
* Flashback
" Tapi bahkan nggak menyentuh istri kakak, kalaupun kakak barusan melihat aku menyentuhnya karena aku ingin mendorongnya menjauh "
" Bohong " Teriak Audi.
" Kakak nggak mau tahu kamu pergi saja "
* Flashback off
" Malam itu kakak tidak sengaja membuka cctv di rumah, bodoh kakak tidak mempercayai kamu padahal Audi tidaklah sebaik yang mendiang mama tahu "
Khev menundukkan kepala lalu meletakkan kepalanya diatas kemudi mobil yang ia kendarai.
" Maksud kakak ? " Willy mulai bingung dan tidak bisa mencerna dengan baik ucapan sang kakak.
" Ya Audi memang pilihan mama, tapi dia sudah hamil saat menikah dengan ku "
* Flashback on
__ADS_1
Rintikan hujan menambah syahdu malam pertama untuk Khev dan Audi namun ternyata suasana yang mendukung tidak membuat dua sosok di dalam kamar itu menghangat.
" Maaf kan aku khev, bukan aku ingin membohongimu dan keluarga kamu. Tapi aku baru tahu kalau aku sedang hamil, aku mencoba menghubungi mantan kekasihku namun dia tak merespon "
" So " Ucapan yang begitu dingin lebih dingin dari suhu udara di puncak malam itu.
" Aku bersedia kamu ceraikan asal anak ini tetap selamat dan memiliki seorang ayah, aku tahu ini sangat menyakitkan untukmu namun aku mohon tolong aku "
" Hahahaa, kamu ingin anak itu diakui ? Kenapa kamu tidak mencari saja mantan kekasihmu itu ? Kenapa harus saya ? "
Khev mulai frustasi dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui.
" Bahkan kamu juga tidak akan pernah akan membuka kebenaran ini jika aku tidak sengaja menemukan hasil testpack mu ? "
" Kesalahan apa yang sudah aku perbuat kepadamu sehingga aku harus ikut menanggung apa yang sudah kamu lakukan ? Apa ini cara mu membalas kebaikan mama ku ? "
Khev menatap kearah luar dengan ujung bibir kiri yang ditarik keatas dengan amarah dan kekecewaan.
" Oke kita buat perjanjian, aku anak itu akan menggunakan nama keluarga ku namun aku tidak akan pernah menyentuh tubuhmu sedikitpun, sekalipun sampai aku mabuk kamu jangan harap bisa menyentuhku "
__ADS_1
" Baik Khev aku akan menyetujui itu, asalkan anak ini tetap memiliki seorang ayah " Derai air mata sudah membasahi pipi Audi.
" Baik, kamu tetap disini aku akan pergi ke Penthouse milikku. Jika mama kesini kamu cari alasan yang tidak merugikan untukmu "
Khev segera melangkah keluar kamar, saat berada diambang pintu dia Kemabli menoleh ke belakang " Aku akan membuat perjanjian diatas kertas, agar kamu bisa selalu mengingatnya "
* Flashback off
Khev dan Willy sama-sama sedang berada di lamunannya masing-masing, sedangkan Aiza sudah begitu terlelap.
" Maafin kakak " Ucapan Khev berhasil menghempas keheningan sesaat
" Aku butuh waktu untuk itu, aku akan memindahkan Ai kebelakang dan biarkan aku pulang sendiri "
Willy turun dari mobil sang kakak, lalu memindahkan ponakan yang ada di pangkuan ke kursi belakang.
*Fyi ( Khev belum menceritakan soal kejadian di malam pertama pada Willy, dia hanya mengingat semuanya dalam lamunannya)
Khev menginjak pedal gasnya meninggalkan Willy yang berdiri dipinggir jalan sambil memandang mobil milik Khev menjauh hingga Willy hanya terlihat lampu bagian mobil belakang.
__ADS_1
Willy berjalan ke sembarang arah, berusaha untuk menguasai suasana hatinya.
Willy dan Khev memang berbeda ibu namun mama Khev selalu memperlakukan Willy layaknya anak kandung, walaupun setiap kali melihat Willy ada kekecewaan yang di goresan oleh mendiang papa Khev selalu menggerogotinya namun perempuan itu selalu menjaga Willy layaknya anak kandung, begitu juga hal yang di lakukan Khev kali ini