Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 57


__ADS_3

" Eh tapi kenapa bos Khev tetap baik sama perempuan itu ? Bahkan berita soal perselingkuhannya sudah terekspos di media ? " Gosip pagi yang sangat hangat di Praya Group pagi ini, hampir di setiap lantai para karyawan membahas soal itu.


" Bos Khev sepertinya terlalu bucin sama istrinya yang ini " Timpal salah seorang karyawan yang sedang bergosip.


" Iya loh masih di gandeng pula, kalau gua mah ogah "


" Die cantik sob "


" Cantik sih .... Tapi kelakukan kayak gitu tetep ajah ogah gua "


" Dia juga tidak mau punya suami seperti kamu " Ucap Lion yang kepalanya tiba-tiba di selipkan diantara kepala karyawan yang sedang menggosip ria.


" Eh mas Lion, jangan di laporin bos Khev ya " Salah seorang dari mereka mohon pada Lion.


" Memang istri bos ngerugiin apa sama kalian sampai sikap kalian begitu banget ? " Lion bertanya dengan nada biasa namun sebenarnya dia menahan kesal, selain nyonya bos nya itu melarang mengklarifikasi di lingkungan Perusahaan atau di media.


Sedangkan dia tahu, bagaimana nyonya bosnya itu dan sebanarnya yang bucin adalah bos nya sampai menyewa beberapa bodyguard untuk istri dan anaknya.


***


Ruang kerja shacsya, dia duduk menghadap meja dengan beberapa gambar desain yang berjajar di atas meja.


" Nyonya bos, di minta ke ruangan bos " ucap Lion.


" Oke " Shacsya segera bangun dari duduknya dan berjalan ke ruang suaminya.


" Dek, di ruangan kakak ada Zean "


" Zean ? " Shacsya mengulangi nama yang di sebut oleh Willy dengan dahi yang berkerut.


" Iya Zean, pria yang lo tolak dulu waktu awal kita deket "

__ADS_1


" Dia kenapa kesini ko ? "


" Dia akan menjadi pemasok kain di perusahaan kita "


" Oh astaga, nggak ada pabrik lain apa ? "


" Entah dia sengaja atau bagaimana gua juga nggak tau, soal ini just you and me yak "


" Oke "


Tok tok tok


Shacsya mengetuk pintu ruang kerja milik Khev sebelum kakinya melangkah masuk ke dalam.


" Tuan Zean ini Manger umum praya group, Neysha Khev Bawika "


" Salam kenal Nyonya Khev " Sapa Zean dengan tatapan bertanya-tanya.


" Sayang, duduk disana aja biar enak duduknya " Khev berjalan sambil memapah sang istri untuk duduk di kursi yang entah sejak kapan tiba-tiba di ruangan itu ada kursi pijat.


" Maaf tuan Zean, istri saya baru saja mengalami kecelakaan dan kondisinya belum pulih benar namun sudah ingin kembali ke kerja "


" Wah hebat istri anda semangat kerjanya tinggi, saya jadi termotivasi untuk kerjasama dengan Praya Group. Melihat istri anda saja sangat bersemangat dalam bekerja apalagi anda selaku Presdirnya yang masih turun langsung mengurusi semua kegiatan disini "


Rasa-rasanya itu bukan sebuah pujian melainkan satu ledekan atau apalah yang membuat shacsya tersenyum miring sembari melihat kearah Khev karena Zean posisinya lebih menyerong.


" Sebentar Tuan Zean, sepertinya istri saya kurang nyaman berada disana saya mohon izin akan mengantarkan dia ke ruangannya " Khev berjalan kearah Shacsya lalu mengendong ala bridal style


" Lion Willy, kalian temani dulu Tuan Zean " Kedua Pria itu mengangguk dan segera masuk ke dalam ruangan kerja Khev.


Khev hanya diam saat mengendong shacsya ke ruang kerjanya yang sebanarnya hanya bersampingan dengan ruang kerja miliknya, wanita itu di dudukkan pada sofa agar kaki ya tidak menggantung.

__ADS_1


" Seperti kalian pernah ada sesuatu " Khev yang masih membenarkan letak rok yang dipakai istrinya itu.


" Sesuatu apa mas ? " Shacsya pura-pura tidak mengetahui arah dan tujuan ucapan sang suami.


" Kalian pernah pacaran ? " Pertanyaan yang langsung keluar begitu saja membuat shacsya terkekeh geli.


" Cemburu ? "


" Bukan " Pria itu berjalan untuk mengambil selimut agar kaki sang istri tidak terekspos semua, bagaimana tidak dia ingin melindungi istri nya kulit yang shacsya begitu mulus bersih dan bersinar walaupun sekarang banyak memar disana.


" Terus ? " Goda shacsya dengan senyuman yang begitu centil


" Bukan apa-apa " Khev lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar ruangan.


***


Khev yang sudah tiba di depan ruangannya, menghentikan langkahnya saat mendengar obrolan Willy dan Zean.


" Gua pikir lo yang bakal nikah sama shacsya ternyata bukan " Kekeh Zean yang membuat Willy tersindir.


" Setidaknya, gua nggak pernah di tolak sama dia "


" Lo aja yang nggak punya keberanian buat nyatain cinta "


" Gua lebih memilih melihat dia bahagia daripada memaksakan buat dia bareng sama gua "


" Hahaha munafik lo "


Suasana menjadi hening, membuat Khev hendak berjalan masuk namun langkah nya kembali terhenti.


" Bukan lo sekarang sudah kalah dari Khev Bawika lantas kenapa masih mau jadi asisten shacsya ? Perempuan yang lo cinta namun tak bisa lo miliki "

__ADS_1


" Hak lo apa ? "


__ADS_2