Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 73


__ADS_3

Shacsya berjalan menelusuri koridor, dengan tangan kanan yang menarik kooper yang berisi make up. Dia memang lebih memilih untuk jalan karena hotel yang dia tuju berada di depan Penthouse milik Khev Bawika.


" Hallo sha " Sapa Alin saat wanita itu tiba di lobby hotel dan sang sahabat itu sudah bersiap bersama dua orang sebagai asistennya nanti.


" Hallo cintaku " balas shacsya sambil cipika cipiki dengan sahabatnya itu.


" Hallo, bagaimana kerja sama dengan Alin ? " Tanya pada dua orang yang berada di belakang mereka.


" Asyik mbak sha, sama seperti kalau bantu mbak "


" Mbak, udah nggak boleh make up sama suami ya ? " Tanya salah satu dari dua orang yang berjalan di belakang shacsya dan Alin.


" Boleh, cuma akunya sedang sibuk dengan urusan yang lain. Nanti kalau udah normal kembali, di usahain seminggu sekali ambil kerjaan deh "


Empat orang itu memasuki lift, tanpa menyadari sedari tadi sudah ada yang mengamati mereka.


Anak buah Mario dan Lion memang berjaga di sekitar situ, tapi mereka juga tidak menyadari jika ada seorang anak buah Zean yang bisa menyusup dalam pengamanan itu.


Shacsya masuk ke dalam sebuah kamar hotel yang disana sudah ada seorang perempuan dan kedua orangtuanya, namun ada yang aneh.


" Baru kali ini mau make up orang nikah tapi nggak happy " Bisik Alin pada shacsya, shacsya hanya diam saja mencoba membaca hal apa yang sedang terjadi disini.


" Hallo kak naya, saya dari team Nay Make up. Kakak mau di make up seperti apa ya ? " Tanya shacsya dengan lembut pada seorang wanita yang sedari tadi duduk menghadap di tepi jendela.


" Mbak bisa tolong kami keluar dari sini " Ucap sang ibu semabari memegang lengan shacsya.


" Maksudnya gimana bu ? "


" Mbak anak saya nggak mau nikah dengan pak Joyo tapi, beliau nya maksa. Anaknya mengancam saya jika menikahkan dengan pak joyo akan lompat dari gedung ini " Bapak sang mempelai wanita mencoba menceritakan kronologi kejadiannya, Shacsya dan teamnya hanya daim mendengarkan namun sedari tadi ponsel shacsya selalu terhubung pada Khev.


" Lion, minta anak buah kamu chek kamar yang istri saya pakai untuk make up. Sepertinya ada sesuatu hal yang tidak beres disana " titah Khev pada sang asisten, dan pria itu langsung melakukan panggilan.


" Segera laporkan ke saya kondisi nyonya " titah Lion pada anak buahnya

__ADS_1


" Baik "


Dua orang anak buah Lion memasuki hotel dengan menyamar akan menginap di dekat kamar yang di pakai nyonya bawika, namun saat hendak masuk ke dalam lift tiba-tiba mereka di hadang oleh anak buah Zean.


" Tapi kalau kalian tidak mau, kenapa bisa disini ? " tanya Alin yang sudah merasa ada sesuatu yang nggak beres.


" Kita di jebak mbak " Jawab sang anak yang sedari tadi menghadap ke jendela dan menangis karena terlihat dari matanya yang sebab dan masih ada butiran air mata disana.


" Kenapa belum siap ? " terdengar bentak dari arah pintu, dan Suara itu shacsya cukup mengenali.


" Zean " teriak shacsya saat benar pria itu adalah Zean.


" Hallo sayang ku, kamu terkejut ya aku mau menikah ? " tanya pria itu sambil berjalan mendekati shacsya.


Di dalam mobil Khev teramat panik mendengar suara Zean yang tiba-tiba muncul, " Astaga gua teledor " dengus Khev.


" Putar balik ke hotel dimana istri saya berada " Titah Khev yang membuat sang driver langsung manuver membalikan laju mobilnya.


" Kenapa tuan ? " tanya Lion yang sedari tadi memang tidak menyadari jika atasannya itu menggunakan aerphone di telinga, karena dia hanya melihat jika atasannya itu membaca tumpukan berkas.


" Abang please jangan mendekat, abang tahu aku sudah menikah . Abang mau apa ? " shacsya mencoba mengeser mundur langkah kakinya hingga menabrak dinding dan tidak bisa bergeser lagi.


" Tuan Zean kenapa anda sepicik ini sampai berbuat hal seperti ini, sahabat saya memang tidak pernah suka sama anda " teriak Alin sambil menarik lengan Zean agar tidak mendekat kearah shacsya, namun Alin malah tersungkur disamping sofa karena dorongan Zean.


" Stop abang " teriak shacsya yang membuat Khev semakin kalut karena jalanan sempat macet sehingga dia akan sedikit terlambat sampai disana, sedangkan Mario sudah tiba disana namun semua akses naik keatas di tutup oleh anak buah Zean dan kebetulan hotel itu milik Aurora, wanita yang selama ini mengejar cinta Zean.


" Ayo cepat, shacsya dalam bahaya " teriak Khev yang membuat Lion beserta pak pujo yang menjadi driver Khev kali ini begitu terkejut dengan sikap majikannya itu.


" Jalanan macet bos " jawab Lion yang merasa merinding dengan sikap bosnya itu.


" Cari ojek online, cepat " kali ini khev sudah semakin marah, membuat dia keluar dari mobil dan berusaha menggunakan aplikasi ojek online dari smartphonenya.


Lima menit berlalu ojek online pesanan Khev sudah datang, dia semakin khawatir karena sudah tidak mendengar suara istrinya.

__ADS_1


" Shacsya tolong bertahan, gua datang " hanya itu kata-kata yang di ucapkan pelan.


" Mas tolong cepat " Khev menyuruh tukang ojek agar bisa mengemudi dengan cepat.


***


Di dalam mobil Lion masih berusaha meminta bantuan, karena dia juga begitu khawatir dengan kondisi shacsya.


" Tuan Khev kali ini benar-benar sayang sama nyonya, dulu ke nyonya Audi nggak seperti ini " ucap pujo yang membuat Lion menatap pria yang ada di sampingnya.


" Kali ini beda " Jawab Lion singkat.


" Beda apanya tuan ? Mereka sama-sama nyonya "


" Bedanya, kali ini tuan benar-benar cinta sama nyonya shacsya "


" Iya itu tuan "


" Nyonya Audi dulu juga tidak sama seperti nyonya shacsya, Nyonya shacsya bahkan ke kita yang posisinya di bawahnya aja menghargai banget. Apalagi sikapnya ke tuan, pasti lebih baik lagi " Ucapan Lion memang benar, Audi dulu memperlakukan orang lain sesuai status sosialnya, namun shacsya memukul rata semuanya. Sikap shacsya selalu baik ke semua orang


***


Hallo terimakasih atas semua dukungannya


Selalu dukung saya dengan


Like


Komen


Subscribe


dan

__ADS_1


Vote ya


Terimakasih semua


__ADS_2