Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 67


__ADS_3

Shacsya masuk ke dalam walk in closed untuk menganti pakaiannya,dan bergegas pergi ke taman.


Benar saja saat dia tiba disana, taman belakang Villa milik Khev ini sudah ramai dengan gelak tawa.


" Kangen " seru Alin saat melihat shacsya berjalan mendekat, Alin langsung saja berlari memeluk tubuh sahabatnya itu.


" Kamu nggak kangen sama aku ? "


" Kangen lah, tapi susah izinnya " Bisik shacsya


" susah apanya ? " Entah kapan Khev berada di belakang shacsya tiba-tiba nimbrung begitu saja.


" Eh mas Khev apaan sih " shacsya memukul asal tubuh suaminya membuat pria itu memejamkan mata menahan rasa sakit akibat pukulan shacsya.


Melihat reaksi Khev, shacsya langsung membalikkan tubuhnya kearah suaminya " Mas kenapa ? " tanya shacsya yang melihat suaminya memegangi lengannya.


" Enggak, cuma tadi kebentur "


" Kebentur apa ? "


" udah nggak apa tenang aja " Khev membalikkan tubuhnya sang istri lalu mendorongnya berlahan kearah orang-orang sedang asyik bebakaran.


" Seru ni " Khev yang langsung mengambil sosis yang sudah terpanggang sempurna dan mengunyahnya.


" Sering-seringlah buat kita kumpul kak " Tutur Willy yang sedang asyik membakar.


" Boleh, apalagi istri gua happy banget "


Khev menyadari betapa bahagianya istrinya sedari tadi yang tak henti tersenyum bahkan tertawa.


" Alin gimana, aman kan semuanya ? "


" Zean sepertinya mencari-cari kamu sha " Bisik Alin agar tidak terdengar oleh Khev.


" Maunya dia apa " Guman shacsya kesal, memang sebelum menikah dengan Khev, shacsya sempat dekat dengan Zean namun mereka berdua hanya sebatas teman sampai Zean memutuskan untuk pergi.


" Entah, katanya dia nyesel ninggalin kamu "


" gua aja nggak pernah nyesel di tinggal sama dia "


" Song ong lo sha "


" Hahaha " Shacsya memang sedari tadi tak berhenti tertawa, hingga saat ponsel di tangannya tiba-tiba berdering


" Siapa ni nomer baru " Shacsya mencoba mengingat deretan angka yang berjajar di layar ponsel milik shacsya namun dia tidak mengingat nomer siapa itu.

__ADS_1


" Mas Khev " Shacsya memanggil suami, dan pria itu berjalan mendekat.


" Kenapa ? " pertanyaan yang keluar dari bibirnya saat shacsya menyodorkan ponsel miliknya.


" Angkat dong, gak tau nomer siapa itu "


Khev mengernyitkan keningnya, namun langsung melakukan permintaan istrinya dengan senyuman tipis.


" Hallo " Suara bariton milik Khev itu terdengar jelas setelah menekan tombol hijau


" Bisa saya berbicara dengan shacsya " suara pria dari balik ponsel shacsya itu juga terdengar olehnya.


" Saya suaminya, istri saya sedang berada di kamar mandi. Bisa saya bantu ? "


" Biar nanti saya hubungi dia kembali "


" Oh silahkan "


Khev lalu menekan tombol merah, dan menatap layar ponsel milik shacsya yang terdapat foto pernikahan sebagai wallpaper.


" Biar lion chek nomer siapa ini " Bisik Khev lalu membawa ponsel milik istrinya pergi.


Setelah menikah shacsya memang cukup engan menerima nomer baru saat menghubungi dirinya melalui ponsel pribadinya, karena nomer itu tidak banyak orang yang tahu.


" Lion tolong chek nomer ini milik siapa " Bisik Khev pada Lion dengan menyerahkan ponsel milik istrinya.


" masuk saja ke ruang kerja ku " Lion mengangguk patuh dan segera menghilang dari taman untuk melaksanakan tugas dari sang atasan.


***


Satu jam berlalu shacsya yang hendak mengambilkan air putih untuk suami tidak sengaja berpapasan dengan Lion.


" Eh bang lion dari mana ? "


" Dari ruang kerja tuan, nyonya. Oh iya nyonya yang menghubungi anda Zean, dan dia ada di sekitar sini "


Mendengar ucapan Lion, shacsya segera menarik lengan asisten pribadi suami itu.


" Bang, Mas Khev baru ada masalah sama Zean ? "


" Enggak nyonya "


" Bang nggak usah nyembunyin apa-apa dari saya "


" Nyonya ini bukan ranah saya untuk menjawab "

__ADS_1


" Oke, bantu saya "


" Bantu apa ? "


" Buatkan saya janji bertemu Zean, dan siapkan pengawal ya tapi jangan mencolok "


" Nyonya nanti kalau tuan marah "


" Kalau Bang Lion nggak mau, saya akan melakukan sendiri " ancam shacsya, karena sudah semakin jengah dengan sikap Zean.


" Jangan, nanti bisa kena amuk tuan "


" Ya udah bantuin "


" Baik "


" Good, thanks bang "


" Baik "


Shacsya berjalan keluar rumah menuju taman, dengan raut wajah yang ceria.


" Kenapa ? " Khev menanyakan kenapa istrinya begitu terlihat bahagia.


" Enggak apa-apa mas "


" Kalian pada tidur disini aja, kamar di Villa ini buanyak. Bolehkan kan mas ? "


" Iya, kalian istirahat lah "


" Horee " Teriak Alin yang langsung menggendong Aiza dan membawa nya masuk ke dalam menuju kamar.


" Ai bobok sama onty Alin dan onty Maurin oke "


" Oke "


Shacsya hanya tersenyum melihat tingkah sahabat serta asisten unclenya, sedangkan pria-pria masih menikmati minumannya sambil berbincang.


" Lion ada apa ? " Tanya Willy yang menyadari perubahan raut wajah asisten sang kakak.


" Nyonya mau bertemu tuan Zean, kalau saya tidak mau bantu dia mengancam akan menemui tanpa pengawalan "


" Ha ha, kamu akan selalu di buatnya pusing " Willy menepuk bahu Lion.


" Saya perlu lapor tuan Khev tidak mas Wil ? "

__ADS_1


" Laporkan saja biar kakak siaga, saya dan abang mario juga akan ikut menjaga shacsya. Dia perempuan tangguh yang tidak akan membuat orang lain ikut repot dengan rencananya "


***


__ADS_2