
" Sudah berapa kali saya bilang, tolong jangan ganggu atau ikut campur dengan urusan saya! Kamu hanya teman dari mendiang istri saya dan kamu tidak berhak mengatur saya ataupun anak saya " Khev berbicara cukup tegas, Mario memilih meninggalkan meja itu dan membiarkan mereka berdua menyelesaikan namun Mario dapat mengakses cctv di dalam cafe miliknya itu dan mengirim secara online ke Raditya sahabatnya.
***
" Brooh dimana ? " Sapa Raditya di balik smartphone miliknya.
" Gua barusan tiba di Bali, kenapa bro ? "
" Shacsya sudah sebulan di Bali, entah ada apa dengan dia. Sebelum berangkat kesana kita sempat ketemu, lebih tepatnya dia nyamperin gua ke Rumah Sakit tapi dia nggak bahas mau ke Bali namun akhir-akhir ini gua baru tahu kalau dia sedang di Bali "
" Tahu dari Willy atau Alin ? "
" Asisten Tuan Khev Bawika "
" Khev Bawika ? " Ulang Mario meyakinkan dirinya tidak salah mendengar.
" Iya, pengusaha yang bergerak di bidang entertainment dan property itu "
" Bukannya dia baru saja kehilangan Isti nya "
" Betul bro, makanya itu gua minta tolong jagain ponakan gua. Takut nya cuma sebagai pelarian aja karena anaknya itu suka banget sama Ney "
" Shacsya tahu soal itu ? "
" Mungkin bro " Raditya men jeda ucapan itu " Anak itu mana mau cerita kalau belum ke gap gua atau lo. Oh iya Khev Bawika itu kakak tiri dari Willy ternyata "
" Ha ? Kenapa dunia ini sempit sekali sih bro "
__ADS_1
" Gua juga baru aja dapat info itu "
" Kenapa hidup harus seribet ini sih " Guman Mario yang masih berdiri di ruang kedatangan sembari menunggu kooper miliknya, pria ini baru saja tiba di Indonesia setelah melakukan tour Eropa bersama keluarganya.
" Tolongin gua bro, gua nggak bisa ke Bali "
" Iya nanti gua cari shacsya, palingan dia ke cafe nanti "
" Thanks ya bro, eh iya ponakan laknat gua ngejar Khev Bawika "
" Astagah bro " Mario mengusap mukanya dnegan frustasinya.
" Tuh orang kenapa nggak bisa sekali aja nggak ngerecokin ke sayangan gua ! "
" Entahlah bro, gua juga heran sama ponakan dan kakak gua itu ! "
" Shiap, thanks banget bro ! "
" Ya oke "
Mario segera menarik kooper miliknya dan meninggalkan airport.
***
" Sha, maafin gua ya " Willy masih saja mengekor di belakang shacsya mencoba meminta maaf pada gadis yang selama ini selalu menjadi penyemangatnya.
" Iya ko, kamu nggak salah jadi nggak usah deh minta maaf terus-terusan "
__ADS_1
" Kita mau kemana ? "
" Cari Aiza, pasti dia capek baru tiba di Bali langsung ngeliat perang dingin "
" Dianya juga yang rewel minta ke Bali, dia juga pertama kali mau naik mobil setelah kejadian kecelakaan itu tanpa rasa takut karena mau ketemu onty cantiknya "
" Ha ha, dia bisa saja membuat gua tersipu "
" Kamu memang cantik sha, bukan hanya rupa tapi hatimu juga cantik "
" Cieileh ikutan gombal dia "
" Serius "
Suasana yang tadinya tegang mencair begitu saja, tawa dan canda mengiring langkah mereka hingga sampai di tepi pantai.
Disana mereka melihat seorang gadis kecil yang sedang asyik bermain layaknya seperti keluarga kecil, namun sayangnya pria dan wanita itu bukan orang tuanya.
" Ai sepertinya udah lama nggak diajak pergi-pergi "
" Mungkin, selama di pesawat dia crewet banget. Selama di Bali tinggal dimana ? "
" Villa "
" Villa deket sini ? "
" Iyah ko " Shacsya berlari mendekati Aiza yang sedang asyik bermain pasir.
__ADS_1
***