihat lebih hangat, sepertinya dia jatuh cinta sama kamu "
" Aku juga suka sama dia " ucap Shacsya sembari berbisik namun pria yang duduk tidak jauh darinya mendengar ucapan shacsya barusan dan pria itu tersenyum