Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 74


__ADS_3

" Nyonya Audi dulu juga tidak sama seperti nyonya shacsya, Nyonya shacsya bahkan ke kita yang posisinya di bawahnya aja menghargai banget. Apalagi sikapnya ke tuan, pasti lebih baik lagi " Ucapan Lion memang benar, Audi dulu memperlakukan orang lain sesuai status sosialnya, namun shacsya memukul rata semuanya. Sikap shacsya selalu baik ke semua orang.


" Iya kamu bener pak pujo "


" Semoga tuan sampai tepat waktu " Guman pujo pelan


" Aamin "


***


Mario lebih dulu tiba di lokasi, dia sedang berusaha untuk naik ke lantai dimana Shacsya berada sedangkan William diminta untuk tetap di apartemen bersama Aiza, dan Si uncle tampan kesayangan shacsya sedang melakukan operasi.


Sedari pagi Raditya sudah cukup gelisah, bahkan rasanya dia ingin membatalkan operasinya hari ini atau menganti dengan dokter lain namun sebagai tanggungjawab dari dirut Rumah Sakit mau tidak mau tetap melakukan operasi itu.


" Aston " Panggil Mario pada asisten Raditya yang sudah tiba juga di lokasi bersama beberapa anak buahnya.


" Pak Mario, bagaimana kondisinya ? " Aston mencoba melihat sekitar hotel yang sudah di kepung oleh anak buah Lion, Mario, dan Aston namun di dalam hotel penuh dengan anak buah Zean.


" Bisa minta tolong terbangkan helipad ? "


" Bisa pak mario, saya hubungi team kami di airport "

__ADS_1


" Minta anak buah mu buat naik, dan melakukan pendaratan diatas gedung "


" Baik pak "


Aston segera menjauh dan mencoba menghubungi anak buahnya untuk melakukan penyelamatan dari atas.


" Abang gimana ? " Kali Khev dengan nafas yang putus-putus karena berlari memukul pelan bahu mario.


" Anak buah Aston akan mengirim helipad, setelah anak buah Aston turun kita serang dari bawah juga "


" Shacsya gimana ya bang ? "


" Biar gua masuk bang "


" tapi khev ? " Cegah Mario


" Dia istri saya bang, tanggungjawab saya " Ucap Khev yang langsung melangkah masuk ke dalam hotel.


Khev berusaha menerobos anak buah Zean, namun kali ini lebih mudah dia berhasil masuk ke dalam lift dan berhasil menekan tombol.


Saat lift terbuka tidak ada satupun anak buah Zean disana, dia segera mencari istrinya dan benar saja perempuan itu sudah terikat di kursi dengan mulut yang di sumpal dengan kain.

__ADS_1


" Selamat datang tuan Khev " Sapa Zean dengan congkaknya, membuat Khev tersenyum miring.


" Lepaskan istri saya " teriak Khev.


" Apa ? Lepaskan istri saya ? istri yang mana ? Ini ? " Kali ini Zean menyentuh pipi shacsya dan membelainya berlahan.


" Lepaskan dia " Khev berjalan mendekat dengan amarah yang sudah memuncak.


Buagh


Khev berhasil memukul pipi Zean yang membuat pria itu terjatuh, saat hendak bangun Khev kembali memukulnya.


" Saya tidak pernah main-main jika itu menyangkut istri saya " Khev berusaha melepas ikatan shacsya dan Alin yang berada di ujung ruangan segera mendekat untuk membantu.


" Kalian keluar dulu biar saya yang menyelesaikan" Ucap Khev yang di Jawab dengan anggukan kepala.


Alin memapah shacsya beserta dua asisten sedangkan Khev masih di dalam kamar, dan entah dimana anak dan orangtua yang akan melangsungkan pernikahan karena tiba-tiba pergi menghilang begitu saja.


Khev berada pukul dengan Zean di dalam kamar hotel, saat shacsya hendak mencari pertolongan tidak ada satupun pegawai hotel yang mau membantunya.


" Kenapa kamu menikah dengan dia ? " Tanya Zean yang sudah mulai kelelahan, memang target dia bukan shacsya. Wanita itu hanya sebagai umpan.

__ADS_1


__ADS_2