
" Gek apa kamu yakin akan menikah ? " Tanya Bu Niluh sambil mengusap rambut shacsya karena dia sedang tiduran namun membiarkan kepalnya berada dipangkuan Bu Niluh.
" Tergantung Om, Koko, Abang, Alin dan Mas Khev sendiri Bu, Keputusan ibu mengizinkan atau tidak juga sangat penting buat aku "
" Gek, menikah itu bukan main-main. Menikah itu untuk selamanya jangan cuma karena keputusan yang sesat membuat kamu akan menyesal selamanya "
" Ibu pernah bosen nggak ngejaga aku ? "
" Mana ada gek ibu bosen, ibu bahagia bisa menjaga kamu menemaniku, menjadi orang yang kamu cari ketika sedang susah dan senang. Ibu suka gek jagain kamu "
Bu Niluh mengusap pipi shacsya berlahan semabari menatap kedua bola mata milik shacsya.
" Ibu, kalau shacsya nikah om Radit bakal tetep sayang sama shacsya nggak ? Koko, Abang, Alin dan Ibu "
" Gek, sayang itu tidak memandang kamu sudah menikah atau single. Mereka akan tetap sayang sama kamu gek! "
" Ibu, kalau shacsya minta ibu buat tinggal sama shacsya di Jakarta mau nggak ? "
" Suamimu pasti nggak akan membiarkan kamu kesepian gek di rumahnya nanti, kalau ibu ikut ke Jakarta terus ibu ngapain ? "
__ADS_1
" Jagain akulah bu "
" Kamu sudah dewasa gek, suami kamu pasti akan lebih jagain kamu nya "
" Jadi Ibu nggak mau ? "
Shacsya lalu merubah posisi tidurnya dan sengaja memunggungi Bu Niluh, wanita paruh baya itu hanya bisa tersenyum dan tetap mengusap rambutnya.
***
" Kak, kenapa bisa secepat itu mutusin buat nikah sama shacsya ? Ngobrol aja jarang, sikap kakak juga dingin banget sama dia "
" Dia sangat berharga buat gua melebihi apapun " Timpal Raditya.
" Ide gila ini datangnya dari dia kenapa jadi kalian merundung gua si " Protes Khev yang merasa terintimidasi, padahal biasanya dia yang sangat mengintimidasi lawan bicaranya.
" Kenapa kamu dukung! "
" Bagi dia, tanpa mengambil apapun dari Nandini ya dengan menikah dengan gua "
__ADS_1
" Ya sudah kalau itu pilihan dia, gua bisa apa "
" Lo yakin mau nyerahin ponakan lo sama orang yang belum jelas ? "
" Gua jelas bang, biodata gua lengkap dapat dicari dimana-mana "
" Ha ha iya gua tau kalau soal itu, jagain dia ya! Kalau kamu sudah bosan kembalikan dia pada kami " Tutur Mario, pria ini terkesan lebih slengekan namun berani mengungkapkan apa yang dia rasa.
" Ponakan gua itu orangnya kalau lagi banyak masalah akan lebih memilih diem, diantara kita belum ada yang bisa membuat dia mau bercerita "
" Betul, dia percaya koko nya ini ngurusi cafe nya namun dia tidak mempercayakan kisah hidupnya untuk di ceritakan pada ku ataupun Alin "
" Yap, dia akan datang ke om nya trus minta peluk habis itu ngilang " Kekeh Mario, mengingat shacsya sudah dua kali ini menghindar untuk menata hatinya.
" Iya Om, bang, dan Koko nya shacsya. Ternyata PR buat aku banyak banget ya " Kekeh Khev yang lebih rileks.
" Shacsya nggak akan penuntut buat lo perhatiin atau lo kasih kejutan, karena dia merasa bisa melakukan untuk dirinya sendiri. Namun - " Raditya men jeda ucapannya itu.
" Namun semua perempuan ingin di perlakukan seperti itu, jangan berlebihan secukupnya. Buatlah dia merasa memiliki lo karena menikah bukan untuk sehari dua hari.
__ADS_1
***