
" Maurin "
" Iya dok " Jawab sang asisten.
" Siapkan pesawat pribadi saya, saya harus tiba di Bali malam ini "
" Baik dok, apa saya harus ikut ? "
" Iya, siapkan semua berkas terkait kepemilikan Prayoga group, sudah saat nya kita mengembalikan kepada yang berhak "
Maurin mengangguk faham, perempuan ini adalah staf khusus Alm Arya Prayoga dan sengaja di rekrut oleh Raditya untuk melindungi segala aset yang menjadi hak milih Neysha Malika.
***
" Tuan Lion monitor " Ucap salah seorang petugas yang disiapkan untuk menjaga sekitar hotel, karena mereka sudah memprediksi akan terjadi huru-hara.
" Iya bicaralah " Jawab Lion yang sedang duduk di bar bersama teman lamanya tinggal di Bali.
" Ny. Nadia beserta anaknya menuju ruang manager hotel, sepertinya mau meminta duplikat kunci kamar Tn Khev karena mereka tidak dapat membujuk resepsionis "
" Dimengerti lanjutkan pengintaian "
" Kenapa bro ? " Tanya temen Lion yang sedang meneguk minuman alkohol yang sedari tadi dia pegang.
" Gua mesti cabut sob ada hal yang mesti di selesaikan "
__ADS_1
" Gua ikut sob, siapa tau gua bisa bantu lo "
" Oke kalau lo nggak keberatan "
" Ayo berangkat "
***
" Sayang kamu berhak atas semua ini " Tegas Raditya pada shacsya yang masih terdiam dengan butiran air mata yang terus menetes.
" Bukan masalah berhak dan tidaknya om, namun selama ini aku sudah cukup berdamai dengan semua kondisi ini. Sedangkan Nandini apa dia bisa ? dia sedari kecil sudah selalu bermanja-manja dengan harta yang melimpah " Shacsya mencoba mengutarakan pendapatnya.
" Gek " Suara lembut khas ibu Niluh membuat shacsya beranjak dari tempat duduknya lalu memeluk tubuh perempuan itu.
" Ibu setuju dengan pendapat Raditya, mereka juga harus tetap merasakan apa yang kamu rasakan " Ucap wanita itu dengan lembut.
" Bisa saya yang bicara dengan shacsya ? " Tanya Khev pada Raditya.
Raditya memberi jawaban dengan anggukan kepala, dan di balas dengan senyum oleh Khev. Khev berjalan lalu menggandeng tangan shacsya untuk berjalan ke balcon.
" Mas bisa nggak usah bicara dulu " Pinta shacsya yang menyandarkan tubuhnya di pembatas balcon.
" Jangan coba-coba lompat tapi " Goda Khev
" Enggak " Shacsya menggelengkan kepalanya mencoba menghirup nafas panjang dan membuangnya secara berlahan.
__ADS_1
* Flasback on
" Anak sialan " Teriak Nadia pada shacsya yang baru saja sampai dari sepulang sekolah, belum sempat menjawab sudah kembali di teriaki " Apa yang sudah kamu lakukan sama anakku, kenapa dia pulang nangis. Kenapa kamu nggak mau bantu dia ? Mau jadi sok pinter ? "
Nadia menjambak rambut shacsya " Ampun tante, enggak gitu. Shacsya enggak duduk di deket Nandini, guru yang meminta shacsya pindah "
" Kemasi barang-barang mu pergi dari rumah ini " Bentak Nadia kembali.
" Ini rumah orang tua ku "
" Itu dulu, sekarang kamu sudah tidak memili apa-apa jadi pergi dari sini "
*Bruaaaghhhhh *
Sebuah kooper yang lumayan besar di lempar kearah shacsya oleh Nandini, baju dan beberapa benda miliknya berhamburan di lantai dengan perlahan shacsya memungutnya dengan derai air mata yang terus menetes.
*Flasback off
Shacsya kembali menarik nafas panjang lalu berlahan membuka mata dan menghembuskan nafas berlahan lalu menatap pria yang setia berdiri di dekatnya.
" Mas bisa menolong saya ? " Tanya shacsya tanpa ragu.
" Apa "
" Menikahlah dengan ku saja "
__ADS_1
Khev cukup melongo mendengar ucapan shacsya " Mas " Panggil shacsya kembali membuat Khev tersentak.
***