
Khev meletakkan Ipad nya, lalu menepuk sofa agar istrinya duduk di dekatnya.
" Besok kamu ikut saya ke kantor "
" Ngapain ? "
" Ada hal penting yang harus kamu selesaikan "
" Bukan mas setuju, aku boleh di rumah saja tanpa harus bekerja ? "
" Datang dulu protesnya besok saja "
Shacsya langsung berjalan keatas kasur lalu merebahkan tubuhnya, dan mencoba memejamkan matanya belum sampai matanya terpejam pria yang membuatnya sebal sudah merebahkan tubuhnya disamping shacsya.
" Sha "
" Hmmm " jawaban yang keluar dengan mata yang tertutup.
" Kamu nggak suka bantuin saya ? "
" Enggak bukan gitu, maksud aku kenapa si selalu orang lain nurut sama keputusan mas! Mas pernah nggak kasih kesempatan orang lain untuk berbicara tentang ide mas ? "
Khev hanya terdiam saja tanpa berkomentar, karena dia terlalu terbiasa dengan kata siap ketika dia memerintahkan sesuatu.
__ADS_1
" Kamu bakal memunggungi saya ? " Khev yang sudah berada di belakang shacsya karena dia memilih untuk memunggungi suaminya.
" Terus maunya mas apa ? " Shacsya masih mempertahankan posisinya tanpa membalikkan posisi badannya.
Khev mulai semakin gemas dengan sikap istrinya itu, dia langsung bergeser dan memeluk tubuh shacsya dari belakang.
" Mas " Shacsya berusaha melepas pelukan suaminya namun Khev semakin erat memeluk tubuh wanita yang ada di depannya itu.
" Apaan si sha, udah diem tidur "
Shacsya hanya diam namun mata tidak bisa terpejam ada debaran yang tidak biasa di hatinya, yang membuatnya gusar.
" Buruan merem, nggak usah mikirin yang enggak-enggak "
" Ha " Shacsya langsung mengubah posisinya menjadi telentang dan Khev melepas pelukannya.
" Maksudnya mas ? "
" Next time gua bakal cerita sekarang tidur dulu " Ucap Khev lalu membuat shacsya memiringkan tubuhnya dan dia kembali memeluk dari belakang.
" Mas " protes shacsya karena dia tidak nyaman tapi lebih tepatnya mungkin dia belum terlalu nyaman dengan hal seperti ini.
" Tidur beiby, nggak usah protes "
__ADS_1
Baru setengah jam tidak terjadi obrolan, ritme detak jantung Khev sudah lebih santai mungkin dia sudah terlelap bahkan saat shacsya mencoba menggeser lengan itu sudah tidak ada perlawanan.
Saat kaki shacsya hendak turun dari atas kasur tiba-tiba " Awas jangan pernah ninggalin saya tidur sendirian " dengan mata yang masih terpejam.
" Mau ke kamar mandi bentar mas, mau nemenin ? "
" Hmm "
Shacsya berjalan ke kamar mandi, bukan segera kembali keatas kasur melainkan dia berjalan ke Balkon karena shacsya yakin Khev sudah tertidur dengan pulas.
Sudah hampir setengah jam shacsya berdiri disana, tiba-tiba dia dibuat terkejut dengan sebuah lengan yang tiba-tiba memeluk dari belakang.
" Kamar mandi bukan disini " Bisiknya membuat bulu kuduk di leher shacsya berdiri karena merinding.
" Mas semalam ini kenapa pelak peluk terus " protes shacsya mencoba melepas pelukan itu.
" Aku suami kamu " bisiknya.
" Astaga mas " shacsya mencubit lengan kekar itu namun tidak juga di lepaskan, bukan karena tidak nyaman kali ini shacsya takut jika dia jatuh cinta sama Khev.
" Mas, lepasin "
" Kamu itu perempuan milikku, kamu istri saya. Bisa saya meluk kamu sebentar lagi "
__ADS_1
Shacsya hanya diam, karena pria yang sedang memeluknya ini tidak suka jika di tolak berkali-kali dan akhirnya shacsya hanya pasrah tetap diam di pelukannya.