Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 28


__ADS_3

" Eh mas Lion, mari silahkan duduk " Shacsya mempersilahkan duduk pria itu duduk.


" Nona shacsya, betah sekali di Bali ? "


" Nyaman mas disini " Shacsya menatap ke sekelilingnya.


" Ada apa mas Lion ? Pasti cari saya kan ? "


" Em gimana ya saya bilangnya "


" Ha Ha , santai mas kita juga biasa ngobrol kog "


" Ini soal Nona Ai, dia sangat menginginkan bertemu Nona bahkan dia kalau nona tidak kembali Ke Jakarta minta pindah saja ke Bali "


" He he, bukannya Tn Khev mau menikah dengan Nandini. Minta saja dia buat nemenin Ai, sebagai langkah awal mendekati gadis kecil itu "


" Ehm, nona salah faham terkait itu. Tn Khev tidak pernah memiliki rasa apapun terhadap nona Nandini, namun kalau dengan nona saya juga tidak menjamin kalau tidak ada rasa sama sekali "


" Maksud mas Lion ? "


" Tn Khev sedang yakinkan diri, apakah dia memiliki rasa terhadap anda lebih dari rasa kagum atau sebaliknya hanya mengagumi anda "


" He he, kenapa harus saya ? " Shacsya memang lebih cenderung suka cengengesan jika menanggapi soal perasaan orang lain padanya.


" Ya mungkin memang anda lebih tepat untuk Tuan! "


" Tuan Khev dan Koko sudah semakin baik hubungannya ? " Shacsya berusaha mengalihkan topik pembahasan karena dia sendiri juga sedang bingung harus bagaimana bersikap.


" Sudah nona, Tuan Willy juga berpesan anda suruh menghubungi dia "


" Oh iya nanti "


" Kenapa ponsel anda tidak aktif nona ? "


" Memang saya ketika memutuskan untuk libur, ya benar-benar libur mas! Oh iya kemaren acaranya lancarkan ? Team saya tidak mengecewakan ? "


" Aman nona, semua berjalan sesuai rencana. Team anda berkerja dengan baik "


" Syukur deh "


" Nona, selama disini apa anda belum bertemu dengan tuan ? "


" Sudah kemaren nggak sengaja bertemu di pantai "


" Tuan memang sedih di tinggal istrinya namun dia lebih kacau ketika anda tidak dapat dia temui, walaupun selama ini sikapnya terkesan cuek dan dingin terkadang malah nyebelin "


" Kita bahas yang lain saja, takut orangnya tiba-tiba muncul "


" He he, tuan sudah kembali ke Jakarta tadi pagi nona. Nona Aiza rewel "


Shacsya membulatkan bibirnya, dan ada sedikit kekecewaan yang tiba-tiba dia rasakan.

__ADS_1


" Kenapa nona ? " Lion bertanya karena shacsya tiba-tiba terdiam.


" Eh enggak, kita udah ngobrol kesana kemari tapi mas Lion belum memesan apapun "


" Enggak usah mba, tadi sudah makan nanti saya pesan minum saja "


" Oh oke deh mas " Shacsya menyeruput Es pesanannya.


Mereka berdua kini saling diam, berkutat dengan pikiran masing-masing hingga sebuah tangan tiba-tiba mengusap rambut milik shacsya.


" Abang Mario " Pria yang kini memeluk tubuh shacsya itu adalah sahabat dari om Raditya, dan pria ini cukup tampan.


" Hallo cintaku, aku di telpon Adit suruh nyariin kamu " Mario menjelaskan keberadaanya yang tiba-tiba disini.


" Ah om, ponakannya udah segede ini masih saja selalu khawatir berlebihan " Gerutu shacsya masih merangkul tubuh Mario.


" Mana Willy dan Alin kenapa mereka nggak ada disini ? "


" Koko di Jakarta, kalau Alin di Bali si tadi entah kemana juga aku nggak tau "


" Momma Shacsya " Panggilan yang membuat shacsya terkejut dan bola matanya membulat begitu juga dengan Mario hingga menautkan dua alisnya.


Seorang gadis kecil menghambur ke pelukan shacsya, dan langsung disambut dengan pelukan.


" Uncle, jangan deket-deket sama momma aku ! " Protes gadis kecil yang kalian pasti mengenalnya, Si Aiza yang ceria dan centil.


Mario hanya tersenyum tanpa bermaksud melepaskan lengannya dari pinggang shacsya.


" Uncle " Bentak Aiza.


" Dia momma ku, papa pasti nggak suka liatnya "


" Papa kamu kan nggak ada disini, mana bisa tidak suka "


" Ada disini " Ucap Aiza sambil menunjuk kearah pintu, dan benar saja Khev sedang berdiri di samping Willy.


" Koko kangen " Ucap Shacsya saat melihat Willy berjalan mendekati dia.


Willy merentangkan kedua tangannya, lalu shacsya masuk ke dalam dekapannya, namun Khev terlihat tidak suka dengan pemandangan di depan matanya.


" Salah sendiri ngilang sampai satu bulan, gua pikir lo di makan paus di Bali "


" O gitu " Protes shacsya manja.


" Lo sehat sha ? "


" Koko bisa liat sendiri "


Shacsya yang masih berada di dalam pelukan Willy tiba-tiba blouse yang dia kenakan di tarik oleh Aiza.


" Onty, kenapa nggak meluk papa juga ? Papa juga kangen sama onty tau " Gadis kecil itu membuat wajah Khev mengeras begitu juga dengan shacsya tidak tahu harus beraksi seperti apa, apalagi tadi sedikit banyak Lion sudah bercerita soal pria itu.

__ADS_1


" He he , papa nggak mau di meluk onty shacsya " Shacsya kembali memeluk gadis itu dan membawanya dalam gendongan.


" Siapa dia ? " Bisik Mario di telinga shacsya.


" Nanya aja sama koko "


" Siapa Wil ? "


" Kakak gua bang ! "


" Oh yang dulu ngusir lo karena istri nya itu " Shacsya langsung beraksi memberikan isyarat dengan menempelkan telunjuknya pasa bibirnya agar pria itu tidak melanjutkan ucapannya.


" Oh jadi apa saja yang sudah kamu ceritakan sama mereka ? " Tanya Khev tidak nyaman dengan apa yang barusan dia dengar.


" Em enggak kak "


" Udahlah, Ayo silahkan duduk " Shacsya langsung memotong sebelum terjadi perang kembali.


" Setelah ini kakak minta penjelasan mu " Bisik Khev sambil berjalan kearah meja yang berada di ujung cafe itu.


Willy masih mematung, tanpa merespon ucapan sang kakak karena dia nggak tau harus menjelaskan apa terhadap dia.


" Abang kenapa mesti ngomong hal itu, mereka baru saja baikan " Protes shacsya sambil menyebut lengan Mario dan pria itu hanya terkekeh mendengar protes dari keponakan sahabatnya itu.


" Laki kalau cuma di gitu kan nggak akan berantem sha "


" Tapikan jadi nggak enak abang " Protes shacsya masih dengan mengendong Aiza.


" Hai gadis kecil, mau uncle gendong nggak ? Kasian itu momma mu keberadaan "


Mario yang mengabaikan protes shacsya malah kembali mendapat cubitan sekarang di pinggangnya karena dia ikut-ikutan memanggil 'momma'.


" Apa loh sha, sakit tau "


" Barusan bilang apa coba ? "


" M o m m a " Mario dengan jahilnya malah mengeja ucapannya itu.


" Haizzzz abang "


" Uncle abang kenapa malah gangguin onty cantik aku sih " Aiza ikut memprotes sikap Mario, sedang Willy hanya terdiam mengekor pada shacsya dengan memikirkan hal apa yang harus dia jelaskan nanti.


Jedug


Willy menabrak tubuh Mario yang tiba-tiba berhenti di berjalan dan kebetulan ada di depannya.


" Lo apaan si Wil " Gerutu Mario sambil menoyor Willy.


" He " Khev langsung beraksi tidak suka melihat apa yang di lakukan Mario pada Willy.


" Santai Tuan Khev, Adikmu ini tidak akan masalah dengan apa yang saya lakukan tadi karena kita biasa seperti itu "

__ADS_1


Khev yang tadinya berdiri langsung duduk kembali, " Kakak lo sayang banget sama lo " Bisik Mario yang membuat Willy tanpa sadar menarik bibirnya keatas.


***


__ADS_2