
" Abang Aksan sekarang kamu fokus untuk melindungi uncle dan kak Maurin saja, saya sudah ada mas Khev. Saya percaya dia akan memberikan yang terbaik untuk saya " Sedari tadi shacsya menggenggam jemari tangan Khev, bahkan tidak melepaskan barang sedikitpun.
" Baik nona, saya akan mengikuti permintaan anda, Tuan Khev mohon bantuannya untuk menjaga nona. Dia selain keponakan atasan saya, bagi saya dia adalah adik yang harus selamanya saya jaga karena kedua orangtuanya juga sangat baik sama saya "
Khev mengangguk dengan pasti " Saya akan berusaha semaksimal mungkin, kita saling melengkapi saja "
" Permisi tuan " Lion langsung membisikkan sesuatu yang hanya bisa di dengar oleh Khev, bahkan terlihat perubahan ekspresi namun setelah Lion selesai Khev berusaha mengubah kembali ekspresinya.
" Sayang, kamu diantar sama Abang dan Willy dulu ya. Nanti saya mampir kesana buat liat kamu dan Aiza, tapi kamu harus tetap di penthouse sampai semua normal kembali.
" Iya mas hati-hati "
Neysha Malika tidak pernah menyangka hidupnya akan menakutkan ini, bahkan menikah dengan Khev Bawika pengusaha nomor satu di negeri inipun tidak pernah ada dalam mimpinya namun karena semua sudah terjadi dia berusaha untuk menjadi wanita yang lebih tangguh lagi.
***
__ADS_1
Sore hari di Penthouse milik Khev, shacsya sedang duduk menikmati secangkir teh karena tidak banyak orang yang di tugaskan Khev disini jadi terasa sepi dan juga Aiza belum pulang sekolah.
" Nyonya, ada tuan di lantai satu " Ucap Bi Suti yang ikut menemani Shacsya pindah ke Penthouse milik Khev Bawika ini, semenjak Khev menikah dengan Shacsya ART mereka juga semakin happy karena shacsya selalu membawa mereka kemanapun mereka pergi.
" Oh ada mas Khev " Shacsya segera lari menuruni anak tangga dan memeluk tubuh Khev dari belakang, karena pria itu sedang memungungi shacsya yang baru saja turun dari anak tangga.
" Sebentar ya " Ucap Khev tanpa bersuara hanya gerakan bibir yang di jawab denggan anggukan kepala, namun pelukan itu sudah berubah menjadi dekapan.
Obrolan Khev dengan seseorang dari ponselnya terlihat begitu serius bahkan Khev terlihat beberapa kali membuah nafas dengan kasar, namun ketika shacsya menatapnya selalu berusaha untuk tersenyum.
" Have done sayang " Bisik Khev setelah menakan tombol merah dari layar ponselnya.
" Malam ini saya tidur sini, kamu masak apa ? "
" Mas mau makan apa ? "
__ADS_1
" Apa aja yang ada, saya mandi dulu ya "
" Aiza gimana mas ? "
" Aiza pulang ke Penthouse Willy, saya sengaja membuat kalian berpisah untuk sementara waktu karena saya tidak ingin berada disituasi harus menyelamatkan kamu atau Aiza " Pria itu terlihat sangat frustasi.
" Are you oke ? "
" Yah, asal bersama kamu semua akan baik-baik saja. So tetap disini bersama saya "
" Aku akan tetap disinilah, tempatku pulang adalah kamu " Kali ini shacsya memberanikan diri untuk mengecup bibir suaminya, momen yang sudah beberapa bulan ini Khev tunggu namun saat kecupan itu mendarat dia malah belum mempersiapkan diri jadi hanya kilat khusus.
" Aku mandi dulu "
" Oke, baju ganti udah disiapkan ya "
__ADS_1
" Shiap, masak dulu sana "
Khev sebanarnya ingin memakan istrinya, namun cacing di dalam perutnya tidak dapat diajak kompromi jadilah dia meminta Shacsya untuk masak.