MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
KEBAHAGIAAN KELUARGA PRADIPTA WIJAYA


__ADS_3

"sayang, bagaimana perasaan kamu saat ini?" tanya Andra dengan senyum menawannya.


"aku bahagia memiliki kamu dan Andrian. terima kasih mas, sudah selalu siaga menjaga aku." ucap Emma tersenyum bahagia yang kini berada di pelukan Andra.


"aku berterima kasih kepada kamu, Emma. kamulah wanita yang sanggup mengubah hidup aku, I Love You." ucap Andra sambil mengecup kening istrinya.


"I Love You too, mas." ucap Emma sambil menatap Andra yang menariknya ke dalam pelukannya.


"besok Sony dan Reina akan datang ke Indonesia, besok kita akan menginap di rumah Mami. apakah kamu mau, sayang?" tanya Andra dengan suara lembut dia tidak ingin membangunkan Andrian yang tertidur nyenyak.


"jelas mau, mas. apalagi aku sudah lama tidak bertemu Reina. aku juga belum menemui bayi mereka, sepertinya kita harus memberikan hadiah untuk Raihan." ucap Emma senang dengan tatapan mata beningnya.


"aku setuju, kamu pilih saja hadiah yang kamu inginkan untuk Raihan. setelah itu biar Vega yang mencarikan hadiahnya." ucap Andra memberikan saran kepada Emma.


"hmm... aku kira kita akan jalan keluar." ucap Emma lagi mengingat dia sudah lama tidak pergi jauh semenjak melahirkan putranya.


"baiklah besok siang kita pergi bersama." ucap Andra menyetujui keinginan Emma.


"kamu serius, mas?" tanya Emma senang dengan sorot mata berbinar.


"apa aku pernah membohongi kamu?" tanya Andra memutar bola matanya.


"terima kasih, mas." ucap Emma senang sambil memeluk tubuh kekar suaminya.


Andra membalas memeluk istrinya dan memberikan ciuman dikeningnya, tidak ada yang sanggup dia tolak jika itu permintaan istrinya kecuali perpisahan.

__ADS_1


"ayo kita bawa masuk Andrian, hari sudah semakin sore." ucap Andra mengajak Emma dan segera meraih stroller dan mendorongnya masuk ke dalam rumah.


kini hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Sony, Reina dan Raihan telah mendarat di Jakarta pagi ini. Indira dan Yoga Pradipta Wijaya menjemput secara langsung anak dan cucu mereka. bukannya mereka enggan berkunjung ke Italia tetapi berhubung Emma baru saja melahirkan, tidak mungkin meninggalkan Emma sendirian. maka hari ini Sony memutuskan membawa keluarga kecilnya terbang ke Jakarta.


"selamat datang kembali ke rumah Sony, Reina." ucap Indira menyambut kedatangan putra dan menantunya dengan senyuman hangat.


"Iya Mami, rumah tidak pernah berubah. Reina senang sekali." ucap Reina tersenyum lebar.


"sengaja agar kalian selalu ingat dengan Mami dan Papi disini." ucap Indira menambahkan perkataan Reina barusan.


"Ah, Mami bisa saja. mana pernah aku tidak ingat dengan Mami. Andra dan Emma kapan mereka datang kesini?" tanya Reina antusias dia ingin sekali segera bertemu dengan Emma.


"mungkin nanti siang, mereka berdua sedang asik mengurus Andrian. dari hari ke hari selalu dihabiskan waktu mereka untuk si kecil Andrian. Andra sangat posesif dengan putranya." jawab Indira menjelaskan sambil terkekeh.


"tidak ada yang tidak bahagia Reina, jika memiliki anak untuk pertama kali. bahkan Papi jika ada meeting di kantor Mami dan Andra Papi ajak." ucap Yoga Pradipta Wijaya yang sudah bersama dengan istri dan menantunya bercerita betapa bahagianya menjadi orang tua untuk pertama kalinya.


"kebahagiaan itu hadir dari si kecil ini, Mami. tetapi aku selalu meminta kepada Reina untuk tetap di rumah, tidak sampai ikut serta ke kantor." ucap Sony yang sudah berada bersama mereka di ruang keluarga.


Raihan masih bermain bersama Yoga Pradipta Wijaya, walau sesekali dia ikut mengobrol dengan anak dan istrinya.


"selamat siang Mami, Papi." ucap Andra yang kini tengah menggendong Andrian.


Emma bahkan jarang menimang Andrian, jika tidak meminta ASI. semuanya Andra yang melakukannya, bahkan jika Andrian masih terjaga tidak jarang Andra begadang dan tetap meminta Emma untuk tidur.


"Mami kira kalian masih sibuk bermain bersama, ternyata sudah sampai di sini saja." ucap Indira tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Iya, Mami! Sony dan Reina sudah datang jadi kita tidak mau telat." ucap Emma menjelaskan sambil tersenyum manis.


Indira meminta Andrian dari gendongan Andra dan membawanya bermain dengan Raihan. sedangkan Sony, Reina, Emma dan Andra menikmati pembicaraan ringan antara mereka.


"biarkan kakek dan neneknya yang mengurus kedua bayi yang baru lahir di keluarga Pradipta Wijaya, kita disini menikmati suasana rumah dengan santai." ucap Andra sambil terkekeh.


"benar Ndra, ini yang Mami dan Papi minta selama ini. sepertinya aku akan sering-sering menitipkan Raihan jika dia sudah lepas menyusu dari ibunya." ucap Sony sambil melirik Reina yang juga berada di sampingnya.


"Andra, Emma, Sony dan Reina mari kita makan siang bersama. Andrian sudah tidur dan Raihan juga sudah tidur di samping Andrian." ucap Indira mengajak putra dan menantunya untuk makan siang bersama.


selesai makan siang bersama Emma beranjak menggendong putra semata wayangnya dan menuju kamar lama Andra, dia ingin memberi ASI kepada Andrian. suaminya juga memintanya untuk beristirahat.


sementara Sony dan Reina juga mengajak putra mereka ke kamar masing-masing. perjalanan jauh yang melelahkan membuatnya ingin segera beristirahat sejenak.


Yoga Pradipta Wijaya dan Indira memang sudah menyiapkannya sudah lama. mereka menaruh box bayi di dalam kamar Andra maupun Sony. mereka menyambut kedatangan putranya yang jauh berada di luar negeri dengan maksimal. tidak hanya itu dia juga meletakkan box bayi di kamar Andra. berjaga-jaga jika Andra akan menginap di rumahnya. hanya Andralah yang paling dekat rumahnya dengan kediaman kedua orang tuanya, jika sewaktu-waktu mereka mampir semuanya sudah tersedia.


sore hari Andrian telah rapi dan wangi berada di dalam gendongan Andra. Andralah yang memandikan dan mengganti pakaian Andrian. sambil menunggu Emma selesai mandi, Andra menggendong Andrian sambil menikmati suasana malam hari dari atas balkon kamarnya. mereka akan turun secara bersama-sama ke lantai bawah.


"sudah selesai, sayang?" tanya Andra tersenyum menatap Emma yang baru keluar dari kegiatan ritual mandinya.


"sudah mas, ayo kita turun pasti Mami dan Papi sudah menunggu kita di bawah." ucap Emma sambil mencium gemas pipi kecil putranya.


"siap Mommy, ayo kita turun." ucap Andra dan sekilas mencium kening Emma.


benar dugaan mereka berdua, bahwa semuanya telah kumpul di teras belakang rumah keluarga Pradipta Wijaya. rencananya malam ini mereka semua akan menikmati makan malam barbeque bersama.

__ADS_1


__ADS_2