
Dengan mata yang masih sangat ngantuk shacsya sudah nangkring di pesawat pribadi milik Praya group, bahkan dia tidak sama sekali memoles wajahnya.
" Mas aku nggak ikut kamu ya, aku di kamar aja " pinta shacsya yang memang pagi ini dia sangat amat malas berdandan atau bertemu siapapun kecuali suaminya.
" Kenapa memang nya sayang ? "
" Kepala aku agak pusing "
" Kita ke dokter dulu nanti setelah leading "
" Nggak usah mas, mungkin kecapekan "
" Yakin ? "
" Iya mas, mas nggak apa sendirian ? "
" Maunya sama kamu sayang, tapi kamu lagi nggak sehat "
" Kalau aku maksain ikut takutnya mas malah bakal terganggu karena nggak fokus "
" Ya udah boleh kamu di kamar saja, tapi kalau kamu mulai ngerasa makin nggak enak telpon aku "
" Iya mas shiap "
Selama di pesawat shacsya memilih menggunakan kaca mata dan tidur, sedangkan Khev sibuk dengan kerjaan.
" Tuan, mau minum kopi ? " Tanya pramugari.
" Nggak, siapkan dua jus. Bilang sama Chef pram suruh siapkan buah mangga "
" Baik tuan "
Buah mangga dan jus yang disiapkan Chef pram tidak sedikitpun di sentuh oleh shacsya, dia memilih untuk tidur sambil memeluk tubuh suaminya.
" Sayang kita sudah sampai, kamu yakin nggak mau ke Rumah Sakit dulu ? "
" Enggak mas, kita langsung aja deh. Mau rebahan aja "
__ADS_1
" Sayang, kamu yakin nggak mau ke dokter ? Apa uncle aja suruh nyusul sini ? "
" Enggak, aku nggak kenapa-kenapa "
" Oke " Khev menurut dengan ucapan sang istri begitu tiba di hotel milik praya group, Khev segara membawa istrinya ke dalam kamar yang sudah disiapkan.
***
Hampir empat jam Khev meninggalkan istrinya di kamar, bahkan dia juga tidak sempat untuk mengechek kondisi istrinya karena terlalu banyak kolega yang datang untuk menawarkan bisnis bersama dia.
" Hallo Khev mana istri lo ? " Tanya Jenny, wanita dengan perawakan yang tinggi dan sexy.
" Dia nggak enak badan di kamar "
" Apa dia nggak tahu, perjamuan seperti banyak perempuan cantik yang ingin mendekati kamu ? " Ucap Jenny sambil meraba tubuh Khev dengan jemari tangannya, dan pastinya dengan menggoda.
" Hmm, bisa tolong menyingkir " titah Khev pada Jenny.
" Kamu lupa kita pernah satu apartemen dulu ? "
" Apa kamu yakin semua itu hanya masa lalu ? kamu nggak ingin mengulanginya ? "
" Jenny saya sudah menikah resmi "
" Kenapa kalau sudah menikah resmi, kita masih tetap bisa jalan di belakang istri kamu. Toh mungkin kamu sebenarnya malu mengenalkan istri mu pada teman-teman mu ? "
Saat Khev sedang berdebat dengan Jenny, dia tidak menyadari kedatangan istrinya yang sudah tampil dengan anggunnya.
Berjalan memasuki ballroom, dan membuat hampir semua pasang mata menatapnya kecuali dua orang yang sedang berdebat sengit.
Shacsya bahkan tidak menghiraukan suaminya yang sedang berdebat, karena tujuan kedatangannya kali ini tidak untuk suaminya melainkan untuk menemui Zean yang sekitar setengah jam yang lalu mengirim chat ancaman yang akan merusak acara milik Khev jika dirinya tidak muncul.
Sebenarnya shacsya bukan takut dengan ancaman itu melainkan dia memang sudah merasa jauh lebih baik dan memutuskan untuk turun menyapa kolega suaminya.
Lion terlihat menghampiri Khev yang masih adu mulut dengan seorang perempuan, padahal selama menikah shacsya tidak pernah melihat hal itu.
" Tuan, nyonya sudah berada di ballroom " bisik lion yang membuat Khev mencoba mencari dimana istrinya berada.
__ADS_1
" Lo mau kemana ? Bukannya kita akan memesan satu kamar untuk menghabiskan malam panjang berdua " Ucap Jenny dengan bibir yang di buat semenggoda mungkin.
" Jangan harap " Ucap Khev yang kembali melanjutkan langkahnya menghampiri shacsya yang berdiri dengan seorang pria.
Shacsya sebenarnya menyadari kedatangan suaminya, namun kali ini dia cukup malas karena entah kenapa sedari tadi pagi shacsya sudah males dengan suaminya.
" Sayang kamu udah lebih baik ? " tanya Khev yang langsung mencium pipi shacsya di depan banyak orang.
" Udah " Jawab singkat shacsya yang membuat Khev merasa ada yang aneh dari istrinya.
Saat tiba-tiba Lion melewati shacsya, perempuan itu malah memanggil sang asisten dan membisikan sesuatu membuat Khev sudah ingin berteriak marah namun coba dia tahan.
" Mas silahkan melakukan jamuannya, aku mau kembali ke kamar " Pamit shacsya yang membuat wajah Khev mulai memerah menahan amarah.
Khev memilih untuk merangkul tubuh Istrinya dan masuk ke sebuah ruangan khusus yang ada di ballroom ini, Khev mendudukkan shacsya di sebuah kursi dan dia mengacak rambutnya karena berusaha untuk menetralkan kembali suasana hatinya.
" Kenapa mas ? "
" Kamu yang kenapa ? "
" Aku nggak kenapa-kenapa "
" Sikap kamu "
" Biasa saja, aku mau pulang mas "
" Nggak bisa sayang, acara belum selesai " Ucap Khev mulai sedikit emosi.
" Mas tetap aja tinggal disini, aku mau balik ke Bali duluan "
" Nggak usah aneh-aneh sayang "
" Enggak aneh-aneh, aku cuma mau pulang ke Bali aja " Shacsya mulai ingin menangis, karena matanya sudah berkaca-kaca.
" Oke kita ke Bali setelah acara ini selesai"
" Kita keluar dulu, akan ada surprise buat kamu. Nggak ada protes " Khev mengandeng tangan shacsya keluar lalu naik keatas panggung.
__ADS_1