Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 64


__ADS_3

Shacsya ketika masuk ke dalam mobil sudah mendapati sang putri tidur di jock belakang, dan suami terganteng nya sudah duduk di balik kemudi.


" Kita kemana ? " Tanya Khev ketika shacsya sudah berada pada posisi duduk yang nyaman, shacsya hanya diam dan mencari lokasi dari head unit yang berada di dashboard super car milik Khev.


Shacsya lalu memasang aerphone dan menatap keluar kaca, entah kenapa sore ini rasanya Khev begitu menyebalkan baginya.


Pria yang sedari tadi fokus mengemudi itu, tidak begitu memperhatikan sikap sang istri karena dia juga sama-sama sedang merasakan betapa menyebalkan sang istri ketika memutuskan sendiri keponakan ART nya untuk kuliah, bukan permasalahan uang namun selama ini Khev adalah pria yang selalu mengatur semuanya sendiri bahkan Audi tidak tahu menahu gaji atau pekerjaan Rumah Tangga.


Audi memang di manjakan dengan harta milik Khev namun tidak dengan diri dan hati Khev, pria itu hanya melakukan sebagai tanggungjawab sebagai suami dan ayah bagi Aiza sedangkan yang lain memang dia sebanarnya care dengan orang yang ada di sekitarnya.


Peralihan dari yang apa-apa dulu serba Khev, menjadi apa-apa serba shacsya terkadang membuatnya masih kurang terbiasa untuk hal-hal yang memang butuh diskusi seperti memutuskan Atasya kuliah


Khev bukan pria yang suka menghambat karir orang lain, bahkan beberapa anak dari ART nya juga dia sekolahkan bahkan mendapatkan alokasi dana khusus dari rekening pribadi Khev.


" Masih marah ? " Tanya Khev dengan melepas salah satu aerphone yang tertempel di telinga shacsya.


" Marah kenapa mas ? "

__ADS_1


" Soal tasya ? "


" Enggak, wajar mas marah. Mansion itu milik mas orang yang disana juga yang gaji mas, aku lupa aja soal itu "


" Bukan gitu sayang " Dengan tangan yang tadi memegang tuas presnel, kini berpindah keatas kepala sang istri.


" Mas lupa, kamu bukan perempuan yang membutuhkan eksekutor karena kamus seorang eksekutor. Tapi soal rumah mas minta tolong libatkan mas " Khev kali ini cukup lembut berkata dengan sang istri padahal seingatnya dia dulu tidak pernah bersikap seperti ini pada Audi.


" Maaf mas " Shacsya masih dengan tatapan kearah depan, namun jemari tangannya di genggam oleh Khev.


Khev mengangguk, walaupun hanya terlihat dari ujung mata shacsya dia tahu suaminya sudah memaafkan dia.


" Enggak, gabung aja toh mas juga boleh tau urusan ku "


" Yakin ? "


" Iya yakin, kalau ada apa-apa mas juga pasti bisa bantu "

__ADS_1


" Oke, tapi bisa nggak usah masam gitu mukanya. Nggak sedap di tenggok " Goda Khev, perubahan sikap Khev akhir-akhir membuatnya kadang merasa aneh namun dia tidak bisa menghindarinya bahkan sang asisten kerap kali mengingat jika dia sebanarnya sudah mulai jatuh cinta dengan shacsya.


*flashback on


" Bos, akhir-akhir ini anda lebih fokus sama kenyamanan nyonya daripada citra anda sendiri " Protes Lion saat Khev memilih untuk diam saja saat gosip tentang istrinya tetap beredar di kantornya karena shacsya yang memang tidak ingin mengklarifikasi selain tidak ingin dia juga ingin mencari orang-orang yang memang tetap mendukung dia dan suami tidak hanya karena ada sesuatu.


" Dia sekarang prioritas saya, walaupun sebenarnya saya tidak begitu nyaman dengan kondisi ini tapi nikmati saja kata dia juga ntar hilang sendiri "


" Nyonya tidak pernah takut citranya di rusak karena dia selalu tampil apa adanya dia, bahkan ketika salah dia berani meminta maaf. Cocok lah jadi istri tuan, nggak kayak yang dulu "


" Lion "


" Eh... Maaf tuan " Aston menutup mulutnya


" Saya tidak mau membuat dia tidak nyaman, ketika dia mulai muak dengan cicitan para karyawan segera tindak tegas "


" Baik bos, siap laksanakan "

__ADS_1


" Kamu kembali ke ruangan mu "


**flashback off


__ADS_2