Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 24


__ADS_3

Shacsya sedang berjalan di koridor sebuah Rumah Sakit, dan tenyata Khev juga berada disana karena tiba-tiba Aiza demam dan mengigau.


" Omm " Panggil shacsya pada pria yang usianya memang tidak terpaut jauh, dan pria itu dia peluk begitu saja.


" Kenapa tumben nyariin ? "


" Kangen "


" Hahaa membual kamu " Ucap Aditya sambil me noel hidung ponakannya itu dan diikuti tawa oleh keduanya.


Sedari dulu memang mereka cukup dekat karena sejak kecil memang usia mereka juga tidak terpaut jauh, dan mereka sedari kecil lebih sering bersama hingga sampai Aditya memutuskan untuk mengambil study di AS dan Shacsya ke Jerman.


Khev yang melihat itu menggenggam tangan dengan tatapan mata yang tertuju pada shacsya yang masih merangkul pria berjubah putih dengan mesra, karena Khev tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka obrolkan jadi hanya menerka dari ekspresi mereka.


" Tuan Khev mari ikut saya ke ruang dokter " Tegur salah seorang perawat yang sebenarnya dari tadi mencari pria itu yang katanya mau ngurus administrasi namun tidak kunjung datang.


Memang pria itu tadi mengurus administrasi, namun setelah itu melihat shacsya datang dan memeluk pria berjubah putih itu sehingga membuatnya melupakan putri kecilnya.


" Oh baik sus, anak saya siapa yang jaga ? "


" Asisten tuan sudah tiba "


" Baik sus "

__ADS_1


Khev berjalan mengikuti suster, menuju ruang dokter yang di tunjukkan.


Setelah mendengar penjelasan dokter anaknya, Khev kembali ke ruang rawat Aiza namun saat akan memasuki ruang rawat anaknya dia melihat shacsya pergi meninggalkan Rumah Sakit.


***


" Gimana udah ketemu sama si om ? " Tanya Alin saat shacsya sudah masuk ke dalam mobil, anggukan kepala mewakili jawaban atas pertanyaan itu.


" kita kemana ? "


" Pesan tiket kembali ke Bali, gua mau rehat selama dua pekan "


" Seriussss ? " Alin tidak percaya dengan apa yang dia dengar karena selama ini, shacsya terkenal dengan Working holic.


" Iyahh, gua capekk "


Alin mencoba mencari penerbangan yang bisa segara terbang ke Bali, agar shacsya tidak berubah pikiran.


" Kasih tau koko nggak ? "


Shacsya menggelengkan kepalanya " Enggak perlu, biarin dia berbaikan sama kakak nya "


" Okeee cintakuuuuuu " Alin cukup girang sampi memeluk dan mencium pipi sang sahabat.

__ADS_1


Shacsya hanya tersenyum lalu membenarkan posisinya untuk tidur, karena dia merasa tubuhnya sudah terlalu lemah dan capek.


***


Berulang kali Willy mencoba menghubungi shacsya namun tidak ada jawaban, bahkan dia mencoba menghubungi Alin juga sama pikirannya kacau mengkhawatirkan dua temannya itu dan keponakannya.


" Sial "


" Kenapa ko ? " Tanya salah satu pelayan yang bekerja padanya saat mendapati bosnya uring-uringan.


" Shacsya atau Alin ada kesini ? "


" Enggak ko, tapi katanya sempat mampir cafe yang di mall namun setelah itu nggak tau deh kemana. Koko berantem sama mbak sha ? "


" Dia pergi gitu aja tadi setelah tugasnya selesai, ponakan gua merengek nyariin dia mulu "


Willy mengacak rambutnya dan meletakkan smartphone dengan kasar, membuat para pelayan itu mlongo karena bosnya tidak pernah seperti ini sebelumnya.


" Apa kita coba cari ko ? " Tawar salah seorang pelayan.


" Cari kemana ? "


" Ya ke rumahnya atau ke tempat yang sering dia kunjungi "

__ADS_1


" Kalian kan tau tempat sering dia kunjungi cafe ini selain tempat kerjaan dia " Willy semakin frustasi mendengarkan ucapan-ucapan dari pelayan di cafenya.


" Udahhh udah stop kalian lanjut kerja aja "


__ADS_2