
Shacsya reflek mencubit lengan suaminya, yang membuat pria itu nyengir menahan rasa sakit karena cubitan istrinya.
" Papa kenapa ? "
" Enggak sayang, barusan ada semut yang gigit lengan papa "
" Mana pa, biar Ai lihat "
" Nggak apa sayang, cuma semut doang " Ucap Shacsya yang membuat sang anak mengangguk patuh lalu duduk diam.
" Awas ya kamu " Ucap Shacsya tanpa suara membuat Khev terkekeh geli saat memutari mobil untuk duduk di balik kemudi.
" Aiza, papa boleh bertanya sayang ? " Pertanyaan Khev membuat shacsya memutar bola matanya dan memalingkan pandangannya kearah luar mobil.
" Kalau Ai punya adik mau ? " pertanyaan yang sudah terbaca oleh shacsya akhirnya keluar dari mulut Khev Bawika Praya.
" Maulah pa, adiknya kembar tiga sekaligus juga boleh " Aiza cukup antusias menjawab pertanyaan sang papa.
" Momma, Ai udah siap tuh jadi kakak " ucap Khev dengan santainya sambil tersenyum.
" Kita sama-sama berdoa ya sayang, semoga Ai cepat dikasih adik sama Alloh " Hanya kata-kata itulah yang terlintas dipikiran shacsya, karena sejatinya dia juga binggung harus menanggapi dengan bagaimana untuk permintaan ini.
" Hore hore " Aiza bersorak begitu bahagianya " Ai bakal punya adik, asyik. Makasi momma "
" Kenapa terimakasihnya hanya sama momma ? Papa enggak ? "
__ADS_1
" Hmm kalau momma punya baby jadi bakal rame rumahnya, aku nggak main sendirian, momma lebih punya waktu di rumah nggak di suruh-suruh papa ke kantor, aku bisa punya buanyak waktu buat cerita sama momma " Aiza memang terbiasa mengungkapkan apa yang dia rasakan atau mulai terbiasa mengutarakan apa yang dia mau semenjak shacsya menjadi momma nya, dan jawaban kali ini membuat shacsya senyam-senyum sendiri karena merasa di bela untuk tidak ngantor kembali.
" Oh Ai nggak suka momma kerja ? "
" Suka, cuma kalau kerja sama papa itu momma pulangnya malam. Kalau momma hanya bekerja biasa bisa cepat pulang, tinggal telpon onty Alin atau onty Maurin "
" Oh gitu ya, nggak suka kalau momma bareng sama papa ? Ai cemburu ? "
Aiza menekuk mukanya dan cemberut, membuat shacsya akhirnya ikut menimbang obrolan papa dan anak itu.
" Ai sayang, bukannya selama ini ketika momma sibuk juga pasti meluangkan waktu untuk kamu ? "
" Iya tapikan, maunya seharian sama momma seperti dulu waktu awal momma nikah sama papa "
" Kalian atur ajah deh bagaimana baik nya " Khev dengan muka yang di tekuk, setelah mengatakan pendapatnya dengan ketus kembali fokus dengan jalanan yang sudah mulai macet karena sudah memasuki waktu pulang kerja.
" Kenapa ? " Pertanyaan yang keluar dari bibir shacsya namun hanya gerakan tanpa suara, sedangkan Khev hanya mengandalkan kepala.
Shacsya langsung reflek mengelus bahu yang suami, dan memberikan senyuman agar kecemburuan dengan sang anak tidak semakin membuatnya pusing.
" Kita buat kesepakatan aja gimana ? "
" kesempatan apa momma ? " Aiza masih begitu antusias sedangkan sang suami hanya menatap shacsya lalu kembali fokus mengendarai mobilnya.
" Kita buat jadwal aja, kalau hari ini momma full sama papa besok full sama Aiza begitu saja bagaimana ? "
__ADS_1
" Ai mau momma "
" Bukannya Ai pengen punya adik ? Kalau momma lebih banyak sama Ai bagaimana kita bisa dapat adik ? "
" Memang kalau Ai mau punya adik, momma harus banyak sama papa ? "
" iya dong "
" Kenapa ? "
" Ya kan, yang bisa bikin adik papa "
Aiza hanya manggut-manggut mencoba memahami apa yang di sampaikan dari papanya.
" Emang bikin adik gimana pa ? "
****
Hallo terima kasih atas dukungannya selama ini, mohon maaf kalau tidak bisa update setiap hari.
" oh iya mohon dukungannya untuk Klik tombol suka, subscribe, vote dan juga komennya "
Di tunggu kritik dan sarannya
Matur nuwun
__ADS_1