
" Zean " teriak shacsya yang membuat hampir semua pengunjung menoleh kearah suara
" Kenapa lagi sayang " Ucap Zean dengan senyuman smrik.
" Jangan ganggu keluarga ku "
" Buat apa mengganggu mereka kalau mengganggumu saja lebih menyenangkan " perkataan Zean kali ini benar-benar membuat Khev naik darah namun kali ini Mario dan Willy berhasil menahan Khev untuk menghajar Zean.
" Tenangkan diri lo dulan deh, bisa gagal rencana gua kalau lo dikit-dikit emosi gini " omel Mario walaupun sebanarnya dia cukup sakit hati juga dengan ucapan Zean.
" Gimana saya tidak sakit hati, itu wanita yang saya sayangi bahkan saya jaga agar tidak pernah meneteskan air mata. Saya selalu membuat dia tersenyum bahagia, eh malah dia datang-datang membuat istri saya menangis "
Masuk akal juga selama menikah dengan Khev, dia selalu berusaha untuk membuat istrinya bahagia walaupun ada pertengkaran kecil namun semua itu menjadi bumbu di hati Khev yeng membuat dia semakin jatuh cinta dengan Shacsya.
" Sabar, nggak cuma kakak yang sakit hati ngeliat shacsya di buat nangis " Kali ini sang adik ikut bersuara karena hampir dia juga pria yang mati-matian menjaga shacsya selama ini, definisi menjaga jodoh kakak ada pada Willy yang selalu memberikan yang terbaik buat shacsya.
__ADS_1
" Gua nggak suka ngeliat perempuan milik saya di buat nangis oleh pria lain " Khev membuka kunci karena dari monitor terlihat para pengawal memberikan kode jika Zean sudah pergi.
Khev menyentuh bahu shacsya yang tertunduk menangis, menyadari ada seseorang yang menyentuh bahunya dia reflek menoleh lalu berdiri dan memeluk tubuh Khev.
" Mas bantu aku menjaga orang-orang yang aku sayangi " Shacsya memangis terisak didalam pelukan Khev membuat hatinya teriris-iris sakit.
" Iya sayangku, aku juga akan selalu menjaga kamu " Khev memeluk tubuh istrinya dengan erat dan pengawalan untuk mereka juga sudah di perketat oleh Khev.
" Kamu mau makan dulu ? " Tanya Khev saat melepas berlahan pelukannya namun shacsya masih enggan melepas dekapan yang nyaman itu.
Menggeleng dengan cepat " Mas kenapa bisa disini ? " Tanya Shacsya yang masih berada di dalam pelukan suaminya.
" Ayo ikut aku " Khev merangkul istrinya membawa ke sebuah ruangan yang sudah di desain begitu indah dan sudah terdapat beberapa makanan yang tertata di meja.
" Mas kalau kita tinggal terpisah bagaimana dengan makan kamu ? Siapa yang akan siapin pakaian kamu ? "
__ADS_1
" Aman sayang, Bi inah akan tetap sama mas, kalau soal baju kamu bisa siapkan dulu nanti untuk seminggu. Mas janji kondisi ini tidak akan lebih dari satu minggu "
Shacsya mengangguk patuh, namun masih engan untuk melepas lengan yang melingkar di pinggang Khev.
" Kita udah lapar adik " Ucap Willy yang membuat shacsya dengan cepat memindah lengan yang melingkar di pinggang Khev.
" Koko kapan datang ? "
" Gua liat semua yang terjadi disini " Jawab pria itu semabri menarik sebuah kursi yang diikuti oleh Mario dan Lion.
" Aksa gimana ? " Tanya Khev yang membuat Lion langsung mengechek keberadaan asisten dari Raditya.
" Aksan ? Bukannya itu - " Belum sempat shacsya melanjutkan bicaranya sudah langsung di potong Khev " Iya itu Aksan yang kamu kenal, dia sedang mengikuti Zean bersama anak buah Lion. Dia akan memastikan sendiir bahkan pria itu tidak akan melukai kamu barang seujung kuku "
" Abang Lion, suruh Abang Aksan pulang saja jangan pernah membahayakan diri hanya untuk melindungi aku " Khev mengerutkan keningnya " Bukannya tadi kamu minta sama mas buat melindungi mereka semua ? "
__ADS_1
" Iya emang gitu, makanya suruh kembali kesini saja. Minta dia buat memastikan keselamatan Uncle dan Kak Maurin "
" Baik Nyonya " Lion langsung beranjak berdiri dan bergegas menghubungi Aksan.