
Di dalam ballroom fashion show sedang berlangsung saat Aiza mulai merengek minta pulang, sedangkan Willy dan Khev sama-sama sedang sibuk.
" Mau sama onty " teriak Aiza yang mulai tidak dapat di kendalikan, padahal selama ini Aiza cenderung pendiam dan nggak banyak nuntut.
" Ih kenapa ni anak jadi seperti ini padahal selama ini selalu nurut-nurut aja, apa karena dia kehilangan mama nya " Khev yang berusaha menenangkan anaknya di bantu Lion.
" Will "
" Iya kak " Willy walaupun sudah mau membantu kakaknya namun dia masih enggan untuk sekedar mengobrol dengannya sekalipun itu menyangkut kerjaan
" Pacar lo kemana ? "
" Pacar ? Pacar yang mana maksud kakak ? Gua belum punya cewek kak "
" Shacsya ? "
" Gua cuma temenan doang sama dia "
" Dimana dia ? "
" Bukannya tadi di ruang make up ? "
" Nggak ada tuan " Nimbrung Lion sambil menggendong Aiza.
Willy merespon dengan mengangkat kedua bahunya tanda dia tidak tau dimana shacsya, dan pria itu memilih pergi meninggalkan sang kakak.
" Lion "
" Iya tuan "
" Kamu punya nomer shacsya ? "
" Ada tuan "
" Kirim ke saya ! "
" Baik Tuan " Lion segara mencari kontak shacsya lalu mengirimkan nomer perempuan itu pada tuannya.
Khev berusaha menghubungi shacsya namun tak kunjung mendapatkan jawaban, hanya nada penghubung yang hampir sepuluh kali dia dengar.
" Coba kamu telpon dia nggak mau jawab panggilan saya ! " titah Khev yang sudah semakin memerah wajahnya.
Lion sudah beberapa kali menelpon namun tak mendapatkan jawaban apapun juga, pria itu menggelengkan kepala
***
Di dalam mobil sportnya shacsya sedang asyik mendengarkan musik sambil bersenandung, sehingga dia tidak menyadari ada panggilan masuk.
__ADS_1
Wah bukannya mobil mewah sekarang bisa udah bisa menerima panggilan saat sedang mengemudi, tapi kali ini shacsya enggan menggunakan fitur itu.
" Kita ke mall yakk "
" Let's go beibyyyyyyy " Teriak Alin sambil mengangkat kedua tangannya.
Ya kegiatan nge mall berdua ini sudah jarang mereka lakukan karena shacsya cukup sibuk dengan bisnis barunya, sedangkan Alin sibuk antar jemput dan menemani shacsya.
Setibanya di basement sebuah mall ternama di Jakarta mereka turun dari mobil tanpa memperdulikan smartphone milik mereka, entah karena sengaja atau memang tidak ingin.
Saat sudah asyik mengelilingi mall, mereka berdua duduk di sebuah cafe yang merupakan cabang dari milik shacsya yang di kelola oleh Willy akan tetapi semua pegawai disana tidak mengetahui hal ini mereka hanya tau shacsya dan Alin adalah temen dari bos nya.
" Mau nyemil apa mbak ? " Tanya seorang pelayan saatan mereka berdua sudah duduk.
" Kentang aja deh sama soda dingin "
" Okee mbak "
Oh iya kalau pelayan terkesan tidak sopan, ya memang shacsya meminta semua pelayan buat bersikap biasa aja layaknya teman jadi mereka juga dengan santai menceritakan kesulitan mereka.
Jam sudah menunjukan pukul 23.06 saat shacsya mengechek smartphone miliknya, dan banyak Miss call serta nomer baru.
085*******
Gua perlu ngomong sama lo, setelah lo baca pesan ini tolong hubungi balik
***
Khev dibuat marah oleh sikap shacsya, untung dia tidak tahu kalau shacsya sudah membaca pesan itu namun enggan untuk menjawabnya.
" Will, pacar kamu kenapa gini banget sama kakak "
" Kak, Willy tegaskan dia bukan pacarku. Ya mana ada si kak orang mau 24 jam jagain anak orang, apalagi mereka nggak ada hubungan apa-apa aneh ! "
Willy mengendong Aiza yang masih menangis karena dia tidak menemukan sosok yang dia cari.
" Ai, sama onty saja " Bujuk Nandini berusaha mencari muka di hadapan Khev, tapi sikapnya ini sungguh membuat Willy muak.
" Memang nggak ada laki lain yang bisa kamu incar selain kakak ku ? " Sindir Willy dengan nada bicara yang ketus.
" Aku nggak maksud untuk menarik perhatian Khev, aku hanya ingin membantu mengatasi Aiza "
" Thanks, gua bisa handle Ai sendiri "
Khev menarik tangan Willy yang mau tidak mau dia harus mengikuti langkah kakaknya.
" Kita mau kemana ? " Tanya Willy saat Khev membuka pintu mobil untuknya.
__ADS_1
" Bener apa yang kamu bilang, kita cari shacsya dan saya akan nikah sama dia "
" Ha " Willy terperangah mendengar ucapan sang kakak.
" Kakak belum tau asal usul dia, main ajak nikah saja "
" Nggak penting, asal psikologis anak saya tidak terguncang karena sulit ketemu sama dia "
" Menikah itu harus dengan rasa cinta kak "
" Omong apa kamu, sok tahu. Belum pernah menikah udah sok ngasih petuah orang yang mau nikah dua kali "
" Gila lo kak "
" Demi anak, saya akan melakukan apapun "
" Nggak gini juga kak "
" Udah lo masuk, kita bahas kalau udah berhasil ketemu sama dia "
Khev mengendarai mobilnya memutari Jakarta, sampai membuat Aiza tertidur di pangkuan Willy sedangkan Willy mencoba untuk menghubungi sahabatnya itu namun tak ada respon.
" Kasih alamat Penthouse shacsya "
" Izin dulu lah gua sama dia, masa iya main kasih "
" Udah kasih tau jalannya aja nggak usah sebut alamatnya, kamu dengar kakak "
" Iya tapi nggak gini lah kak "
" Kamu suka sama dia ? "
" Dia sahabat ku, dia yang nolongin aku pas keluar dari rumah kakak karena ulah istri kakak. Aku nggak mau nyerahin dia sama orang yanga arogan dan dingin seperti kakak "
Khev langsung menginjak pedal rem mendadak membuat kepala Willy hampir terbentur dasbot.
" Bukan selama ini kakak sudah berusaha meminta maaf sama kamu terkait kejadian malam itu ? Apa kamu masih belum bisa memaafkan dia ? "
*flash back
" Sayang, dia hampir saja memperkosa aku " Adu Audi pada sang suami saat mendapati dia sudah berada di rumah, padahal sejatinya Audi lah yang sudah beberapa kali mencoba menggoda Willy.
" Kak, kakak tahu aku. Aku nggak bakal ngelakuin itu sama kakak ipar " Willy berusaha membela dirinya, namun pukulan malah mendarat di pipi sebelah kiri.
" Suruh aja dia pergi sayang " Ucap Audi sambil tersenyum picik melihat sang adik ipar.
" Kamu angkat kaki dari sini, Audi sudah sering kali bilang kamu melecehkan dia. Kakak berusaha untuk tidak mempercayai semua itu tapi malam ini kakak menyaksikan sendiri " Khev mengacak rambutnya " Kakak kecewa sama kamu "
__ADS_1