Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 31


__ADS_3

" Buat apa kamu harus bilang ke semua orang jika kamu ini calon istri ku ? Berharap itu kah kamu, aku akan menikahi mu ? " Bentak Khev yang sudah semakin muak melihat tingkah laku Nandini " Atau kamu akan mengarang indah jika Audi meminta kamu untuk menikah dengan aku ? Ha Ha kalaupun Audi yang meminta aku juga tidak akan sudi menikah dengan perempuan seperti kamu ! "


" Apa hebatnya shacsya ? Perempuan yang tidak punya apa-apa, atau mungkin dia sebenarnya sedang memperdayakan adikmu untuk mendapatkan kamu "


Ucapan itu membuat Raditya sudah ingin langsung terbang ke Bali dan menampar keponakannya itu.


" Bagi kamu mungkin dia tidak hebat, bagi orang lain dia hebat. Penilaian terhadap seseorang itu tergantung hati masing-masing individu, kamu tidak pernah bisa mencampurinya "


Khev lalu beranjak dari kursinya dan meninggalkan Nandini seorang diri disana, perempuan itu meremas jemari tangannya.


" Hai, gua Mario temen Raditya " Mario mengimbangi langkah Khev yang sudah keluar dari Cafe miliknya.


" Khev " Jawab pria itu singkat dan terus melangkahkan kakinya.


" Gua cuma minta mau minta tolong sama lo, shacsya adalah perempuan yang gua sayangi sejak Raditya mengenalkan dia pada gua di Berlin. Dia selalu menjadi prioritas buat gua ataupun Raditya, sampai kebahagiaan dia adalah prioritas kita karena kita sudah pernah gagal jadi kali ini kita nggak mau gagal dan lale dalam menjaga dia! "


" Maksud anda bagaimana ? " Khev mengehentikan langkahnya lalu menghadap kearah Mario.


" Jangan membuat dia hancur dan terluka, setangguh-tangguhnya dia kali ini tidak akan mungkin setangguh itu jika dia harus merasakan sakit kembali "


" Gua bakal jaga dia, dan mengupayakan agar dia selalu bahagia "


" Thanks bro, silahkan mengejar dia jika kamu merasa dia adalah pilihan terakhir mu " Mario mempersilahkan Khev untuk mengejar shacsya, dan membiarkan kesempatan pria itu untuk membuat shacsya bahagia.


Khev mengangguk lalu berjalan namun sebelum melangkah Mario menepuk bahu Khev semabari tersenyum " Gua percayakan lo buat melindungi dia " Khev mengangguk.


Setibanya Khev di Pantai, dia begitu bahagia melihat Willy, Lion, Shacsya, Alin, dan Aizaa bermain dan tertawa, membuat dia yang jarang mengabadikan momen tiba-tiba ingin mengambil beberapa foto serta video.


Smartphone yang biasa dia simpan di dalam sakunya segera di keluarkan untuk mengabadikan momen dimana putri kecilnya dapat tertawa lepas, bahkan hal itu belum pernah dia liat saat Audi masih berada bersama mereka.


Aiza memang sering ikut Khev pergi kemana-mana, sekalian menemani Khev kerja tapi mereka tetap bisa liburan bersama dari sekian banyak tempat yang pernah mereka kunjungi tidak ada satupun tempat yang membuat perempuan kecil itu tertawa lepas dan lebih terlihat bahagia.


" Papa, ayoo ikutan main jangan foto terus " Ajak Aiza sambil menarik lengan sang papa, yang mau tidak mau pria itu melangkahkan kakinya untuk ikut bermain bersama.


Keseruan itu semakin bertambah saat Willy dan Khev terlihat semakin akrab, seolah permusuhan yang kemaren sudah sirna di bawa ombak pergi.


" Ai, udahan yok. Udah basah semua itu " Bujuk shacsya yang di balas dengan gelengan kepala.


" Sayang ini udah sore loh, bakal semakin dingin kalau nanti kamu nggak mau udahan "


" Sebentar lagi onty " Gadis kecil itu masih sibuk bermain air dan di temani dua pria dan satu perempuan, sedangkan shacsya sudah menepi begitu juga dengan Khev yang memilih duduk menjauh dari bibir pantai.

__ADS_1


" Sha sini " panggil Khev yang membuat shacsya terpaksa melangkah mendekati pria itu.


" Iya kenapa tuan ? "


" Tuan ? Kamu bukan orang yang bekerja dengan saya jadi risi saya mendengar kamu panggil saya dengan sebutan tuan ! "


" Hmm trus maunya saya harus manggil apa ? Bos "


" Apalagi itu, kamu dengan Lion lancar banget panggil dia mas, sama Willy koko, Mario abang "


" Lantas bagiamana ? "


" Kamu juga bisa panggil saya mas, koko, atau abang mungkin "


" Oh oke mas, kenapa ? " Shacsya cukup ketus jika harus berhadapan dengan Khev.


" Biarin aja Aiza main air, sudah lama dia tidak sebahagia ini bahkan mungkin baru kali ini saya melihat dia sebahagia ini "


" Ha ? " Shacsya cukup terkejut dengan ucapan yang barusan dia dengar " Memang selama ini dia nggak bahagia? "


" Mungkin "


" Iya saya tahu, tapi ribuan karyawan juga menjadi tanggungjawab saya! Saya tidak ingin Ai melihat papanya tidak tanggungjawab "


" Nikah lagi aja biar ada yang bantu ngurusin Ai " Ucap spontan shacsya namun detik berikutnya dia menutup mulutnya karena melihat perubahan raut wajahnya " Eh maaf mas "


" Kamu enggak salah, mungkin memang saya seharusnya menikah namun perempuan yang ingin saya nikahi belum tentu mau menerima saya "


" Kenapa ? "


" Saya seorang duda beranak satu "


" Memang kenapa kalau duda dan punya anak ? Anaknya aja manis begitu " Shacsya memang tidak sedang melihat kearah Khev melainkan memantau Aiza yang sedang asyik bermain.


" Jadi kamu mau menjadi mommanya Aiza ? "


" Pertanyaan macam sih ini, kenapa jadi nanyanya ke gua ? Kenapa gua jadi deg degan gini sih, ayoloh sha lo mulai suka tuh sama dia. Mampus lo "


Bukan memberikan respon atas pertanyaan Khev malah dia sibuk dengan lamunannya


" Hai gimana ? " Pertanyaan yang membuat shacsya Kemabli ke dunia nyata setelah tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


" Eh iya mas, bukannya Nandini sudah bersedia menjadi istri dari Mas Khev Bawika Praya "


" Aiza tidak suka dengan perempuan itu "


" Kalau mas Khev gimana ? "


" Sama "


" Sama maksudnya apa mas ? "


" Sama tidak menyukai perempuan yang seperti itu, mungkin kalau aku menikah dengan Nandini ini bakal menjadi kebahagiaan terakhir buat Aiza "


" Hussss apaan si mas! " tegur shacsya cepat " Ucapan itu doa mas jadi harus ati-ati kalau ngomong itu "


" Aiza hanya bisa seceria ini bersama dengan kamu " Haduh ucapan dan tatapan mata dari Khev berhasil memporak porandakan hatinya bukan karena terluka namun dia binggung harus bereaksi bahagia atau malah sedih.


" Ha Ha mas Khev berhasil membuat saya jadi deg degan ini " Canda shacsya mencoba yang sedang mencoba menyembunyikan perasaannya.


" Saya serius sha " Belum sempat meneruskan ucapan itu tiba-tiba Aiza suda memeluk shacsya.


" Onty ikut kami ke hotel ya "


" Gimana ya sayang, onty ada villa disini dan barang-barangnya onty juga masih ada di villa "


" Kita ambil barang onty, onty ikut kita ke hotel. Bolehkan pa ? "


" Sayang nanti lain kali kita ketemu onty lagi ya, sekarang kita pulang dulu "


" Kalau onty nggak mau ke hotel, ya Aku yang ke Villa onty "


" Sayang nggak bisa begitu, kita nggak boleh maksain sesuatu ke orang lain. Oke "


" Wa lho yo, semanis itu ternyata Khev Bawika kalau sedang merayu anaknya. Kenapa jadi gemes ya ! " Shacsya berusaha tetap tersenyum walaupun kondisi hatinya sedang meletup-letup layaknya jagung yang berubah jadi pop crown.


" Gini aja, onty temani kamu ke hotel dulu main disana setelah itu onty baru kembali ke villa "


" Okay, Yeey "


" Sebegitu gampangnya dia bisa membujuk anak gua " Hal ini sebenarnya membuat Khev iri namun juga bahagia setidaknya dia bisa lumayan lama melihat shacsya nanti di hotel.


" Let's go pa "

__ADS_1


__ADS_2