Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 84


__ADS_3

Matahari sudah bersinar cukup tinggi namun shacsya masih begitu pules tidur di dekapan Khev, begitu juga pria yang bertubuh atletis itu masih terlelap.


" Jam berapa mas ? " Tanya shacsya saat akan membuka mata sudah ada sinar matahari yang masuk dari celah gorden yang langsung mengenai mukanya .


" Nggak tau sayang, ponsel kamu juga bunyi terus " Ucap Khev sambil memberikan ponsel milik istrinya.


" Lo baru bangun tidur apa baru kelar masak ? Hampir dua jam gua coba buat hubungi lo nggak ada respon " Alin langsung ngomel ketika tombol warna hijau di tekan oleh shacsya, dan shacsya malah semakin mengeratkan pelukan pada suaminya sedangkan suaminya masih memejamkan mata.


" Lo jadi mau jalan nggak ? "


" Iya jadi, tapi sama suami dan anak gua ya "


" Oke, tapi jangan lupa bawa bodyguard yang cakep biar nggak kayak obat nyamuk "


" Ajak koko will aja "


" Oke, gua telpon dia "


" Shiap, gua siap-siap mau di jemput atau gimana ? "


" Kalau sama koko, manding langsung ketemu di mall aja "


" Oke nona manis "


Shacsya lalu menekan tombol merah dan meletakkan ponselnya sebelum memutuskan untuk beranjak dari atas tempat tidur Khev sudah lebih dulu bergerilya.


" Mas udah siang banget ini, ayolah kasian Aiza pasti udah nunggu kita " Tolak shacsya dengan memindahkan jemari tangan Khev yang sudah berada diatas buah kembar.


" Ya udah, barengan ya mandinya "


" Heem "

__ADS_1


***



' Kapan mereka beli baju kembaran seperti itu, hmm ' guman Khev di dalam hati.


" Kita mau belanja apa dulu nih ? " Aiza memang cukup berat namun dia nggak mau turun bahkan di gendong yang lain juga gak mau.


" Apa aja si kebutuhan di rumah baru " ucap Alin sambil senyum-senyum.


" Ya mau kamu apa ? "


" Kamu pilih deh sha "


" Hmm, Oke "


Shacsya dan Alin yang berjalan lebih dulu, sedikit mengabaikan kakak adik yang berjalan di belakang mereka.


" Uncle bakal chek hari ini "


" Udah siap kak ? "


" Hmm " Sambil mengangguk pasti " tolong perketat area mansion dan kemanapun Shacsya atau Ai pergi siapkan bodyguard "


" Ada hal yang mengkhawatirkan ? " Willy cukup faham tentang Khev, karena walaupun berbeda ibu mereka sama-sama satu ayah.


" Zean "


" Kenapa ? "


" Dia tidak tulus "

__ADS_1


" Kakak yakin ? "


" Yap, shacsya juga merasa seperti itu malahan dia yang mengucapkan lebih dulu "


" Perempuan itu memang sedikit lebih peka, apalagi dia juga pernah punya pengalaman sama Zean " Opini Willy membuat sang kakak semakin yakin untuk memperketat penjagaan sang anak dan istrinya.


" Gua mikirnya juga gitu, apa shacsya pernah punya pengalaman kurang baik dengan Zean ? "


Willy mengangkat dua bahunya " selama ini memang gua deket sama mereka tapi shacsya bukan pribadi yang mau menceritakan semua hal, bahkan dia adalah pewaris yang sah Raditya group aja gua baru tahu sekarang "


" Tolong jaga mereka, gua tinggal telpon bentar " Pamit Khev sambil menepuk bahu sang adik.


Khev sedikit menjauh namun pandangan matanya tetap tertuju pada sang istri dan anak, karena sejujurnya dia sendiri tidak percaya dengan orang-orang di sekelilingnya untuk menjaga anak dan istrinya.


Shacsya, Aiza dan Alin cukup happy berjalan mengelilingi mall untuk mencari kelengkapan rumah baru milik Alin. Alin memang hidup serba ada selama ini namun setelah membantu shacsya dia dapat memiliki penghasilan sendiri dan kali ini dia mampu membeli rumah dengan hasil uangnya sendiri.


" Au " teriak shacsya yang membuat Khev langsung berbalik dan berlari mencari istrinya.


Ada seorang pria yang berdiri di dekat istrinya, Khev langsung mengambil alih Aiza dan membantu istrinya.


" Ada yang luka sayang ? " Tanya Khev yang begitu khawatir.


" Enggak kog mas, kaget aja mungkin tadi. Maaf udah bikin khawatir "


" Willy mana ? " tanya Khev yang tidak mendapati adiknya di sekitar istrinya.


" Beli minum buat aku mas "


" Kenapa nggak nunggu saya dulu baru pergi " Khev terlihat begitu marah.


" Kenapa kak ? " tanya Willy yang muncul dengan membawa minuman.

__ADS_1


__ADS_2