Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 39


__ADS_3

" Gek, udah selesai belum ? " Tanya Bu Niluh dari balik pintu.


" Sebentar ibu "


" Buruan gek, suami kamu sudah di luar "


' Bukannya tadi bilang gak bisa jemput, kenapa malah udah sampai di Villa. Katanya nggak bakal cari tahu ' shacsya ngedumel sambil memakai cincin pernikahannya dan menarik kooper keluar kamar.


" Sini gua bawain " Ucap Khev sambil narik kooper milik shacsya.


" Gek baik-baik sama suami ya, kalau mau keman-mana izin sama suami ya "


Shacsya mengangguk sambil merangkul wanita paruh baya yang juga merangkul tubuhnya, " Nurut sama suami gek " Pesan Bu Niluh saat shacsya hendak masuk ke dalam mobil.


" Iya ibu, bakal nurut sama suami tapi kalau suaminya salah boleh kan tetep di marahi " Shacsya memang cukup manja jika sudah bersama Bu Niluh, membuat Khev melihat sisi lain dari perempuan yang selalu menampilkan sosok cuek dan dinginnya itu.


" Eh kog marah gek, di tegur " Bu Niluh memang tidak pernah berkata kasar atau pun membentak shacsya, dia hanya akan selalu menegur dengan halus.


" Shiap ibu, ibu sehat-sehat ya. Shacsya pasti akan tetap sering ke Bali " Perempuan itu langsung menoleh kearah suaminya dan pria itu langsung memberikan anggukan.


" Iya anak ibu, nak Khev tolong jaga shacsya"


" Iya ibu, sudah pasti. Kami akan sering kesini nantinya "


" Iya, sudah kalian berangkat sana. Kasihan Aiza di rumah "


" Iya bu, terimakasih sudah menjaga istri saya selama sebulan ini "


" Sami sami Nak Khev, kalian hati-hati "

__ADS_1


Khev membuka pintu untuk sang istri dan pria itu memutar untuk duduk di belakang kemudi, saat mobil sudah menyala pria itu membuka kaca mobilnya agar sang istri bisa melambaikan tangan untuk Bu Niluh.


" Sudah puas main-main di Bali Nyonya Khev Bawika ? " Pertanyaan yang keluar dari suami shacsya dengan pandangan mata lurus ke depan dengan sikap dinginnya.


" Paan si mas " Shacsya yang masih sibuk dengan smartphone nya memilih untuk tindak melihat ekspresi suaminya karena dia tahu pasti muka jutek yang tergambar disana, walaupun shacsya baru sebulan menikah dan baru mengenal Khev akan tetapi dia tau kalau pria itu lebih suka menampilkan aura intimidasi dan dinginnya.


" Ya kamu minta saya nikahin, udah di nikahin bukan ikut ke Jakarta milih di Bali dengan alasan yang macam-macam. Sekarang diajak suaminya pulang minta di jemput, memang kamu pikir saya kesini hanya untuk jemput kamu "


" Enggaklah, saya juga tidak pernah meminta jemput "


" Mas kalau memang nggak mau jemput saya, kenapa mesti ngeluangin waktu sampai Villa pula. Dapat alamat dari siapa coba " Shacsya bukan merasa bersalah karena Khev harus menjemput sendiri dirinya namun dia malah bete karena sikap Khev.


" Saya ini suami kamu, kemanapun kamu pergi saya harus tahu "


" Di pasang Gps aja sekalian di tubuhku "


Khev menyodorkan ponselnya " Untuk apa ? "


" Apaan si mas " Shacsya meletakkan smartphone milik Khev diatas pangkuannya.


" Shacsya, lakukan perintah saya " Suara itu semakin terdengar mengerikan.


' Ya Allah kenpa gini banget si pria yang saya pilih, galaknya ampun suka banget memaksakan kehendak '


" Sha "


" Iya, Password "


" Tanggal pernikahan kita "

__ADS_1


Shacsya tidak jadi membuka ponsel milik suaminya namun malah melihat kearah suaminya itu " Kenapa ? " Pria itu langsung bertanya saat menyadari wanita yang sedang duduk di sampingnya memandanginya.


" Terpesona sama ketampanan saya ? " Tanya Khev kembali yang mendapatkan reaksi cubitan di lengannya.


" Auuuu "


Shacsya terkekeh geli lalu dengan jemari tangan yang sibuk memasukkan email miliknya ke dalam smartphone milik Khev.


" Eh kalau emailku di ponsel mas, mas bisa tahu semua tentang aku dong " Shacsya langsung teringat jika email pribadinya adalah akses untuk semua urusan pribadinya.


" Kenapa ? "


" Ya enggak benarlah, masa iya ak nggak punya privasi mas " Guman shacsya pelan namun masih terdengar oleh Khev.


" Hahaha, Ponsel itu buat kamu "


" Ha ! "


" Ha He Ho aja dari tadi, sengaja beli ponsel dengan type yang sama buat kamu, saya dan Aiza "


" Tapi ponsel milikku masih bangus, dan ini tipenya sama punya aku " Ucap shacsya sembari membolak balikkan ponsel yang diberikan oleh Khev.


" Dari ponsel itu saya bisa tahu kamu dimana, itu yang penting buat saya "


" Astagah mas, saya nggak akan kabur kemana-mana "


" Saya hanya ingin bersikap adil saja dengan kamu dan Aiza "


" Bukan seperti ini mas, Adil bukan berarti harus sama kan ? "

__ADS_1


Khev mendengus kesal, karena baru ini ada orang yang menasehati dirinya dan dia hanya bisa diam.


__ADS_2