
" Kenapa ? saya ganteng ? " Pertanyaan Khev membuat shacsya tersenyum, dan bukan shacsya saja yang menjadi salah tingkah namun Khev menjadi lebih salah tingkah.
" Gua berasa baru pacaran pertama kali sama orang yang tepat " Khev lebih memilih mengungkapkan apa yang dia rasa, padahal selama ini Khev bukan orang yang seperti itu tetapi menikah dengan shacsya membuatnya menjadi belajar mengungkapkan apa yang di rasa itu perlu.
" Hahaha, jangan-jangan pria setampan mas baru pacaran sekali ? " Goda shacsya yang membuat Khev kembali tertawa dan kali ini mampu membuat Zean semakin cemburu melihat keharmonisan diantara shacsya dan suaminya.
" Kamu ngeliatnya seperti itu ? "
" Mungkin "
" Mungkin memang benar ini pacaran pertama dengan orang yang tepat, setelah bergelut dengan pernikahan yang tidak membuat aku nyaman sama sekali " Khev memejamkan matanya dan membuang nafas dengan kasar.
" It's oke, mulai malam ini kita lakukan yang terbaik untuk hubungan ini. Kita jalan berdampingan bergandengan sampai maut memisahkan kita, gimana ? " Shacsya menyodorkan jemari tagannya dan langsung disambut oleh Khev dengan penuh rasa haru dan bahagia.
" Kita lakukan sebaik mungkin untuk pernikahan ini, kalau ada yang kamu tidak suka sampaikan bantu aku memperbaikinya begitu juga dengan kamu. Kamu adalah titipan Tuhan yang harus aku jaga dan pertahankan, begitu juga dengan aku "
" Shiap " Jawab shacsya dengan air mata yang sudah menetes di pipinya, rasa hampa yang selama ini ada mulai terkikis karena adanya Khev.
" Anak setomboy kamu ternyata gampang nangis juga " Goda Khev yang membatu shacsya menghapus air matanya.
" Papa, momma diapain. kenapa nangis " Bentak Aiza yang sudah berada di samping shacsya bersama Zean.
__ADS_1
" Enggak sayang, momma kangen sama oppa kecil sepertinya. besok kita anter kesana ya "
" Oke pa " Aiza langsung merangkul tubuh mommanya " Besok Ai anter ketemu oppa ya mom, nggak usah sedih lagi "
" Iya sayang, kamu udah selesai makan sama uncle Zean ? "
" Sudah Momma, momma sudah selesai makan sama papanya ? "
" Sudah sayang, kita pulang ? "
" Uncle, Ai pulang dulu ya. Uncle terimakasih untuk makan malamnya " Aiza memeluk tubuh Zean, perasaan yang sejak kemaren tidak menentu, pelukan dan makan malam ini membuatnya menyadari satu hal jika ada perasaan yang lain pada Aiza.
" Makasi sayang, uncle pasti akan sehat-sehat " Pria itu menecup kening Aiza sambil mengendongnya kelaur dari restoran dan mengantar hingga ke dalam mobil.
" Oke sama-sama "
" Nitip mereka berdua " Ucap Zean yang membuat Khev kembali menoleh kearah Zean seolah meminta penjelasan dari ucapannya.
" Dua perempuan ini adalah orang yang bisa membuat saya tersenyum, perempuan yang kini bersama dengan mu adalah perempuan yang menjadi penyemangatku untuk tetap bertahan sampai saat ini "
" Oh iya sip " Jawab Khev langsung masuk ke dalam mobil tanpa pemperdulikan Zean.
__ADS_1
Selama di dalam mobil, Khev hanya diam saja sedangkan shacsya asyik bercanda dengan Aiza. Pria itu sibuk dengan pikirannya sendiri, entah hal apa yang begitu mengusik pikirannya kali ini.
" Mas, kenapa ? " tanya shacsya saat anak gadisnya sudah terlelap diatas pangkuannya, karena sejujurnya dari tadi shacsya sudah menyadari perubahan raut muka suaminya.
" Enggak ada apa-apa sayang " Jawab Khev dengan senyuman berusaha menyembunyikan apa yang sedang ia rasakan.
" Oh bukannya tadi ada yang janji bakal cerita ya kalau ada apapun " Ucap shacsya yang tadi menoleh kearah Khev kini sudah menghadap kearah depan.
" Nanti ya " Khev memilih mengusap kepala sang istri dan akan menceritakan ketika nanti sudah berdua saja. Semenjak Khev mulai jatuh cinta dengan shacsya, dia tidak pernah ingin membuat wanitanya merasa diabaikan oleh dirinya.
Di Mansion Milik Bawika, Khev mengendong sang putri ke dalam kamarnya sedangkan shacsya memlih berjalan lebih dulu ke kamar utama yang sudah hampir seminggu tidak dia tempati.
***
Hallo terima kasih untuk supportnya
Untuk Likenya
Votenya di klik yaa
Hadiah di klik juga nggak apa hehee
__ADS_1
Terimakasih