
Shacsya masih di rumah dan bersiap akan ke Praya group, karena kemaren malam Khev memintanya datang ke kantornya.
Maurin yang datang dengan beberapa berkas untuk pendaftaran Atasya cukup terkejut melihat shacsya yang berpenampilan rapi seperti wanita karir, bukan selama ini doi tidak tampil cantik dan anggun tapi kali ini terlihat lebih feminim.
" Sha cantik banget si " Puji Maurin yang sedang duduk di ruang tamu.
" Ah kakak bisa aja " Shacsya langsung memeluk tubuh perempuan yang sudah seperti teman dan sahabat bagi nya.
" Mau kemana ? "
" Ke kantor mas Khev "
" Cie ileh udah tumbuh benih-benih cinta ini, masih jam segini udah mau nyamperin ke kantor "
" Haha, kakak paan si. Mas khev yang minta aku kesana, si Ai juga merengek mau ikut kesana "
" Oh ya udah sana deh, tasya mana ? "
" Ada kak, aku panggil dulu tapi nanti aku tinggal ya kak. Takut tuan besar ngomel "
" Hahaha mana berani tuan besar ngomel sama nyonya besar "
" Hadeh, aku bikinin minum dulu ya kak. Mau apa ? "
" Apa aja deh yang ada di keluarin semua "
" Okeee "
Shacsya berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman maurin dan memanggil atasya, agar urusan pendaftaran kuliahnya segera selesai.
" Bi Sumi, tasya mana ? "
" Baru nyiram tanaman nyonya, saya panggilkan "
" Tolong ya bi "
" Iya nyonya "
Bi sumi segera meninggalkan dapur, dan shacsya segera menuang segelas jus mangga untuk maurin.
__ADS_1
" Kak, jus mangga ya sama ini ada cemilan " Shacsya menyiapkan beberapa kudapan agar maurin juga lebih nyaman.
" Momma " Panggil Aiza yang lari keluar dari lift dan memeluk tubuh shacsya.
" Haizz cantik amat kamu sayang, kapan itu nge warna rambut bisa kompak gitu ? "
" Tadi pagi hahaha "
" Momma, ini onty siapa ? " Aiza menatap maurin dengan tatapan mata yang sedikit binggung dengan perempuan yang sedang berada di dekatnya itu.
" Onty maurin, pas papa sama momma nikah onty maurin ada loh sayang "
" Oh iya, sama onty Alin ya " Aiza berkata dengan riangnya.
" Baru dua bulan bocil juga udah ketularan semakin riang kek emaknye ye " Goda Maurin.
" Iya nih kak, kakak di tinggal dulu ye takut si mas Khev udah nunggu "
" Oh iyaa shiapp, jangan lupa mampir ke pak Raditya "
" Shiap kakak "
Selama kurang lebih empat puluh lima menit shacsya tiba di Praya Group, gedung pencakar langit yang menjulang tinggi itu terlihat megah namun sebenarnya shacsya enggan pergi kesana.
Lion membukakan pintu mobil untuk sang istri dari atasnya itu, perempuan dengan mengenakan dress yang kompak.
" Anak dan istri saya belum tiba ? " Tanya Khev pada stafnya saat hendak menaiki lift ke lantai paling atas.
" Sudah di lobby pak, pak Lion sudah menjemputnya "
" Baik, tolong bilang sama Lion ajak mereka ke ruang kerja saya dulu "
" Iya pak " Wanita yang merupakan staff bawahan Lion langsung itu segara mengirim pesan yang berisi perintah dari atasannya.
***
" Nyonya kita ke ruang kerja milik tuan terlebih dahulu " Lion memberitahukan pada shacsya tiba di dalam lift yang akan membawa kita ke lantai 37.
" Oke pak "
__ADS_1
Shacsya dan Aiza mengekor di belakang Lion yang sudah berjalan lebih dulu, namun saat shacsya melintas di dekat para desainer dia sempat mendengar beberapa orang yang membicarakan dia.
" Itu istri pak khev ? Gua pikir nandini yang bakal gantiin audi, ternyata bukan "
" tapi cantik dia "
" Dia kan desainer juga, MUA juga "
" Desainer ? " ulang salah seorang yang bergerombol itu.
" Iya desainernya NM "
" Wow keren dong ya dia "
" Sangat kerenlah dia, bisa mendukung suaminya nggak seperti audi dulu yang suka hura-hura "
Shacsya yang sempat berhenti lalu kembali jalan dan menggandeng tangan Aiza masuk ke dalam ruang kerja Khev, pria itu sedang duduk disinggasananya sambil membuka berkas-berkas yang ada diatas meja.
Aiza berlari memeluk papanya sedangkan shacsya memilih duduk di sofa dengan bibir yang cemberut, dan bahkan enggan melihat kearah Khev yang sedari tadi mengamatinya.
" Istri saya kenapa Lion ? " Khev yang beranjak dari tempat duduknya dan menggendong Aiza berjalan kearah shacsya.
" Aku itu nggak suka dibanding-bandingin apalagi sama istrimu " Ucap shacsya dengan emosinya.
" Lion bawa Ai main di Playground " Titah Khev pada asistennya itu.
" Oke, tarik nafas dulu hembuskan pelan-pelan " Ucap Khev saat Lion dan Ai sudah keluar dan pintu ruang itu sudah tertutup dengan sempurna.
" Ingat, istri saya cuma kamu " Khev cukup kesal mendengar ucapan shacsya.
" Memang orang kedua itu akan selalu di bandingkan dengan yang pertama "
" Saya tidak pernah melakukan itu, karena kamu tidak bisa dibandingkan dengan dia yang hanya pilihan mama ku dulu " Khev membuang nafas dengan kasar.
Shacsya yang tadinya memalingkan wajahnya beralih menatap pria yang duduk disamping, padangan mereka saling bertemu.
" Kamu nyonya Khev Bawika, selamanya akan seperti itu tidak ada yang pertama atau yang kedua. karena kamu satu-satunya "
***
__ADS_1