
" Om cari tahu semua tentang suamimu "
" Haha om keren " Shacsya mengacungkan dua jempol tangan miliknya.
" Lo itu istrinya "
" Nggak penting juga om perempuan itu siapa ? Toh istri sah Khev Bawika adalah Neysha Malika " Kekeh shacsya membuat Raditya harus mencubit lengan ponakannya itu.
" Mas, kamu temui kolega kamu dulu sendiri. Aku mau minta tolong om Raditya check luka, oh iya ajak Ai " Pria itu mengangguk patuh lalu membawa Aiza dalam gendongannya, sedangkan Raditya membantu shacsya berbaring diatas kasur.
***
Headline news
* Istri CEO Praya Group berpekukan dengan seorang Dokter setelah perayaan acara Praya Group dan terlihat sangat mesra *
Beberapa foto tentang shacsya dan Raditya muncul dari berbagai angle, shacsya hanya tersenyum saat melihat berita itu langsung muncul saat pagi hari dia menyalakan TV.
" Ih aneh itukan opa kecil, masa iya nggak boleh peluk momma " Protes Aiza yang juga menyaksikan berita pagi ini, sedangkan Khev berusaha menghubungi Lion.
" Take down beritanya " Titah Khev yang langsung di kerjakan begitu saja oleh Lion tanpa babibu tak butuh lama berita itu sudah lenyap dari pencarian di internet.
" Sayang " Khev mencari istrinya yang entah sudah dimana.
__ADS_1
Shacsya yang sedang berada di dapur untuk membuat sarapan bersama dengan Aiza, gadis kecil itu berlari keluar dapur saat mendengar panggilan oleh Khev.
" Momma baru masak "
" Ai mau pergi sekolah nggak hari ini ? "
" Momma udah janji nggak bakal ninggalin Ai, tapi kenapa momma semalam kecelakaan " Aiza menangis dan memeluk tubuh Khev, tubuh gadis kecil itu bergetar.
" Opa kecil nggak akan bawa momma pergi kan pa ? "
" Enggak sayang, momma akan tetap disini menemani kamu " Khev mengusap kepala sang anak lalu memeluknya " Papa janji, momma akan selalu menemani kamu sayang "
" Memang opa mau bawa momma kemana ? " Khev mengambil Aiza lalu membawanya duduk di sofa.
" Papa sudah gagal jaga momma, Ai takut opa kecil akan bawa momma pergi "
" Sarapan udah siap " Shacsya menenteng dua piring berisi spaghetti, entah kenapa pagi ini dia lebih milih masak yang nggak ribet selain sekujur tubuhnya masih terasa sakit.
Aiza berlari menghampiri sang momma " Biar Ai bantu bawa piringnya " Gadis kecil itu membawa satu buah piring yang ada di tangan shacsya karena melihat sang momma juga masih kesusahan untuk jalan.
" Kamu nggak usah ke kantor dulu "
" Kenapa ? "
__ADS_1
" Biar luka kamu sembuh dulu, jalan juga masih seperti itu "
" It's oke mas, nggak masalah kog dengan semua ini " Shacsya langsung reflek menatap sang putri kecil yang duduk tepat di kursi depannya.
" Momma ke kantor papa nggak apa kan sayang ? "
" Aku ikut momma boleh pa ? "
" Ai nggak sekolah sayang ? " shacsya yang semabari mengupas udang untuk anak dan suaminya.
" Ai tadi boleh izin nggak sekolah kata papa "
" Iya pa ? " shacsya memastikan, memang ketika mereka bertiga terlibat obrolan shacsya selalu memanggil 'papa' pada Khev.
" Iya mom, anakmu itu takut papanya nggak bisa melindungi momma nya " Khev berbicara layaknya anak kecil yang sedang mengadu pada sang ibu.
" Papa jagain momma sayang, Ai kalau mau sekolah biar papa sama momma antar "
" Hmmm ..... "
" Astaga kenapa gemes banget si kamu " Shacsya bangun dari duduknya berjalan memutari meja lalu berdiri diantara Khev dan Aiza.
Shacsya meletakkan lengannya di bahu Khev " Sayang, papa bakal jagain momma selalu. Momma udah janji nggak bakal ninggalin Ai kan ? "
__ADS_1
" Tapi semalam momma kecelakaan " Protes Ai, ketakutan terlihat jelas dari wajahnya.
" Oke kali ini boleh nggak sekolah dan ikut momma ke kantor papa, tapi besok harus sekolah ya " Gadis kecil itu mengangguk lalu di peluk oleh shacsya, di cintai dengan setulus ini jujur membuat shacsya terharu.