Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 26


__ADS_3

" Eh maaf " Ucap Shacsya pada pria yang tak sengaja ia tabrak.


" It's oke " Jawab pria itu namun suara dari pria itu sangat shacsya kenal, dan benar saja pria itu Khev Bawika Praya.


" Eh sorry tuan "


" hmmm "


Shacsya langsung menggeser langkahnya dan membiarkan Khev berjalan pergi, namun saat shacsya akan melangkah tiba-tiba pria itu bersuara.


" Kamu sengaja menghindari saya ? "


" Eh maksudnya gimana ? Sengaja menghindar ? Emang ada masalah apa gua sama dia ? "


" He, saya tanya ! "


Mendengar suara itu kembali membuat shacsya terhenyak dari lamunannya.


" Maksudnya gimana tuan ? "


" Kamu bukan karyawan atau orang yang kerja sama saya jadi nggak perlu panggil saya tuan ! "


" terus "


" Panggil saja nama atau apalah, Willy saja bisa kamu panggil koko "


" Eh, sayakan kendal deket sama koko "


" Deket ? Tapi nyatanya bermesraan sama pria lain di Rumah Sakit " Guman Khev pelan namun masih terdengar oleh shacsya.


" Pria yang mana ? Yang anda maksud ? "


" Dokter Rumah Sakit Cakra Medika "


Shacsya langsung tersenyum " Hahahha, dokter Raditya maksud anda ? "

__ADS_1


" Entah siapa nama dokter itu nggak penting bagi saya "


" Oh iya, bagaimana kondisi Ai apa dia ikut kesini ? "


Mereka memang saling mengobrol namun tidak saling berhadapan melainkan saling memunggungi.


" Dia sudah baik-baik saja, dia bersama Willy di Jakarta "


" Aiih syukur, kalian sudah berbaikan " Pekik shacsya bahagia dan spontan berbalik arah kearah Khev.


" Maksud kamu ? Apa selama ini kita berantem menurutmu ? "


Shacsya langsung reflek menutup mulutnya dan memutar bola matanya, karena sungguh selama ini Willy selalu menceritakan kondisi diantara mereka sedang tidak baik-baik saja.


" Habis Willy pernah cerita ada gesekan yang cukup serius yang membuat hatinya terluka, jadi ya saya menyimpulkan kalian sedang berantem " Terang shacsya.


Obrolan ini menjadi obrolan terlama dan terpanjang diantara mereka, akan kah ada obrolan yang lebih lama atau malah bakal ngobrol setiap hari tinggu saja !!!! Hi hi hi hi


****


" Uncle "


" Papa pulang nggak ? " Tanya Ai sambil menghempaskan pantatnya di sofa di samping Willy duduk.


" Enggak sayang, papa pulang besok. Malam ini sama uncle dulu ya "


" Oh, okee uncle " Ai terdiam sesaat sebelum melanjutkan ucapannya " Papa nyari onty cantik ya ? "


" Ai beneran sayang sama onty ya ? " Willy merengkuh ponakannya sehingga berada di dekappannya.


Gadis kecil itu menganggukan kepala " Onty cantik itu baik banget, lebih baik dari mommy "


" Serius ? "


" Iya uncle, onty cantik nggak pernah marah saat sedang sibuk Ai ganggu "

__ADS_1


" Hahaa, uncle nggak akan marah juga " Pria yang di sapa 'uncle' oleh Ai itu menoel hidung sang keponakan.


" Uncle " Ucapnya dengan bibir manyun.


" Apa sayangku ? " pria itu kembali memeluk tubuh gadis kecil itu.


" Onty cantik mau nggak ya tinggal disini sama aku ? Jadi teman aku ? "


Pertanyaan itu membuat Willy tersenyum, dan mengusap kepala sang ponakan.


" Nanti kamu tanya papa aja boleh nggak onty cantikmu itu tinggal disini "


" Okee deh uncle "


" kita tidur yok, besok kamu harus bangun pagi berangkat sekolah "


" Oke uncle " Ai menarik lengan Willy untuk diajak ke kamarnya.


" Uncle kalau papa udah kembali, boleh nggak uncle tinggal disini ? Biar nggak sepi kalau papa pulangnya malem, dulu saat mommy masih ada " Ai kemudian diam untuk fikir harus meneruskan kalimatnya sepeti apa.


" Kenapa ? "


" Mommy juga tidak ada waktu buat Ai, memang semua hal sudah mommy siapin tapi mommy nggak pernah bisa nemenin Ai di Rumah ! Apa mereka nggak ada yang sayang sama Ai ya Uncle ? "


Waduh pertanyaan itu membuat Willy berfikir keras karena tidak ingin menimbulkan masalah di kemudian hari.


" Gini aja, uncle bakal bilang sama papa buat ngeluangin waktunya untuk selalu menemani Ai "


" Hore, makasii uncle " Gadis itu memeluk tubuh uncle nya.


Asal kalian tahu saja, batin Willy sedang bergulat hebat karena keinginan sang keponakan untuk menjadikan orang yang dia suka menjadi mama nya otomatis dia bakal melihat sang kakak menikahinya.


Betul, Khev Bawika Praya itu akan menjadi suami dari perempuan yang selama ini selalu dia jaga dan sayang malah akan jatuh ke pelukan sang kakak, rasanya Willy ingin menepis jauh prasangka itu namun sepertinya dia harus belajar ikhlas karena Neysha juga tidak pernah mencintainya lebih dari seorang teman.


" Ayo naik ke tempat tidur, terus tidur ya "

__ADS_1


Ai mengikuti perintah uncle nya untuk naik keatas tempat tidur dan menarik selimutnya, sedangkan Willy merapikan selimut itu lalu memeluk tubuh munggil itu.


" Apa aku harus ikhlasin Shacsya buat abang gua ya ? "


__ADS_2