
" Papa gimana memang bikin adik itu, kenapa momma harus sama papa terus ? " Kali ini shacsya memilih diam tidak, karena dirinya juga bingung harus memberikan jawaban apa untuk pertanyaan itu.
" Momma gimana ? " Aiza kini melontarkan pertanyaan pada mommanya yang sedari tadi hanya diam, tanpa memberikan respon.
" Sayang, suatu saat momma bakal kasih tau semua itu. sekarang kita sama-sama berdoa biar kakak Ai cepet dapat adik ya "
" Hore, siap momma "
" Thanks " Khev berkata pelan sambil mengusap kepala sang istri, shacsya hanya membalas dengan senyuman.
" Kita mau makan dimana pa ? " tanya Aiza karena belum juga sampai restoran tempat mereka mau makan.
" Sebentar lagi sayang, kita mau ketemu temen papa sayang "
Sejujurnya shacsya juga penasaran akan di pertemukan dengan siapa, karena sedari tadi dia juga tidak diberitahu sang suami akan makan malam dengan siapa.
" Mau makan malam sama siapa kita mas ? " tanya shacsya karena memang selama ini Khev selalu memberitahu terlebih dahulu sebelum bertemu namun kali ini dia hanya meminta sang istri bersiap nanti malam akan makan bersama koleganya.
" Zean "
" Oh " shacsya masih belum menyadari siapa itu Zean sampai benar-benar tiba di sebuah restoran dan shacsya melihat mobil Zean disana.
" Mas, maksudnya ? "
__ADS_1
" Iya " Khev tahu maksud dari pertanyaan itu.
" Kenapa mesti ketemu sama dia ? " protes shacsya yang sudah manyun bibirnya.
" Sayang apapun hasilnya, kita akan tetap merawatnya tapikan dia juga berhak untuk bertemu " Khev kali ini berbicara cukup pelan karena takut Aiza mendengar percakapan ini.
" Selamat malam " Sapa Zean yang membawa satu bucket bunga mawar berwana soft pink.
" Malam " Jawab shacsya dengan ketus dan langsung di rangkul oleh Khev pria ini semakin hari semakin bisa belajar memahami sang istri.
" Hallo anak cantik, bunga ini untuk kamu sayang " Zean setang berjongkok agar tingginya sama dengan Aiza.
" Terimakasih om, bunganya bangus Ai suka " Zean langsung tersenyum ketika mendapat jawaban dari Aiza sedangkan Khev memilih untuk merangkul istrinya agar suasana hatinya tetap baik-baik saja, karena sejujurnya Khev juga belum siap dengan sebuah kenyataan yang tidak pernah dia bayangkan.
" Boleh om, Ai mau masuk elementary school tahun ini "
" Wah bagus dong, pasti pinter "
Zean begitu akrab dengan Aiza membuat Shacsya berusaha bersikap biasa saja namun dalam hatinya gelisah, sedangkan pria yang ada di sampingnya terkesan lebih cool walaupun di dalam hatinya juga terasa sakit.
Aiza yang selama ini tidak mudah bergaul, kini sudah tumbuh menjadi anak yang humble dan selalu tersenyum seperti momma nya.
" It's oke semua akan baik-baik saja " Bisik Khev yang menyadari kegelisahan shacsya.
__ADS_1
" Tapi mas " Shacsya yang masih memandang punggung Zean dengan Ai berada di dalam gendongannya.
" Biarkan mereka melepas rindu jika memang ayah dan anak, jika bukan setidaknya Zean bisa baik terhadap orang lain "
" Iya mas, aku yakin sama omongan kamu "
" Omongan yang mana sayang ? " Khev merasa binggung omongan apa yang shacsya maksud.
" Yang mas bilang tadi semua akan baik-baik saja, tapi "
" Katanya yakin, kenapa masih pakai tapi ? " bisik Khev sembari mengecup pipi istrinya
" Kalau Ai beneran anak Zean, mas gimana ? "
***
Hallo terima kasih atas dukungannya selama ini, mohon maaf kalau tidak bisa update setiap hari.
" oh iya mohon dukungannya untuk Klik tombol suka, subscribe, vote dan juga komennya "
Di tunggu kritik dan sarannya
Matur nuwun
__ADS_1