
Setelah sarapan shacsya membantu Aiza untuk mandi dan menyiapkan baju, setelah itu baru menyiapkan setelan jas untuk suaminya.
" Mas mau pakai warna ini ? " Shacsya mengangkat jas yang udah disiapkan di tempat tidur.
" Terserah lah apa aja boleh " Jawab pria itu yang memakai beberapa cream terlebih dulu untuk wajahnya sebelum mengenakan jas pilihan shacsya.
" Aku mandi dulu ya "
" Kamu pakai baju senada dengan warna jas ku ? "
" Haha enggak, nggak ada baju warna itu " Shacsya lalu menutup pintu kamar mandi san bergegas mandi.
Hampir empat puluh lima menit shacsya menyelesaikan rutinitas mandinya, dan saat keluar mulutnya menganga saat melihat suaminya sudah siap dengan jas yang dia pilihkan.
" Ya salam ganteng sekali anda " Goda shacsya yang entah kenapa jadi random di pagi ini, mungkin kemaren waktu kecelakaan kepalanya ke bentur dikit.
Khev tersenyum miring " Baru tahu suami mu ganteng makanya jangan sok jual mahal kalau sama aku "
" Idih, sok ganteng banget ah " Ucap Shacsya yang sedang merias wajahnya tipis.
" Aneh " Khev yang tadinya di balkon langsung berjalan keluar kamar.
__ADS_1
***
Tiba di gedung Praya Group yang menjulang tinggi, shacsya yang masih agak susah jalannya karena ada bagian memar di kakinya membuat Khev mau tidak mau harus mengandeng tangan sang istri.
" Gila ya bos Khev, bisa setegar itu padahal tadi pagi berita soal istrinya sama Dirut Rumah Sakit terekspos "
Sebanarnya Shacsya cukup risih dengan gosip itu namun dia berusaha cuek, karena sang suami juga cukup cuek dengan hal itu.
" Shacsya " Panggil seseorang saat hendak masuk ke dalam lift.
Ketika melihat yang datang adalah Willy, shacsya melepaskan lengannya dari tangan Khev dan memilih berjalan kearah Willy.
" Gila...gila di depan suami saja malah milih asistennya, emang benar ternyata omongan Nandini dulu " Timpal salah seorang karyawan Praya Group.
Baik Willy maupun Khev sama-sama tidak ingin mengumumkan ke publik ada hubungan apa diantara mereka, karena jika mengumumkan hal itu ke publik akan banyak hal memanfaatkan.
" Uncle, Uncle kerja sama momma dan papa ? " Bisik Aiza yang memang sudah di beritahu jika nanti bertemu Willy atau Raditya di tempat umum dilarang memanggil Oppa kecil dan Uncle.
" Iya sayang, Ai mau nemenin momma ? " Willy juga memilih untuk berbisik, agar si anak kecil ini tidak melakukan kesalahan nantinya.
" Kita jaa momma bareng-bareng ya uncle " Sambil memberikan kode dengan kedipan mata yang membuat gadis kecil itu jadi semakin menggemaskan dan terlihat guratan senyum dari bibir Khev dan Shacsya.
" Gimana Wil ? " Ketika kita berempat sudah berada di dalam lift khusus menuju lantai dua puluh lima.
__ADS_1
" Sejauh ini belum terlihat mana musuh mana kawan kak "
" Maksudnya ? "
" Insiden, shacsya belum bisa di pastikan adalah perbuatan Diela saja "
" Sure, dia pasti ada yang bantu "
" Kaki kamu belum sembuh kenapa mesti ke kantor si dek "
" Bosen juga lah ko di rumah terus "
" Dia takut suaminya di goda perempuan lain "
Khev menimpali sambil tersenyum geli, dia tidak menyangka akan bisa bersikap seperti ini dengan adik dan istrinya.
" Hilihhhh, mana ada mas. Mas aja ke PeDe an "
" Ah papa emang ganteng loh momma "
" Haha, thanks anak cantik "
" Udah ngalah aja ko, bala bantuan dia garis keras daripada gaji kita di potong ya kan " Willy terkekeh geli melihat ekspresi wajah shacsya dengan bibir yang sengaja di leyat leyotkan.
__ADS_1