MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
EMMA HILANG


__ADS_3

Sedangkan di cafe pelangi, Qonita menangis di dalam ruangan bosnya.


"pak Farhan tolong carikan Emma sampai sekarang dia belum kembali pak, saya sudah menghubunginya ribuan kali tapi tidak ada jawaban. saya khawatir, tidak seperti biasanya Emma meninggalkan saya seperti ini tanpa pamit, hiks." ucap Qonita terisak di dalam ruangan Farhan.


"sabar Qonita saya usahakan mencari Emma, kamu tenang saja Emma pasti ketemu dan baik-baik saja. kamu tidak usah bersedih, saya akan berusaha sebisa mungkin." jawab Farhan dengan suara lirih.


Farhan juga mengkhawatirkan keadaan Emma, karena Emma tidak seperti biasanya pergi tanpa memberitahu kemana dia akan pergi. setahu Farhan Emma tidak memiliki saudara di kota ini, dia hanya sendiri hidupnya hanya bekerja di cafe miliknya.


"kamu kemana sih Emma?" batin Farhan yang sangat mencemaskan Emma saat ini.


"baik pak, saya permisi dahulu. saya akan lanjut bekerja jika ada informasi tentang Emma kabari saya." pamit Qonita karena dia akan kembali meneruskan pekerjaannya.


"aku harap kamu baik-baik saja Emma. aku sudah mengerahkan seluruh anak buah aku. namun, kenapa sampai saat ini kamu belum di temukan Emma, kamu kemana sebenarnya. siapa yang melakukan ini sama kamu?" batin Farhan sambil duduk termenung di ruangannya.


Emma hanya dapat memandangi langit cerah yang begitu teriknya, dia bahkan tidak merasakan panasnya hari ini, yang dia inginkan pulang dan kembali beraktivitas seperti biasa tidak terjebak di dalam hunian ini.


"kenapa nasib aku seperti ini? apa salah aku hingga aku terkurung di dalam sini. dia mengakui bahwa apartemen ini mewah tapi tidak membuat hatinya bahagia, aku memang terpesona dengan ketampanan pak Andra tapi tidak dengan cara seperti ini." ucap Emma hanya bisa merenungi nasib yang dia jalani saat ini.


"Mama Emma rindu, Emma ingin peluk Mama, Emma tersiksa Mama, Emma ingin pulang menemui Mama." gumam Emma memilukan siapapun yang mendengarnya.


"Qonita tolong aku, aku takut sendirian disini." gumam Emma mulai terisak.

__ADS_1


Emma seakan ingin menjerit akan nasibnya ini, sampai kapan Emma akan seperti ini. sebelum bertemu dengan Andra hidupnya bahagia, nyaman tanpa ada gangguan. tapi mengapa setelah dia bertemu dengan Andra hidupnya menjadi jungkir balik seperti ini, masalah kecil dapat menjadi masalah besar.


hal yang Emma paling takutkan hanyalah saat melihat Andra marah. emosi meledak-ledak tidak terkontrol. Emma yang tidak pernah mendapatkan bentakan apa pun sekali ini langsung merasakan sedih yang luar biasa. entah sudah berapa lama Emma menangis dan mengadu nasib yang dia alami saat ini, tidak sadar dia akhirnya tertidur di kursi panjang yang berada di balkon samping dapur yang dia tempati saat pertama kali dia memasuki apartemen ini dan


melihat matahari keramaian kota dari atas gedung ini. pertama kali Emma terpesona akan indahnya jika dia memiliki hunian seperti ini. namun, itu dahulu sebelum semuanya seperti ini.


Andra dengan terburu-buru memasuki apartemennya, karena dia khawatir Emma akan melakukan hal yang tidak dia duga.


"Emma kamu dimana?" teriak Andra memanggil-manggil.


Andra mencari Emma di dalam kamar tidurnya, di kamar mandi, balkon kamarnya namun tidak ada keberadaan Emma di sana. Andra mulai panik saat matanya melihat pintu balkon dapurnya terbuka, dia segera menuju sana dan ternyata orang yang dia cari tertidur di kursi panjang itu.


"maafkan aku Emma, apa aku salah jika menahan kamu disini? aku hanya ingin bersama kamu, itu saja." gumam Andra di samping Emma.


Andra bergegas membersihkan diri dan segera dia memesan makanan untuk dia dan Emma makan nanti. dia menunggu Emma di balkon kamarnya sambil mengecek pekerjaannya yang dia tinggalkan. tidak ada Sony yang membantu pekerjaannya sehingga membuatnya sibuk. namun, demi Emma dia memilih meninggalkan pekerjaan di kantornya dan pulang ke apartemennya.


Emma terbangun dari tidurnya dan merasakan tempat yang berbeda.


"sepertinya aku tadi tertidur di balkon dapur kenapa aku jadi disini. apa pak Andra sudah pulang dari kantornya? lebih baik aku membersihkan diri saja dan berbicara dengannya secara baik-baik, semoga dia mau mendengarkan penjelasan aku dan soal ganti rugi itu." batin Emma bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.


Andra bergegas memasuki kamarnya dan kebingungan karena Emma tidak ada di kasurnya saat dia akan beranjak keluar kamarnya. Andra mendengar suara air, seketika dia pun tersenyum ternyata Emma tidak meninggalkannya. Andra bergegas keluar dari kamar itu dan menunggunya sambil menonton berita televisi.

__ADS_1


Emma telah selesai mandi dan dia ingin mencari keberadaan pemilik apartemen ini, saat membuka pintu kamarnya Emma sudah bisa menebak bahwa pemilik apartemen ini sedang menonton televisi. Emma tidak segera menghampiri Andra melainkan dia melangkah berjalan menuju dapur untuk membuatkan Andra minuman hangat dan diberikan padanya.


"silahkan pak Andra, tehnya." ucap Emma sambil menaruh teh buatannya di depan Andra.


"Emma ada yang ingin saya bicarakan pada kamu sebenarnya." ucap Andra menatap Emma serius.


Emma melihat Andra dengan seksama, semoga harapannya kali ini terkabul.


"aku mau buat penawaran untuk kamu. kamu tetap bisa bekerja seperti biasa dengan catatan kamu akan tinggal disini mengurus apartemen ini. nantinya akan ada yang mengantar jemput kamu, tenang saja aku tidak setiap hari disini. jadi kamu yang mengurus apartemen ini. satu lagi jangan membawa orang lain masuk ke apartemen ini tanpa seizin dari aku. itu juga sebagai ganti rugi atas kejadian tempo hari. bagaimana kamu setuju?" tanya Andra antusias.


Andra berharap Emma mau menerima tawaran ini, jadi dia tidak perlu khawatir tentang keberadaan dan keselamatan gadis pujaan hatinya itu.


"bagaimana dengan Qonita, dia selalu berharap bisa bersama aku. dia juga sahabat dan teman curhat aku selama ini. bagaimana aku akan menjelaskan kepada Qonita kalau aku akan pindah disini." batin Emma dengan mengeryitkan keningnya.


"maaf pak Andra, apa boleh jika Qonita teman saya mengunjungi dan sesekali menginap disini, karena saya dan Qonita bersahabat. hanya Qonita yang saya kenal pak." ucap Emma meminta sambil menundukkan kepalanya.


"baiklah minimal hanya 1 bulan sekali saja dia boleh menginap disini. hanya cukup sekali saja tidak lebih. karena aku tidak suka jika banyak orang mengunjungi apartemen ini, dan satu lagi jangan pernah masuk ke kamar sebelah karena itu ruang privasi aku." ucap Andra sambil menunjuk ke arah kamar yang dimaksud.


"baik pak, terima kasih atas kebaikan pak Andra kepada saya. Saya akan menjaga amanah yang pak Andra berikan kepada saya." ucap Emma dengan senyuman senang.


Emma tersenyum bahagia akhirnya dia bisa kembali bekerja dan tentunya dia akan tetap berpenghasilan untuk menjamin keluarganya hidup dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2