Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 81


__ADS_3

" Mas " Shacsya kembali memanggil sang suami sambil menatap matanya kali ini.


" Jujur belum siap juga, selama ini aku yang merawatnya walaupun aku tahu dia bukan anakku "


" Ya udah nggak usah di pikirin kita makan malam dulu " Shacsya lalu mengecup pipi suaminya, ini baru kali pertama dia mencium pipi suaminya dengan suka rela.


" Sayang nanti mau lagi " Ucap Khev pelan saat shacsya melangkahkan kakinya untuk mendahului dia.


Shacsya hanya membalikkan badannya dan tersenyum namun jemari tangannya membentuk huruf O, Khev hanya tertawa sambil tersipu.


" Ai mau makan sama momma ? " Tanya shacsya saat mendapati sang anak sedang asyik bercerita dengan Zean.


" Uncle mau bantu Ai mom "


" Oh oke kalau gitu, yang baik ya sayang sama uncle " Shacsya sengaja mengajak suaminya mengambil tempat duduk yang berbeda saat Aiza memutuskan mau makan di bantu Zean.


** Chat


*Ai makan apa aja aman dek ? 


*Sebuah pesan masuk di layar ponsel milik shacsya yang sengaja dia taruh diatas meja, walaupun pernikahan diantara Shacsya dan Khev terbilang instan namun kedua nya tidak sama sekali menyimpan rahasia.


*Sha


Ai makan apa aja aman bang 


*Bang Ze

__ADS_1


Kenapa nggak duduk sini aja ?


*sha


Mau pacaran sama suami hehe


*Bang Ze


Oke


Zean melihat kearah shacsya dan Khev dengan bibir yang sedikit cemberut, sejujurnya Zean sudah lama menaruh hati dengan shacsya sebelum dia berpacaran dengan Mikha namun kondisinya membuatnya tidak berani mengutarakan isi hatinya.


Oh iya Mikha


Mikha adalah kakak kelas Shacsya dulu, dia mengalami kecelakan sebelum kedua orangtua shacsya meninggal dan mengirim shacsya untuk kuliah di Jerman. Mikha adalah anak angkat dari keluarga Zean, dan setelah Mikha dinyatakan meninggal dia menyerahkan jantungnya pada Zean. Setelah beberapa tahun tidak bertemu karena semua akses tentang shacsya memang sangat di privasi, membuat Zean susah menemukan shacsya sehingga saat kembali dan bertemu shacsya, shacsya sangat membencinya.


" Kami cantik " Puji Khev, dan shacsya hanya memutar bola matanya.


" Baru tahu aku cantik ? "


" Udah lama, sengaja di ungkapin aja sekarang "


" Selama ini, mas nggak pernah cerita tentang masa lalu mas. Mas juga gak cerita soal Aiza kalau aku nggak terlibat dalam hal kemarin "


" Buat apa di bahas masa lalu, yang penting kan sekarang bukan masa lalu dan yang lebih penting lagi masa depan. Saya mau kamu tetap menemani sampai ke masa depan itu " Khev yang memang bukan pria romantis dia berbicara sambil menguyah daging steak namun ucapannya berhasil membuat shacsya berkaca-kaca.


" Mas tumben banget si, bisa bikin aku sampai mau nangis " Ucap Shacsya sambil mendongakkan kepalanya agar air matanya tidak jatuh.

__ADS_1


" Hai, maaf " Khev mengambil saputangan dari sakunya lalu mengusap butiran yang sudah menetes di pipi shacsya.


" Maaf kalau selama menikah dengan saya banyak hal yang terkesan tidak menyenangkan, namun mulai saat ini saya akan banyak meluangkan waktu buat kamu "


" Maksud mas bukan siang-siang tiba-tiba pulangkan ? " Goda shacsya agar suasana tidak menjadi tegang.


" Hahaha, itu juga salah satunya "


" Aku bakal minta pak Lion buat padetin jadwal mas aja kalau siang kalau gitu "


" Ngancem ini ? "


" Enggaklah mana berani, nanti di sita lagi black card ku " Canda shacsya yang membuat Khev ikut tertawa.


Ternyata Mas Khev cukup tampan jika tersenyum bahkan tertawa


***


Hallo terima kasih untuk supportnya


Untuk Likenya


Votenya di klik yaa


Hadiah di klik juga nggak apa hehee


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2