
Perayaan Pray Group berhasil diselesaikan dengan baik oleh shacsya, penampilan memukaunya dengan make up dan gaun yang dia buat sendiri membuat penutupan perayaan itu sangat epic.
Khev dan Willy sampai tidak dapat berkata apa-apa karena hampir saja mereka gagal melindungi shacsya karena ulah Diela.
" Sial, kenap dia bisa muncul dengan Aiza bahkan gaun itu " Diela nampak kesal dan marah saat shacsya berhasil menyuguhkan karya terbaiknya dan mampu membuktikan jika dia bisa membawa praya group menjadi lebih dari kemarin.
" Lo kerjanya gimana ? " omel Diela melalui sambungan smartphone miliknya.
" Saya sudah merusak rim mobil milik Nyonya shacsya nona "
" Tapi kenapa bisa sampai sini bahkan dia bisa tampil dengan sangat cantiknya "
" Saya akan chek kembali nona "
" Ya " Diela lalu menutup sambungan telponnya dan segera berjalan menuju ruang dimana acara makan malam di laksanakan.
***
" Maaf ya honey aku nggak bisa melindungi kamu " Ucap Khev lirih saat melihat beberapa memar di tubuh shacsya.
" It's oke mas ini mah biasa " Shacsya hanya nyengir-nyengir dikit saat luka beberapa tempat di obati oleh Khev.
Sebanarnya ketika tadi dia berjalan diatas panggung, dia berusaha menahan rasa sakit karena luka-luka yang dia dapat dari kecelakaan mobil yang dia dapat.
" Lion "
" Iya Tuan "
__ADS_1
" Bagaimana keadaan pak syarif ? "
" Pak syarif sudah lebih baik tuan, namun .... "
" Namun kenapa ? "
" Dito terluka lebih parah "
" Mas, tolong selamatkan dito. Dia udah melindungi aku " Ucap Shacsya sambil berusaha berdiri meraih lengan Khev.
" Iya sayang, kamu duduk saja oke "
Raditya tampak berlari dengan muka cukup khawatir saat tidak sengaja mendengar obrolan Diela dengan seseorang dari balik smartphone miliknya.
' Oh jadi perempuan ini yang membuat ponakan gua celaka ' Batin Raditya dengan terus berjalan yang tadinya berlari.
" Mom...maa hiks hiks hiks "
" Ughhhh " Raditya membuang nafas dengan kasarnya saat sudah berada di dekat shacsya.
" Opa kecil buran periksa momma "
" Oke sayang, momma pasti baik-baik saja "
" Iya " Aiza mengangguk patuh
" Maafin gua nggak bisa jaga ponakan lo " Ucap Khev pelan yang hanya di respon dengan anggukan kepala oleh Raditya, pria ini tidak marah atau benci dengan Khev karena hal seperti ini dulu sebelum mereka menikah shacsya juga sudah sering mengalami.
__ADS_1
" Mobil yang kalian naiki di sabotase rem nya " Bisik Raditya pada sang ponakan, jauh sebelum kejadian ini Raditya pernah mewanti-wanti sang ponakan.
*Flashback on
Di sebuah Villa, Shacsya dan Raditya sedang berdiri di tepi kolam renang sembari menikmati cuaca yang cukup cerah.
" Sayang, kamu udah mutusin nikah sama Khev Bawika. Kita sama-sama tidak tahu kehidupan dia seperti apa namun semoga dia seperti Willy - " Raditya menjeda ucapannya lalu menatap wajah shacsya " Kamu harus hati-hati dalam bersikap bisa jadi sikapmu akan membuat kamu celaka "
" Iya om, udah siapin diri buat itu "
" Om akan selalu lindungi kamu, om tahu ini pilihan agar kak Nadia dan Nandini tetap hidup enak. Om bangga sama kamu "
" Aku lebih bangga sama om, bisa didik aku sampai seperti ini "
" Tapi om gagal " Raditya selalu merasa gagal jika mengingat shacsya yang harus di usir dari rumahnya sendiri bahkan perusahaan yang menjadi miliknya beralih kepemilikan.
" Udahlah om, om sudah berjuang semaksimal mungkin jalani aja yang ada saat ini "
Flashback off
" Kamu tahu siapa pelakunya ? " Tanya Raditya pada shacsya namun Khev langsung memberikan jawaban.
" Diela Maheswara "
" Perempuan itu bukan dulu mantan kekasih kamu ? " Tanya Raditya dengan tatapan yang mengintimidasi.
" Iya om, dulu kita memang saling terikat namun dia tidak pernah mau menikah. Akhirnya mama menjodohkan aku dengan Audi "
__ADS_1
" Om kog bisa tahu ? " Shacsya dibuat terkejut mendengar siapa sebenarnya Diela itu.
" Om cari tahu lah "