Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 49


__ADS_3

Masih Di kediaman Khev Bawika


" Sha " Panggil Khev saat hendak masuk ke dapur namun saat melihat perempuan yang dia cari tidak disana dia tidak melanjutkan panggilannya.


" Eh tuan, sarapannya sudah siap di meja "


" Shacsya mana bi ? "


" Nyonya sepertinya ada di kamar nona " Jawab Bi inah yang berdiri di dekat Khev.


" Oh, bi tolong kopi buat saya " Titah Khev pada ART senior yang dia punya.


" Nyonya sudah siapkan juga tuan, apa saya perlu memanggil nyonya ? "


" Biar saya saja bi "


Khev berjalan menjauh dari dapur, sedangkan tiga ART yang berada disana sedang tersenyum melihat sikap tuannya yang lebih lembut dan lunak tidak seperti dulu saat bersama Audi.


" Tuan sepertinya sangat sayang sama nyonya " Ucap Sumi yang pagi ini terlihat sangat bahagia.


" Iya betul " Timpal Surti


" Gimana tuan nggak sayang sama nyonya, nyonya saja baik banget sama semuanya "


" Aku pikir nyonya shacsya akan sama dengan nyonya audi " Bisik Sumi


" Iya, tapi ternyata tidak ya " jawab Surti.


" Jauh lebih baik, dan di rumah ini jadi lebih hidup dan bahagia " Ucap Inah yang sangat amat bahagia dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini.

__ADS_1



Khev hanya berdiri dari jauh memandangi istri dan anaknya sambil tersenyum, ' Untung gua nggak salah milih orang, dan lebih untungnya dia meminta gua untuk nikahin dia'.


" Sayang " panggil Khev membuat ibu dan anak ini kompak menoleh.


" Haha baru jadi ibu dan anak sebulan lebih aja kompaknya, warna rambut aja samaan ya " Goda Khev yang akhir-akhir ini lebih banyak tersenyum.


" Mas butuh apa ? " Shacsya meletakkan catokan yang sedang ia gunakan untuk menata rambut Aiza.


" Mau sarapan "


" Udah aku siapin "


" Bisa minta tolong di temani "


Suami istri menuruni anak tangga dengan mengandeng sang anak di tengah, semua mata ART yang ada di lantai satu melihat kearah mereka bertiga. Pemandangan yang tidak pernah mereka dapat liat saat tuannya ini menikah dengan istrinya yang dulu, walaupun di luar mereka terlihat mesra namun saat sudah di dalam rumah mereka hanya saling diam dan hanya akan berbicara seputar Aiza selebihnya hanya akan diam saja.


" Bi, kami akan sarapan kalian semua sarapan saja dulu "


" Baik nyonya "


Bi Inah mengajak teman-temannya untuk ke belakang dan sarapan, karena semenjak shacsya berada disana jam sarapan ART dan Pemilik rumah akan sama bahkan apa yang di makan juga sama tidak ada bedanya sama sekali.


" Momma hari ini mau ke kantor papa ? " Aiza yang duduk di samping shacsya sambil tetap mengunyah nasi goreng.


" Iya sayang, kenapa ? "


" Boleh ikut nggak mom ? "

__ADS_1


" Tanya papa sayang " Khev hanya melirik kearah Aiza sambil meminum kopi yang sudah shacsya siapkan.


" Papa gimana boleh nggak ? "


" Momma gimana boleh nggak ? " Khev malah berbalik bertanya pada shacsya.


" Kalau momma bolehlah, momma jadi ada temannya disana " shacsya dengan santai sambil makan buah.


" Asyik, aku nggak sekolah "


" Oh jadi anak papa nggak suka sekolah ? "


" Bukan gitu pa "


" Terus kenapa ? " Aiza menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata sang papa, namun shacsya hanya diam karena ini bukan wewenang dia. " Papa boleh tahu alasannya sayang ? " Tanya Khev dengan nada yang lebih rendah dan jemari tangan Aiza dia genggam.


Dari ujung ruangan itu terlihat Bi Inah begitu haru melihat sikap tuannya yang semakin hari terlihat semakin dekat dengan sang anak, walaupun dia tahu sebenarnya jika Aiza bukan anak kandung dari Khev karena pria itu tidak sengaja bercerita dengannya saat sedang mabuk.


" Dulu mommy nggak pernah ada waktu buat Aiza pa, namun momma selalu meluangkan waktunya untuk Ai. Aiza nyaman sama momma, Ai takut jika suatu saat momma akan ninggalin Ai tapi Ai belum bisa main lama sama dia " Aiza yang sedari tadi menunduk ternyata matanya sudah berembun dan mulai mengeluarkan butiran air.


Shacsya yang sedari tadi diam kini akhirnya memegang bahu gadis kecil yang duduk disampingnya, " Hai sayang coba liat momma, Ai momma akan punya buanyak waktu buat nemenin Ai main ataupun kemana aja Ai mau. Ai nggak boleh ngomong gitu ya " Pelukan yang begitu erat dan shacsya mendongak kepalanya karena dia nggak ingin ikut menangis.


" Sini-sini papa peluk " Pria itu lalu beranjak dan memeluk anak dan istrinya bahkan dia juga mengusap air mata yang sudah istrinya tahan namun berhasil lolos.


" Ai pengen ikut momma ya sayang ? " Saat anak dan istrinya sudah lebih tenang pria itu kembali bertanya, anggukan kecil terlihat karena sang anak masih di peluk oleh shacsya.


" Boleh ikut momma, papa juga tidak akan memaksakan Ai untuk sekolah full day. kita cari sekolah yang baru yang Ai nyaman mau ? "


Aiza langsung tersenyum dan mengangguk bahagia, tidak hanya shacsya yang haru dengan keputusan yang diambil oleh Khev melainkan bi Inah juga ikut merasakan kebahagian.

__ADS_1


__ADS_2