Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 77


__ADS_3

Shacsya yang sudah tiba di penthouse segera membersihkan dirinya, sedangkan sang putri sedang tidur terlelap.


Memang dia sengaja tidak mengunci pintu kamar, karena cuma ada dia dan Aiza yang tertidur di kamar sebelah namun saat shacsya sedang berendam me mendengar pintu kamar terbuka.


" Ai, kamu udah bangun sayang " Teriak Shacsya dari dalam kamar mandi, memastikan jika yang masuk adalah anak gadisnya, namun tidak ada jawaban membuat Shacsya meraih bath robe yang tergantung dan segera mengenakan lalu mengechek keluar.


Saat pintu kamar mandi terbuka, shacsya memindai sekeliling kamar namun tidak menemukan siapa-siapa disana, saat shacsya hendak melangkah kembali tiba-tiba tubuhnya di peluk dari belakang dan aroma tubuhnya sudah pasti aroma Khev Bawika Praya.


" Udah pulang mas ? "


" Masih ada meeting nanti, tapi pulang dulu. kangen sama kamu " Bisik Khev.


" Mau makan mas ? Tapi aku selesaikan mandi dulu ya "


" Ikut boleh ? "


" Lama nanti " protes shacsya.


" Enggak apa "


" Bukannya mas mau meeting ? "


" Nanti malam, sama kamu dan Ai "


" Oke deh " Kali ini shacsya tidak punya alasan lagi untuk menolah suaminya, karena sejujurnya shacsya sudah mulai tumbuh benih-benih cinta.


Khev dengan santainya melepas pakaian yang dia kenakan hingga tak ada satupun kain yang menempel, bahkan terlihat pusakanya yang tegak membuat shacsya jadi salah fokus.


" Kalau kamu mau, boleh main dengan punya ku " Ucap Khev yang masih sibuk dengan cukur.

__ADS_1


" Enggak ah mas, mau lanjutin berendam " Shacsya memilih untuk tidak melakukan apa yang di sarankan oleh Khev karena dia sedang berada diantara melakukan atau tidak, kalau melakukan nanti bisa ketagihan kalau enggak nanti dia dosa. *Shacsya cukup pusing dengan pikirannya sendiri.


Shacsya mencoba kembali memejamkan matanya deng posisi hampir separoh tubuhnya terendam air, namun dua buah yang menggantung di dada shacsya masih terlihat menyembul membuat keris pusaka milik Khev tidak kunjung tertidur.


" Kalau aku mau melakukan sekarang, kamu siap belum ? " Bisik Khev membuat shacsya reflek duduk dan membuka matanya.


" Memang benar kewajiban aku buat memenuhi semua itu, tapi pelan-pelan aja ya mas " Kali ini shacsya sudah mempersiapkan diri untuk memasrahkan seluruh tubuhnya di jamah oleh Khev.


Khev mulai meraba bawah telinga milik shacsya sembari melu*mat berlahan namun semakin lama menjadi satu tuntutan untuk di balas, untung saja shacsya bisa mengimbangi hal itu.


" Kita lakukan pelan pelan saja ya " Ucap Khev yang mengangkat tubuh sang istri keluar dari kamar mandi dan membaringkan tubuh istrinya diatas tempat tidur.


" M..as " Khev yang sedang berusaha menenggelamkan senjata pusaka menghentikan gerakkannya lalu memungut bibir sang istri.


" Kita lakukan berlahan saja oke " Bisiknya sambil meremas dua buah yang menggantung di dada nya sambil tetap berusaha menembus pertahanan senjata pusakanya.


" Aaa " teriak Shacsya saat benda pusaka itu berhasil menembus pertahanan hingga dalam.


" Maaf sayang " Bisik Khev sengaja membuat benda itu hanya terdiam di dalam gua sana, namun setelah dirasa nyaman dia Kembali mengerakkan benda itu hingga sampai pada pelepasan yang pertama bersama-sama.


Khev merobohkan tubuhnya di samping shacsya, sambil mengusap wajah sang istri.


" Ternyata senikmat ini " Bisik Khev.


" Hmm "


" Kenapa nggak dari dulu-dulu ya " Candaan kecil Khev membuat shacsya cemberut dan beranjak kembali ke kamar mandi.


Saat kaki shacsya akan masuk ke dalam kamar mandi, Khev lebih dulu memeluk tubuh shacsya.

__ADS_1


" Kenapa ? "


" Enggak, mau lanjut mandi aja "


" Kamu marah ? "


" Marah kenapa ? "


" Soal ucapan ku yang tadi "


" Enggak ngapain marah, salah sendiri kenapa dulu nggak ngelakuin sama mbak Audi "


" Shacsya bukan begitu maksudku, kenapa kita nggak melakukan olah raga seperti ini sejak dulu. Mungkin Aiza udah bis dapat adik sekarang "


" Mana ada mas, nikah baru berapa bulan doang "


" Tapi aku mau selamanya sama kamu " Khev mengeratkan pelukan sambil mengecup setiap inci punggung dan leher shacsya yang jenjang.


" Ma....asss, ak...u m...au mandi "


" Aku ingin nambah sekali lagi "


" Aiza keburu bangun " Khev melupakan jika anaknya berada di penthouse miliknya, padahal rencana dia pulang hanya akan menjemput anak dan istrinya malah melakukan olah raga yang sudah beberapa bulan ini ingin dia lakukan.


" Ya udah, ayo kita mandi " Khev dengan pelukannya trus berjalan di belakang shacsya sampai di dalam kamar mandi


" Aku mau berendam mas "


" Ikutan "

__ADS_1


Kali ini shacsya nggak ingin debat dengan suaminya, jadi dia memberikan suaminya berada satu bathtub dengan dia.


__ADS_2