
" Eh mas Lion, mari silahkan duduk " Shacsya mempersilahkan duduk pria itu duduk.
" Nona shacsya, betah sekali di Bali ? "
" Nyaman mas disini " Shacsya menatap ke sekelilingnya.
" Ada apa mas Lion ? Pasti cari saya kan ? "
" Em gimana ya saya bilangnya "
" Ha Ha , santai mas kita juga biasa ngobrol kog "
" Ini soal Nona Ai, dia sangat menginginkan bertemu Nona bahkan dia kalau nona tidak kembali Ke Jakarta minta pindah saja ke Bali "
" He he, bukannya Tn Khev mau menikah dengan Nandini. Minta saja dia buat nemenin Ai, sebagai langkah awal mendekati gadis kecil itu "
" Ehm, nona salah faham terkait itu. Tn Khev tidak pernah memiliki rasa apapun terhadap nona Nandini, namun kalau dengan nona saya juga tidak menjamin kalau tidak ada rasa sama sekali "
" Maksud mas Lion ? "
" Tn Khev sedang yakinkan diri, apakah dia memiliki rasa terhadap anda lebih dari rasa kagum atau sebaliknya hanya mengagumi anda "
" He he, kenapa harus saya ? " Shacsya memang lebih cenderung suka cengengesan jika menanggapi soal perasaan orang lain padanya.
" Ya mungkin memang anda lebih tepat untuk Tuan! "
" Tuan Khev dan Koko sudah semakin baik hubungannya ? " Shacsya berusaha mengalihkan topik pembahasan karena dia sendiri juga sedang bingung harus bagaimana bersikap.
" Sudah nona, Tuan Willy juga berpesan anda suruh menghubungi dia "
" Oh iya nanti "
" Kenapa ponsel anda tidak aktif nona ? "
" Memang saya ketika memutuskan untuk libur, ya benar-benar libur mas! Oh iya kemaren acaranya lancarkan ? Team saya tidak mengecewakan ? "
" Aman nona, semua berjalan sesuai rencana. Team anda berkerja dengan baik "
" Syukur deh "
" Nona, selama disini apa anda belum bertemu dengan tuan ? "
" Sudah kemaren nggak sengaja bertemu di pantai "
" Tuan memang sedih di tinggal istrinya namun dia lebih kacau ketika anda tidak dapat dia temui, walaupun selama ini sikapnya terkesan cuek dan dingin terkadang malah nyebelin "
" Kita bahas yang lain saja, takut orangnya tiba-tiba muncul "
" He he, tuan sudah kembali ke Jakarta tadi pagi nona. Nona Aiza rewel "
Shacsya membulatkan bibirnya, dan ada sedikit kekecewaan yang tiba-tiba dia rasakan.
__ADS_1
" Kenapa nona ? " Lion bertanya karena shacsya tiba-tiba terdiam.
" Eh enggak, kita udah ngobrol kesana kemari tapi mas Lion belum memesan apapun "
" Enggak usah mba, tadi sudah makan nanti saya pesan minum saja "
" Oh oke deh mas " Shacsya menyeruput Es pesanannya.
Mereka berdua kini saling diam, berkutat dengan pikiran masing-masing hingga sebuah tangan tiba-tiba mengusap rambut milik shacsya.
" Abang Mario " Pria yang kini memeluk tubuh shacsya itu adalah sahabat dari om Raditya, dan pria ini cukup tampan.
" Hallo cintaku, aku di telpon Adit suruh nyariin kamu " Mario menjelaskan keberadaanya yang tiba-tiba disini.
" Ah om, ponakannya udah segede ini masih saja selalu khawatir berlebihan " Gerutu shacsya masih merangkul tubuh Mario.
" Mana Willy dan Alin kenapa mereka nggak ada disini ? "
" Koko di Jakarta, kalau Alin di Bali si tadi entah kemana juga aku nggak tau "
" Momma Shacsya " Panggilan yang membuat shacsya terkejut dan bola matanya membulat begitu juga dengan Mario hingga menautkan dua alisnya.
Seorang gadis kecil menghambur ke pelukan shacsya, dan langsung disambut dengan pelukan.
" Uncle, jangan deket-deket sama momma aku ! " Protes gadis kecil yang kalian pasti mengenalnya, Si Aiza yang ceria dan centil.
Mario hanya tersenyum tanpa bermaksud melepaskan lengannya dari pinggang shacsya.
" Uncle " Bentak Aiza.
" Dia momma ku, papa pasti nggak suka liatnya "
" Papa kamu kan nggak ada disini, mana bisa tidak suka "
" Ada disini " Ucap Aiza sambil menunjuk kearah pintu, dan benar saja Khev sedang berdiri di samping Willy.
" Koko kangen " Ucap Shacsya saat melihat Willy berjalan mendekati dia.
Willy merentangkan kedua tangannya, lalu shacsya masuk ke dalam dekapannya, namun Khev terlihat tidak suka dengan pemandangan di depan matanya.
" Salah sendiri ngilang sampai satu bulan, gua pikir lo di makan paus di Bali "
" O gitu " Protes shacsya manja.
" Lo sehat sha ? "
" Koko bisa liat sendiri "
Shacsya yang masih berada di dalam pelukan Willy tiba-tiba blouse yang dia kenakan di tarik oleh Aiza.
" Onty, kenapa nggak meluk papa juga ? Papa juga kangen sama onty tau " Gadis kecil itu membuat wajah Khev mengeras begitu juga dengan shacsya tidak tahu harus beraksi seperti apa, apalagi tadi sedikit banyak Lion sudah bercerita soal pria itu.
__ADS_1
" He he , papa nggak mau di meluk onty shacsya " Shacsya kembali memeluk gadis itu dan membawanya dalam gendongan.
" Siapa dia ? " Bisik Mario di telinga shacsya.
" Nanya aja sama koko "
" Siapa Wil ? "
" Kakak gua bang ! "
" Oh yang dulu ngusir lo karena istri nya itu " Shacsya langsung beraksi memberikan isyarat dengan menempelkan telunjuknya pasa bibirnya agar pria itu tidak melanjutkan ucapannya.
" Oh jadi apa saja yang sudah kamu ceritakan sama mereka ? " Tanya Khev tidak nyaman dengan apa yang barusan dia dengar.
" Em enggak kak "
" Udahlah, Ayo silahkan duduk " Shacsya langsung memotong sebelum terjadi perang kembali.
" Setelah ini kakak minta penjelasan mu " Bisik Khev sambil berjalan kearah meja yang berada di ujung cafe itu.
Willy masih mematung, tanpa merespon ucapan sang kakak karena dia nggak tau harus menjelaskan apa terhadap dia.
" Abang kenapa mesti ngomong hal itu, mereka baru saja baikan " Protes shacsya sambil menyebut lengan Mario dan pria itu hanya terkekeh mendengar protes dari keponakan sahabatnya itu.
" Laki kalau cuma di gitu kan nggak akan berantem sha "
" Tapikan jadi nggak enak abang " Protes shacsya masih dengan mengendong Aiza.
" Hai gadis kecil, mau uncle gendong nggak ? Kasian itu momma mu keberadaan "
Mario yang mengabaikan protes shacsya malah kembali mendapat cubitan sekarang di pinggangnya karena dia ikut-ikutan memanggil 'momma'.
" Apa loh sha, sakit tau "
" Barusan bilang apa coba ? "
" M o m m a " Mario dengan jahilnya malah mengeja ucapannya itu.
" Haizzzz abang "
" Uncle abang kenapa malah gangguin onty cantik aku sih " Aiza ikut memprotes sikap Mario, sedang Willy hanya terdiam mengekor pada shacsya dengan memikirkan hal apa yang harus dia jelaskan nanti.
Jedug
Willy menabrak tubuh Mario yang tiba-tiba berhenti di berjalan dan kebetulan ada di depannya.
" Lo apaan si Wil " Gerutu Mario sambil menoyor Willy.
" He " Khev langsung beraksi tidak suka melihat apa yang di lakukan Mario pada Willy.
" Santai Tuan Khev, Adikmu ini tidak akan masalah dengan apa yang saya lakukan tadi karena kita biasa seperti itu "
__ADS_1
Khev yang tadinya berdiri langsung duduk kembali, " Kakak lo sayang banget sama lo " Bisik Mario yang membuat Willy tanpa sadar menarik bibirnya keatas.
***