
Shacsya sedang sibuk di dapur saat Khev memeluk tubuhnya dari belakang " Mas sebentar lagi sarapan selesai, bisa tolong lepaskan pelukannya " Pinta Shacsya sambil berusaha melepas pelukan dari Khev.
" Sayang mungkin, seminggu ke depan tidak bisa kembali kesini " bisik Khev, membuat shacsya menghentikan memasaknya.
" Mas nggak lagi ada perempuan lain kan ? " Walaupun shacsya belum bisa jatuh cinta sepenuhnya namun dia sudah mulai nyaman.
" Hahaha , , , kenapa memangnya ? " Kali ini Khev berusaha menjahili istrinya dengan menggodanya.
" Mas serius " Shacsya mencubit pinggang sang suami.
" Iya serius sayangku, seminggu nggak bisa kesini. Maaf akmu harus sendirian dulu ya "
" Bi sumi juga diajak ? "
" Enggak, cuma mas aja yang nggak bisa pulang kesini. Kamu jangan punya pikiran macam-macam ya " Kali ini Khev mengelus kepala shacsya lalu memberikan kecupan.
Bi sumi yang tidak pernah melihat pemandangan seperti ini sebelumnya membuat hatinya berbunga-bunga, melihat majikannya begitu mesra bahkan terlihat sangat natural. Ya emang natural, mereka tidak sedang berlakon namun sedang berjuang untuk sama-sama saling mencintai.
" Ehem " Bi sumi berdehem sebelum masuk ke dapur agar sang majikan tidak terkejut.
" Eh bibi, tolong jaga istri saya selama seminggu ke depan " Pesan Khev pada sang ART yang sudah lama ikut dengan dia.
" Baik tuan, tapi kalau boleh tau tuan mau kemana ? "
" Ada urusan bi, kalau shacsya ikut nanti konsentrasi saya bisa terpecah " ucap Khev sambil menowel dagu sang istri.
" Tuan sama nyonya makin romantis saja, rukun-rukun selalu " Bi sumi begitu ikhlas mendoakan majikannya itu agar selalu rukun dan bahagia.
__ADS_1
" Aamin, makasi doanya bi " Jawan Khev antusias, memang pagi ini dia sengaja berlama-lama menemani shacsya karena setelah ini dapat di pastikan dia akan super sibuk selain karena adanya acara persiapan launching prodak, dia juga sedang menyiapkan satu kejutan untuk istrinya.
" Nyonya bekel untuk tuan biar saya yang tata, kalau nyonya mau ada yang di obrolin dulu sebelum tuan pergi "
" Nggak apa bi, sekalian aja aku yang siapin. Bibi sibuk dengan pekerjaan yang lainnya aja dulu "
" Baik nyonya kalau begitu "
" Iya bi "
Bi sumi meninggalkan dapur, khev kembali memeluk tubuh istrinya dari belakang kali ini shacsya tidak memprotesnya malah menikmati.
" Mas, boleh aku keluar ? "
" Mau kemana sayang ? "
" Kalau mas kasih izin, aku bakal bilang ke team kalau yang deket sini bakal aku handle. Tapi kalau mas nggak kasih izin nggak apa juga si " Sebanarnya permintaan ini tidak begitu mengawatirkan toh daerah ini juga cukup aman, karena baik Lion maupun Abang Mario sudah menyiapkan anak buahnya di sekitar sini.
" Tapi kamu harus tetap waspada ya sayang "
" Iya mas, tenang aja "
" Gimana mas bisa tenang, tapi nggak apa biar kamu nggak bosan juga disini "
" Nah itu tahu "
" Setelah saya kembali, biar bi sumi kembali ke mansion boleh ? "
__ADS_1
" Iya boleh, terserah mas aja " Shacsya yang sudah selesai menempatkan makanan pada tempat makan segera bergegas berjalan keluar dari dapur.
Khev yang mengekor di belakang shacsya hanya dapat tersenyum bahagia, setelah seminggu dia pergi akan berdua dengan istrinya dan semoga wanita itu sudah siap menjadi seorang istri seluruhnya.
" Mas, mau bawa baju dari sini apa dari mansion ? Ngomong-ngomong mau kemana ? "
" Soal baju gampang nanti sayang " Pria itu menarik yang istri sampai duduk di pangkuannya.
" Mas " protes shacsya namun dia tidak bisa menghindar dari pelukan itu.
" Mas mau urus Zean, kamu harus tetap waspada "
" Mas, aku bantu ya " Pria itu menggeleng namun kepalanya masih berada di perut sang istri.
" Kamu tetap baik-baik saja sudah sangat membantu saya " Pria itu menciumi tangan sang istri.
" Maaf aku menimbulkan kekacauan "
" Bukan salahmu, asal kamu baik-baik saja mas akan bahagia "
" Iya mas, mas... - "
" Iya sayang ku "
" Kalau mas nggak izinin buat aku make up nggak apaa loh "
" Nggak apa-apa kamu tetap datang saja kesana, mas akan pastikan kamu aman "
__ADS_1
" Makasih mas "