
" Sayang, jadi mau makan mangga ? " tanya Khev dari dapur.
" Jadi mas, makan sambil liat netflix ya "
" Ala-ala pacaran nih ? "
" Iyalah "
" Oke, mas kupas dulu "
" Oke, aku mau ambil ponsel dulu. ponsel mas mau diambilkan sekalian ? "
" Boleh sayang "
***
Ketika shacsya tiba di ruang keluarga, Khev sudah duduk dengan I-pad di tangannya. Shacsya langsung saja mendusel dan merebahkan tubuhnya di pangkuan Khev.
" Mas, Koko nelpon sampai beberapa kali itu " Ucap Shacsya yang menyodorkan Ponsel milik Khev.
" Hasilnya udah keluar, Aiza anak biologis Zean "
Khev lalu meletakkan I-padnya dan menatap mata shacsya, menunggu reaksi dari istrinya tentang hasil test yang baru saja mereka jalani.
" Langkah selanjutnya ? " Tanya shacsya yang penasaran dengan ide suaminya mengatasi semua ini.
" Biar mas yang pikirin, kamu makan ini aja " Ucap Khev sambil menyuapkan potongan mangga.
" Tapi mas "
" Kamu yakin sama saya ? "
" Yakinlah mas "
Shacsya menikmati suapan demi suapan sembari melihat layar TV tidak memperhatikan apa yang sedang di lakukan suaminya.
" Mas "
" Apa sayang "
__ADS_1
Shacsya menoleh kearah suaminya, dan pria itu meletakkan ponsel yang sembari tadi dia pegang.
" Kenapa mas mau nikah sama aku ? "
" Kamu cantik " Jawab Khev yang langsung memberikan ciuman kilat.
" Seriusan mas "
" Pernikahan ini adalah impian tiga orang yang sangat menyayangi kita " mendengar ucapan Khev membuat shacsya merubah posisinya menjadi setengah duduk.
" Maksud mas gimana ? "
" Papa aku sama orangtua kamu udah jodohkan kita, namun setelah kepergian orangtuamu semua akses tentang kamu di closed oleh Abang dan om "
" Iya mereka berdua mau aku aman, toh mas juga udah nikah duluan "
" Karena nyari kamu nggak ketemu "
" Hmm, masa iya gitu ? saat mas tau aku temen koko gimana ? "
" Bete, ngerasa gagal nggak bisa penuhi amanah papa. Tapi bersyukur juga bisa jagain kamu lewat Willy "
" Hmm, saat ketemu orang yang tepat ya pasti bisa keluar aslinya. Ya sebelum papa aku menikah sempat ketemu papa kamu dan mereka sepat buat jodohkan kita, ya udah kamu ajakin nikah gas "
" Papa kenapa ngak pernah bilang soal ini ya ? "
" Tapi dia bilang sama om Radit "
" Seriusan mas ? " Tanya shacsya yang tidak begitu percaya dengan apa yang dia dengar.
" Coba kamu telpon kalau nggak percaya "
" Oke "
***
Raditya sedang duduk di balkon dengan secangkir coklat panas dengan tatapan mata yang lurus jauh entah kemana, namun jakarta tetap hidup walaupun sudah pukul 2.00 dini hari.
" Kenapa sayang " Raditya dengan sigap menerima panggilan sang ponakan, karena semenjak dia menikah ponakan kesayangan ini jarang menghubungi jika tidak hal penting dulu juga gitu.
" Uncle belum tidur ? "
__ADS_1
" Baru akan sayang, ada apa keponakan kesayangan "
" Uncle, buruan nikah. Apa enaknya hidup sendirian ? Shacsya udah ada yang jagain loh, uncle juga harus bahagia "
" Iya sha, pasti bakal nikah nanti kalau sudah tiba waktunya "
" Uncle "
" Iya, kenapa jam segini telpon ? Bukan kamu sedang honeymoon ? "
" Uncle tahu aku di jodohkan sama mas Khev ? "
" Hmm soal itu ? Dia akhirnya bilang ? "
" Iya kita lagi ngobrol santai "
" Iya kakak dulu pernah bilang sama uncle, kalau kamu harus menikah dengan Khev. Tenyata jodoh itu ajaib ya "
" Iyaa uncle, uncle udah jam 2.00 kenapa masih terjaga ? Mikirin apa ? "
" Baru sampai rumah sayang, udah sana kalian istirahat "
" Sayang, mas mau ngobrol soal kerjaan sama uncle ya... Kamu pindah dulu ya "
" Kenapa mesti ngejauh mas ? "
" Tenang aja mas nggak sedang nyembunyin apa-apa, ini urusan kerjaan "
Dengan berat hati shacsya berpindah posisi setelah Khev berhasil meyakinkan dia, dia merebahkan tubuhnya diatas kasur lalu menyelimuti tubuhnya. Entah sudah berapa menit berlalu, rasa kantuk sudah menghampiri shacsya yang membuatnya akhirnya memejamkan mata tanda memperdulikan Khev yang masih asyik ngobrol di balkon.
" Semoga Zean nggak berulah lagi " Ucap Radit dari balik telpon pintarnya.
" Itu harapan saya juga uncle, selain Shacsya yang nggak aman kasian Aiza juga kalau tau siapa papa kandungnya "
" Kamu ingat Mikha mantan shacsya ? "
" Iya uncle "
" Dia tidak murni kecelakaan seperti apa yang shacsya tahu selama ini "
Khev mengerutkan keningnya, mencoba memahami ucapan Raditya.
__ADS_1