Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 29


__ADS_3

" Wow sedang terjadi reuni akbar sepertinya " Cibir salah seorang perempuan yang baru saja masuk ke dalam cafe dengan rok yang minimalis alias rok mini.


Shacsya langsung reflek memutar bola matanya mendapati siapa yang datang juga ke cafe ini.


" Ngapain ngajak dia ? " Shacsya memprotes Willy yang di respon dengan mengangkat bahu dan dua tangan nya tanda dia tahu menahu soal ini.


" Aduh aduh pewaris prayoga kenapa mau berkumpul dengan orang rendahan seperti kami ini " Canda yang menyindir keluar dari Mulut Alin yang berdiri di belakang Nandini.


Entah ini skenario atau kebetulan kenapa mereka semua bisa berada di cafe ini, shacsya memilih duduk dan membiarkan Aiza duduk di pangkuannya.


" Sumpah kita nggak ngajakin dia kesini sha " Bisik Willy di telinga shacsya, dan Khev masih saja melirik kearah shacsya karena memang shacsya memilih duduk bersebrangan dengan dia.


" Nona Prayoga, hal apalagi yang ingin anda miliki ? " Tanya Mario yang juga tidak menyukai kehadiran perempuan itu.


" Kalian tidak suka saya disini ? " Nandini menarik kursi di samping Khev dan pria itu hanya diam saja.


" Tante kenapa mesti duduk di samping papa ? Bukannya papa nggak suka sama tante ? " cerocos Aiza memprotes dia yang selalu nempel dengan papanya.


" Ai nggak boleh ngomong seperti itu ya sayang sama orang yang lebih tau, walaupun Ai tidak suka tapi ngagk boleh seperti itu " Shacsya langsung reflek menegur sikap Aiza selain karena hal ini memang tidak baik, Shacsya masih beranggapan sikap Nandini adalah usaha untuk mendekati gadis kecil ini jadi shacsya memilih membantunya.

__ADS_1


" Maaf onty " Ucap Aiza dengan nada menyesal.


" Ai minta maaf sama tente Nandini "


" Maaf tante " Ucap Aiza walaupun ada rasa tidak suka ketika di minta mengucapkan kata maaf untuk Nandini.


" Anak baik, tante nggak apa-apa kog. Kita hanya belum saling kenal, kapan-kapan kita main bareng mau ? "


Belum sempat Aiza menjawab pertanyaan itu sudah di tolak dengan dingin oleh sang papa " Kamu tidak perlu repot-repot mendekati atau mengajak anak saya main, karena semua itu tidak akan mengubah apapun! "


" Apa karena shacsya ? " bentak Nandini.


" Iya nona " Jawabnya yang langsung beranjak berdiri mendekati shacsya.


" Bisa minta tolong ajak Ai main ke pantai terlebih dahulu ? "


" Baik non, Nona ikut om yok " Bujuk Lion pada putri tuannya itu, karena Lion juga merupakan orang yang lumayan dekat dengan dia jadi Ai langsung turun dari pangkuan shacsya dan mengandeng Lion keluar cafe, Alin juga ikut menemani mereka.


Shacsya menghembuskan nafas dengan kasar ketika melihat Aiza sudah keluar dari Cafe " Kalian ini kenapa si, tiba-tiba datang bikin keributan. Niat aku ke Bali itu buat liburan bukan buat dengerin kalian berdebat atau bertengkar apalagi di depan anak kecil " Shacsya berucap dengan kesal dan penuh penekanan di setiap ucapannya.

__ADS_1


" Kalian ini udah dewasa, udah faham mana yang boleh dan tidak untuk di lakukan di depan anak. Apalagi anda Nona Nandini yang sebentar lagi akan menjadi mama buat Aiza, tolong perhatikan psikologi calon anak anda "


Shacsya langsung berdiri dan pergi dari Cafe itu, hanya Willy yang ikut pergi sedangkan Mario masih disana karena ingin melihat bagaimana sikap Khev.


***


" Kenapa mesti gua, koko ! " Seru shacsya saat mendapati pria yang juga sahabat mencoba mensejajarkan langkahnya "


" Maafin Kak Khev ya sha " ucapnya lirih penuh harapan. " Aiza tidak pernah mengharapkan Nandini jadi istri papanya, dia berharap kamu menjadi momma nya "


Langkah shacsya terhenti lalu menatap pria yang ada di sampingnya, " Tadi mas Lion juga bekerja seperti itu "


" Kita bukan sedang mempromosikan Kak Khev tapi melihat sikap kamu ini, kalian cocok "


" Apa loh ko " Shacsya mendengus kesal mendengar ucapan Willy.


" Serius sha, memang gua suka sama lo tapi kakak gua lebih tepat buat lo! "


" Bodo amat " Shacsya kembali melangkah meninggalkan Willy yang tersenyum melihat shacsya pergi.

__ADS_1


__ADS_2