
Pagi hari yang cerah masih di Bali, shacsya yang masih tinggal disana walaupun sudah menikah hampir satu bulan dengan Khev masih enggan untuk terbang ke Jakarta. Pria itu memilih terbang pulang bersama putri kecilnya setelah empat hari resmi menikah dnegan shacsya, suasana pagi ini masih terasa biasa saja karena hanya ada obrolan melalui chatting dari anak dan suaminya.
Shacsya masih belum terbiasa dengan kata suami, karena memang pilihan untuk menikah bukan karena dia mencintai Khev melainkan hanya ingin berlari sesaat dari hiruk pikuknya perebutan harta yang di miliki keluarganya.
Bawika Family
My Khev
Lagi apa kamu ?
Aiza ❤️
Momma nggak kangen sama aku ? 😢
Shacsya
Hallo cinta momma, lusa momma ke Jakarta ya
Aiza ❤️
Siap Momma,
Momma udah makan belum ?
Sekarang baru apa ?
Shacsya
Ini baru sarapan sayang
Kamu kenapa jam segini bisa main hape
Aiza ❤️
Baru Perjalan ke Sekolah Momma,
Bye
__ADS_1
LOve You
Shacsya
Love you more my sweety
Obrolan pagi itu berakhir setelah Aiza pamit kepadanya, smartphone itu dia bawa ke ruang tamu lalu dia menyalakan Ipad nya.
*Kriiinggg *
Nada dering itu membuat shacsya meraih smartphonenya yang tergeletak di dekat tempat duduknya, lalu memutar bola matanya karena malas saat nama yang tertera di layar smartphonenya.
" Iya mas "
" Pulang bareng saya nanti "
" Ha, Mas Di Bali ? "
" Ini di pesawat "
" Lion nanti yang jemput kamu "
" Kenapa Lion coba, Mas lah yang jemput! "
" Sibuk "
" Ya udah, aku pulang lusa langsung ke kantor mas saja "
" Kamu itu istri saya " Kalimat ini sengaja di ucapkan dengan penuh penekanan.
" Iya mas, Lion mau jemput jam berapa ? "
" Jam 16.00 "
" Iya, jemput di cafe abang aja "
" Kenapa ? "
__ADS_1
" Ya kan udah sepakat villa ini nggak ada yang boleh tahu alamatnya "
" Oke "
Tanpa berpamitan Khev langsung menekan tombol warna merah yang ada di layar smartphonenya, lalu melempar smartphonenya ke kursi yang ada di sebelahnya.
" Kenapa tuan ? "
" Istri saya mulai berulah "
" Belum mau pulang ke Jakarta ? "
" Mau pulang ke Jakarta sekarang yang jemput mesti saya, nggak mau di jemput sama kamu "
Lion tertawa terkekeh melihat raut wajah kesal bos nya itu, sedangkan Khev rasanya sudah ingin melempar Lion keluar pesawat.
" Sepertinya Tuan tidak akan pernah bilang tidak sama Nyonya Neysha " tegas Lion yang masih sedikit senyum.
" Hemmm "
" Saya padatkan jadwal anda hari ini agar bisa menjemput istri tuan " Lion lalu membuka Ipad nya mulai sibuk merubah jadwal bos nya itu.
Khev yang mengenakan kaca mata hitam itu memejamkan matanya, namun sialnya bayangan shacsya begitu banyak muncul di benaknya semua hal yang berhasil dia sembunyikan dari orang lain berlahan Khev mulai mendapatkan informasinya.
Betapa kejamnya Nadia dulu memperlakukan dia, bagaimana Nandini merebut dengan paksa Butik miliknya yang dia rintis dari uang hasil kerja part timenya padahal ibu dan anak itu sudah menguasai hampir seperempat aset atas nama orang tua shacsya.
Soal aset yang lain memang shacsya tidak tahu, karena semua sengaja di buah menjadi nama Raditya oleh Arya Prayoga saat mereka akan berangkat ke Amerika untuk dinas entah itu firasat atau pertanda apa namun aset yang berubah nama menjadi milik Raditya lebih banyak daripada yang diberikan dengan nama putrinya.
*Flasback on
" Dit, abang harus ke Amerika beberapa aset milik abang yang seharusnya menjadi milik shacsya akan abang ubah menjadi nama kamu sebagai kuasa pengguna " Ucap Arya di ruang kerjanya, saat tepat jam di dinding ruang itu menunjukkan pukul 01.00.
" Kenapa bukan atas nama kak Nadia ? " Tanya Raditya yang memang tidak memiliki ilmu soal bisnis karena dia memilih untuk menjadi dokter.
" Nadia tidak berhak menggunakan aset itu, abang titip semua itu ketika nanti kamu anggap shacsya sudah mampu mengelola semua sendiri serahkan pada dia. Biarkan dia yang menentukan akan seperti apa dengan aset itu "
*Flashback off
__ADS_1