
Malam hari di ruang keluarga shacsya sedang asyik mengobrol dengan anak gadisnya saat Khev muncul dengan mengenakan kemeja sedangkan jasnya hanya di tenteng, saat melihat anak dan istrinya disana yang tadinya mau naik keatas malah menghempaskan bokongnya di dekat istrinya.
" Mau mandi dulu atau makan ? " Shacsya mengubah posisi duduknya menjadi menyerong kearah sang suami.
" Mandi dulu boleh ? " Khev kembali bertanya pada sang istri.
" Papa boleh mandi nggak sayang ? " Shacsya malah bertanya pada anak gadisnya yang sedang duduk sambil ngeglendot ke sang momma.
" Mandi aja dulu paa, bau tau " Omel Aiza sambil menutup hidungnya.
" Kalau papa mandi, biar momma nyiapin air mandi dululah "
" Idih papa manja banget " Malam ini begitu absolute buat shacsya, karena selama ini dia selalu bisa apa-apa sendiri dan terkesan hanya di butuhkan orang lain saja namun kali ini ada rasa bahagia di perebutkan oleh ayah dan anak ini
" Aku kan masih kecil ya momma " Ucap sang anak sambil naik diatas pangkuan shacsya lalu memeluk wanita itu.
" Situ juga manja sama istri papa "
" Oke kalian lanjutkan berebut, saya ngurus air dan makan malam dulu " Pamit shacsya yang sudah memindahkan posisi anaknya menjadi diatas pangkuan sang suami.
Shacsya berjalan kearah ruang makan, dan disana sudah ada Bi surti dan Bi inah yang sedang menata piring.
" Bi minta tolong makanan di angetin dulu aja, mas Khev mau mandi dulu "
" Baik nyonya " Jawab kompak mereka lalu bergegas ku dapur dan shacsya naik keatas untuk menyiapkan air buat suaminya.
Shacsya sedang menyiapkan air hangat dan juga baju tidur untuk suaminya namun juga menyiapkan celana serta kaos membiarkan sang suami memilih mana yang akan dia pakai, setelah air dirasa cukup shacsya meraih alat komunikasi yang sengaja disiapkan Khev untuk memudahkan berkomunikasi dengan yang berada di lantai bawah.
" Monitor " Ucap shacsya sambil menekan salah satu tombol yang ada di alat itu.
__ADS_1
" Iya nyonya " Ucap Bi sumi menyahut.
" Tolong bilang sama mas khev, air mandi sudah siap "
" Oh baik nya "
Shacsya segera keluar kamar, agar tidak berpapas dengan suaminya namun saat akan membuka pintu kamarnya pria itu sudah berdiri di depan pintu.
" Mau kemana ? "
" Turun, nyiapin makanan " Jawab shacsya yang berpapasan dengan suami di depan pintu kamar.
Pria itu menarik lengan sang istri sehingga wanita itu kembali masuk ke dalam kamar, wanita itu mendengus kesal.
" Apaan lagi mas ? "
" Mau nyiapin makan malam mas "
" Ada bibi "
" Boleh di bantu kan ? "
" Mereka sudah terlalu banyak, bukan seharian kamu juga sudah membantu mereka "
" Membantu apa ? "
" Memasak "
" Memasak buat suami dan anak ku apa salahnya ? "
__ADS_1
" Bukankah semua penghuni rumah ini makan masakan mu hari ini ? "
" Apa salahnya si " Shacsya mulai frustasi dengan sikap sang suami.
" Aku bayar mereka buat menyelesaikan pekerjaan rumah bukan malah kamu yang capek "
" Aku bahagia dengan tugas ini, mereka juga sudah bilang nggak enak tapi aku yang mau "
" Tapi kenapa nemenin suami di kamar nggak mau ? "
" Astaga mas " Shacsya menghempaskan bokongnya diatas sofa lalu meraih smartphone miliknya agar pria itu segera mandi.
' Astaga kenapa jadi seperti ini si dia ' Guman shacsya sambil berselancar di sosial medianya.
" Sha " Panggil Khev dari dalam kamar mandi.
" Apaan lagi " Ucap shacsya dengan malas-malasan.
" Sabun mana ? "
" Ya ada disitu mas, ditempat biasa mas nggak di pindah "
" Enggak ada " Seru pria itu, entah apa yang sedang di lakukan pria itu di kamar mandi.
Shacsya terpaksa berjalan mendekat ke arah kamar mandi, lalu mengetuk pintu kamar mandi.
" Masuk aja " Ucap pria itu akhirnya shacsya masuk ke dalam sambil memalingkan wajahnya dan memberikan sabun kearah suaminya yang sedang berendam dan lalu berlari keluar.
***
__ADS_1