Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 37


__ADS_3

" Gek apa kamu yakin akan menikah ? " Tanya Bu Niluh sambil mengusap rambut shacsya karena dia sedang tiduran namun membiarkan kepalnya berada dipangkuan Bu Niluh.


" Tergantung Om, Koko, Abang, Alin dan Mas Khev sendiri Bu, Keputusan ibu mengizinkan atau tidak juga sangat penting buat aku "


" Gek, menikah itu bukan main-main. Menikah itu untuk selamanya jangan cuma karena keputusan yang sesat membuat kamu akan menyesal selamanya "


" Ibu pernah bosen nggak ngejaga aku ? "


" Mana ada gek ibu bosen, ibu bahagia bisa menjaga kamu menemaniku, menjadi orang yang kamu cari ketika sedang susah dan senang. Ibu suka gek jagain kamu "


Bu Niluh mengusap pipi shacsya berlahan semabari menatap kedua bola mata milik shacsya.


" Ibu, kalau shacsya nikah om Radit bakal tetep sayang sama shacsya nggak ? Koko, Abang, Alin dan Ibu "


" Gek, sayang itu tidak memandang kamu sudah menikah atau single. Mereka akan tetap sayang sama kamu gek! "


" Ibu, kalau shacsya minta ibu buat tinggal sama shacsya di Jakarta mau nggak ? "


" Suamimu pasti nggak akan membiarkan kamu kesepian gek di rumahnya nanti, kalau ibu ikut ke Jakarta terus ibu ngapain ? "

__ADS_1


" Jagain akulah bu "


" Kamu sudah dewasa gek, suami kamu pasti akan lebih jagain kamu nya "


" Jadi Ibu nggak mau ? "


Shacsya lalu merubah posisi tidurnya dan sengaja memunggungi Bu Niluh, wanita paruh baya itu hanya bisa tersenyum dan tetap mengusap rambutnya.


***


" Kak, kenapa bisa secepat itu mutusin buat nikah sama shacsya ? Ngobrol aja jarang, sikap kakak juga dingin banget sama dia "


" Dia sangat berharga buat gua melebihi apapun " Timpal Raditya.


" Ide gila ini datangnya dari dia kenapa jadi kalian merundung gua si " Protes Khev yang merasa terintimidasi, padahal biasanya dia yang sangat mengintimidasi lawan bicaranya.


" Kenapa kamu dukung! "


" Bagi dia, tanpa mengambil apapun dari Nandini ya dengan menikah dengan gua "

__ADS_1


" Ya sudah kalau itu pilihan dia, gua bisa apa "


" Lo yakin mau nyerahin ponakan lo sama orang yang belum jelas ? "


" Gua jelas bang, biodata gua lengkap dapat dicari dimana-mana "


" Ha ha iya gua tau kalau soal itu, jagain dia ya! Kalau kamu sudah bosan kembalikan dia pada kami " Tutur Mario, pria ini terkesan lebih slengekan namun berani mengungkapkan apa yang dia rasa.


" Ponakan gua itu orangnya kalau lagi banyak masalah akan lebih memilih diem, diantara kita belum ada yang bisa membuat dia mau bercerita "


" Betul, dia percaya koko nya ini ngurusi cafe nya namun dia tidak mempercayakan kisah hidupnya untuk di ceritakan pada ku ataupun Alin "


" Yap, dia akan datang ke om nya trus minta peluk habis itu ngilang " Kekeh Mario, mengingat shacsya sudah dua kali ini menghindar untuk menata hatinya.


" Iya Om, bang, dan Koko nya shacsya. Ternyata PR buat aku banyak banget ya " Kekeh Khev yang lebih rileks.


" Shacsya nggak akan penuntut buat lo perhatiin atau lo kasih kejutan, karena dia merasa bisa melakukan untuk dirinya sendiri. Namun - " Raditya men jeda ucapannya itu.


" Namun semua perempuan ingin di perlakukan seperti itu, jangan berlebihan secukupnya. Buatlah dia merasa memiliki lo karena menikah bukan untuk sehari dua hari.

__ADS_1


***


__ADS_2