
" Momma " panggil Aiza dari luar kamar sambil menggedor pintu kamar, entah sudah berapa lama gadis kecil itu berdiri di depan pintu.
Karena tidak hanya berendam saja, Khev meminta jatahnya kembali sampai dua kali.
" Mas, buruan ganti bajunya "
" Ai ganggu aja " Khev cukup kesal dengan sikap Aiza, namun berbeda dengan Aiza gadis kecil itu merasa ketakutan sedari tadi karena momma nya tidak merespon panggilan darinya.
Ceklek
Pintu terbuka dan Ai langsung menghambur ke dalam pelukan sang papa, padahal dia mikir itu momma.
" jangan tinggalin Ai momma " Perkataan itu membuat Khev yang tadinya kesal luluh.
" Maafin momma sayang, momma baru mandi " Ai mendongakkan kepalanya saat mendapati suara sang papa
" Kenapa papa disini ? "
" Ini penthouse papa Ai, papa nggak boleh pergi kesini ? Istri sama anak papa disini loh "
" Boleh lah pa " Ai yang tadinya melepas pelukan kembali memeluk erat pria yang baginya adalah superhero.
" Ai nggak mau pisah lagi sama momma dan papa ya, sesekali boleh tidur di tempat uncle Willy tapi nggak mau lama " protes Aiza yang sudah hampir dua minggu tidur di penthouse milik Willy.
" iya sayang papa, kita ke kamar Ai aja "
" Kenapa nggak nunggu momma disini ? "
" Momma lama mandinya, kita siap-siap dulu. Ai udah mandi ? "
" Belum pa "
__ADS_1
" Ya udah kita ke kamar Ai, Ai mandi papa tungguin "
" Oke " Khev berhasil membuat sang putri meninggalkan kamar utama milik dia dan istrinya, sebanarnya bukan alasan utamanya bukan karena Ai belum mandi tapi agar shacsya bisa menutupi bekas tanda cintanya yang hampir di setiap pangkal leher istrinya ada.
Shacsya mendengus kesal karena harus menutupi beberapa kiss mark karena tidak tertutup dengan gaun yang dia pakai, padahal awalnya dia tidak berniat pakai cocktail dress namun mau gimana lagi.
" Hallo sayang, udah cantik " sapa shacsya yang sudah mendapati sang putri memakai dress dengan warna senada dengan shacsya.
" Ai sama momma dulu, papa siap-siap dulu "
" Oke papa "
Khev sengaja memelankan langkahnya saat berada di samping shacsya " Kamu selalu terlihat cantik, cintaku " bisik Khev yang membuat shacsya bushing.
" Go-m-b-a-l " ucap Shacsya pelan agar tidak terdengar oleh Aiza yang masih sibuk memasang jepit rambut.
Khev hanya membalas dengan memberikan kecupan jarak jauh dan segera menghilang di balik pintu kamar Aiza.
" Papa, mom katanya biar sama seperti punya momma. Karena kita berdua wanita tercantik papa "
" Oh gitu " Shacsya tersenyum sambil memeluk tubuh gadis kecil itu.
' kamu selama akan jadi anakku sayang, kebahagiaan ini ada karena kamu disisi momma. Tetap selalu disisi momma ya '
Shacsya cukup erat memeluk tubuh Aiza, membuat sang anak juga ikut memeluk erat tubuh wanita yang ada di depannya.
" Momma, don't let me go " bisik gadis kecil itu.
" Ai akan jadi anak momma selama, dan suatu saat ketika momma memiliki anak Ai akan jadi kakak dari anak-anak momma, mau sayang ? "
" Mau, mau, momma hamil ? " Aiza memang sudah beberapa kali merengek minta adik pada shacsya namun hanya jawaban nanti ya doa dulu biar dikasih adik, namun setelah pertempuran sengit shacsya vs khev barusan membuat shacsya berani mengatakan hal ini.
__ADS_1
" Kita berdoa sama-sama oke "
" oke momma, semoga Aiza cepat punya adik kembar tiga " Ucapnya spontan yang langsung direspon dengan mata shacsya yang hampir terjatuh karena melotot.
" Kembar tiga sayang ? " ulang shacsya yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Iya mom, biar momma di rumah terus nggak kerja bisa nemenin adik sama kakak Ai " kali ini gadis kecil itu dengan suka rela menyebut dirinya dengan 'kakak'.
" Hallo adik kecilnya kakak, kalian harus sehat sehat di dalam perutnya momma " Aiza mengelus perut shacsya, dan wanita itu membalas dengan usapan di kepala gadis kecil itu sedangkan pria di depan pintu itu hanya tersenyum bahagia melihat anak istrinya saling sayang.
" Papa boleh ikutan peluk wanita tercantik papa nggak ? " Karena cukup haru membuat pria itu berjalan mendekati dua perempuan beda usia itu dan di sambut dengan rentangan dua sebelah tangan dari istri dan anaknya itu.
" Kamu sudah siap hamil ? " bisik Khev pada istrinya saat mereka sedang berpelukan, shacsya hanya bergeming seolah tidak mendengar ucapan Khev.
" Sayang " kali ini Khev memanggil dengan bersuara lebih keras.
" Apaa mas ? Kita udah siap yuk berangkat "
" Ya ayo berangkat " Khev mengandeng Aiza sedangkan shacsya berjalan di sisi yang lain.
" Sini " Panggil Khev pada sang istri yang jalannya berada di belakang.
" Apa mas ? " Khev hanya mengandeng tangan istrinya, di dalam Lift hanya ada canda tawa Khev dan Aiza namun tangan Khev masih menggenggam erat lengan sang istri.
" Pak pujo mana mas ? " Tanya shacsya saat tiba di basmant.
" Kali ini mas mau bawa mobil sendiri "
" Oh oke " Shacsya segara masuk ke dalam mobil sport milik suaminya karena pria itu sudah membukakan pintu mobilnya.
" Ai, duduk di pangkuan momma sini " pinta shacsya, namun semabari meletakkan gadis kecilnya diatas pangkuan sang momma Khev berbisik " Kakak, hati-hati ya duduknya biar adiknya nggak sakit " Sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1