Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 87


__ADS_3

" Kita liat pergerakkan Zean "


" Oke, tapi jadi ke Raja Ampat ? "


" Jadi, astaga bawel " Khev memang suka shacsya yang bawel karena merasa ada yang menggemaskan.


Shacsya reflek langsung manyun " Oh aku bawel, fix om aku pulang ke penthouse "


" Kalian sepertinya sudah saling cocok, om ikut bahagia "


" Iyalah om, oh iya om. Tante Nadia sama Nandini bagaimana ? "


" Aman sayang, kamu tenang aja. Kamu sudah memaafkan mereka ? "


" Buat apa juga benci om, buat apa juga dendam. Hidup aku sudah bahagia banget sekarang, punya suami yang sangat sayang sama aku. Apapun mau aku selalu di penuhi, keamanan dan kenyamanan dia prioritaskan. Jadi nggak ada alasan buat benci sama mereka uncle "


" Kamu tumbuh seperti mama ku, selalu baik hatinya walaupun ada sisi tangguh dari papa kamu "


" Udah uncle nanti jadi melo loh "


" Iya juga ya "


" Uncle kapan nikah ? Nikah enak loh apalagi uncle udah mapan, usia juga udah siap "


" Apaan si sayang " Ucap Raditya sambil mengapit leher shacsya dengan satu lengannya lalu mengecup kepalanya.


" Uncle sudah cukup bahagia lihat kamu bertemu dengan pria yang tepat "


" Aku juga akan bahagia banget kalau uncle sama abang mario menikah "

__ADS_1


" Gua masih belum mikirin itu " Mario menyaut, karena memang selama ini dia tidak begitu suka menjalin relasi yang serius dengan lawan jenis.


Shacsya membuang nafas dengan kasar " Ah nggak asyik "


" Momma " Panggil Aiza yang berlari menghambur ke pelukan shacsya dengan beberapa barang belanjaan yang di bawah oleh Lion yang berjalan di belakangnya sedangkan Willy masih menemani Alin mencari barang.


" Are you hungry my Sweety "


" Iyas, mau makan steak boleh ? "


" Boleh sayang, makan apa yang kamu ingin makan tapi ingat secukupnya tidak boleh sampai tersisa bahkan sampai di buang "


" Siap Momma " Gadis kecil itu berjalan menuju tempat yang dia mau bersama Lion.


" Sha " panggil Khev


" Balik yok "


" kenapa ? " tanya Raditya.


" Shacsya minta ke Raja Ampat om, mau siap-siap "


" Ai baru makan mas "


" Biarin sama Willy "


" Mas, nggak gini lah. Semua udah kumpul disini masa iya kita pulang. Mas loh yang mau nemenin tadi "


" Saya hanya ngajak kamu pulang aja "

__ADS_1


" Iya nanti dulu lah mas "


" Ya udah terserah " Khev menghentikan perdebatan lalu memilih untuk berjalan keluar cafe.


" Khev makin hari makin aneh kalau soal lo " ucap Mario sambil menikmati segelas Es.


" Tau deh bang, aneh banget dia sekarang. Sejak kejadian yang Zean itu "


" Wajar sikapnya seperti itu, dia nggak mau kamu kenapa-kenapa "


" Iya om, jadi nggak bisa jauh dari aku banget ... Hahaha "


" Bukan suami idaman type kamu yang begitu " Goda Willy yang sudah duduk di samping shacsya karena Khev memilih menemui sang putri.


" Iya ko, bener banget punya suami yang begini ini emang nyenengin "


" Happy dong ? "


" Happylah ko "


" Gua mau lo gini terus sha, biar gua juga selalu happy liatnya " Willy yang memang terbiasa selalu mengelus kepala shacsya reflek ingin mengelus namun belum sampai ke kepala shacsya udah langsung di pukul khev.


" Ini istri kakak "


" Aih kakak, sebelum jadi istri kamu dia sahabat gua. Kemana-mana bersama, cemburuan banget "


" Ha ... Haha.... " Raditya dan Mario kompak tertawa namun Mario langsung beranjak dari kursinya dan memeluk tubuh shacsya.


" Dia adek gua, awas lo larang gua buat meluk dia " Mario langsung mengultimatum Khev saat melihat pria itu ingin melepas pelukannya pada shacsya

__ADS_1


__ADS_2